Sekeluarga Tewas di Rumah
KRONOLOGI Een Habisi Sekeluarga di Musi Banyuasin Sumsel, Pelaku dan Korban Sempat Berkelahi
Dalam kasus ini, pelaku diketahui bernama Eeng Praza yang ditangkap di rumah keluarganya di Kabupaten Muaro Jambi, Minggu (31/12/2023).
TRIBUN-MEDAN.COM, MEDAN - Kronologi pembunuhan sekeluarga di Musi Banyuasin, Sumatra Selatan dipicu gegara bagi hasil bisnis jual beli hp.
Dalam kasus ini, pelaku diketahui bernama Eeng Praza yang ditangkap di rumah keluarganya di Kabupaten Muaro Jambi, Minggu (31/12/2023).
Pelaku yang sempat berpindah-pindah tempat persembunyian usai masuk daftar pencarian orang (DPO).
Eeng Praza merupakan teman bisnis korban yang bernama Heri.
Baca juga: HARI Pertama Masuk Kerja, Kehadiran ASN di Deli Serdang 98,79 Persen, Bupati Lakukan Sidak
Pelaku yang berusia 48 tahun berasal dari Desa Purwosari, Kecamatan Lais Kabupaten, Musi Banyuasin.
Diketahui, Heri, nenek dan dua anaknya ditemukan tewas di dalam rumah dalam kondisi membusuk pada Rabu (20/12/2023) lalu.
Wadireskrimum Polda Sumsel, Kombes Pol Tulus Sinaga mengatakan pelaku sempat meminjamkan uang sebesar Rp30 juta ke korban untuk bisnis jual beli handphone.
Kedatangan pelaku ke rumah korban untuk menagih uang modal tersebut.
"Motif, pelaku memberikan modal jual beli handphone namun belum mendapat keuntungan. Datang ke tempat korban untuk minta uang modal Rp 30 juta beserta keuntungannya," paparnya, Senin (1/1/2023), dikutip dari Sripoku.com.
Baca juga: Pulang Merantau, Kakek di Ponorogo Dibunuh Saudara Saat Malam Tahun Baru, Dianiaya Pakai Balok Kayu
Polisi masih mendalami motif pembunuhan karena hanya berasal dari pengakuan pelaku.
"Sebab motif ini masih sangat subjektif dari pelaku, tidak menutup kemungkinan akan berkembang ke motif yang lain. Kami tetap lakukan pendalaman lagi soal kasus ini," tegasnya.
Kombes Pol Tulus Sinaga menambahkan uang Rp30 juta yang dipinjamkan ke korban diberi secara bertahap.
Saat dihadirkan dalam konferensi pers di Mapolda Sumsel, pelaku mengaku keuntungan penjualan handphone akan dibagi dua.
"Handphone yang dijual itu handphone baru pak. Harganya Rp 1,1 juta dijual Rp 1,8 juta nanti untungnya dibagi dua," ucapnya.
Menurut Eeng, korban Heri sempat menyerangnya terlebih dahulu ketika ditagih utang.
Baca juga: Awal Tahun 2024, Seorang Remaja Diduga Jadi Korban Begal, Polisi: Belum Ada Laporan
"Kami berkelahi kemudian korban menyerang saya duluan makanya saya serang balik, pertama Heri dulu (dibunuh) baru ibunya," beber pelaku.
Direktur Reserse Kriminal Umum Polda Sumsel, Kombes Pol M Anwar Reksowidjojo menyatakan pembunuhan terhadap Heri dan ibunya dilakukan menggunakan balok kayu.
Dua anak Heri yang berada di dalam rumah juga dibunuh untuk menghilangkan jejak.
"Ibu atau nenek korban pun ikut dipukul pelaku dengan kayu."
"Saat itu dua anak korban yang berusia 12 tahun dan 5 tahun waktu kejadian melarikan diri ke arah belakang rumah lalu dikejar pelaku," ujarnya.
Usai melakukan pembunuhan, pelaku melarikan diri dan membuang handphone serta balok kayu yang digunakan untuk membunuh.
Baca juga: Penemuan 2 Mayat Membusuk di Dalam Rumah Gegerkan Warga Blitar, Ketua RW Ungkap Hal ini
Kata Dokter Forensik
Sebelumnya, Dokter forensik Rumah Sakit Bhayangkara Moh Hasan Palembang, dr Indra menyatakan keempat korban meninggal karena hantaman benda tumpul.
"Semuanya akibat kekerasan benda tumpul, baik di kepala. Tanda-tanda senjata tajam tidak ada sama sekali," jelasnya.
Jasad keempatnya juga telah membusuk bahkan ada yang tidak utuh karena dimakan binatang.
Diduga satu keluarga tersebut dibunuh 2 hingga 3 hari sebelum ditemukan.
"Hanya neneknya saja yang masih bagus, yang lain sudah busuk. Untuk organ dalam sudah mengalami pembusukan lanjut jadi tidak bisa dipaksakan."
"Perkiraan sudah meninggal paling lama 3 hari," ungkapnya.
Sempat Jual Tanah Warisan
Kakak Heri, Rusdi (50), mengaku terakhir kali mengunjungi rumah korban sebulan lalu.
Baca juga: Terungkap Motif Een Membunuh Sekeluarga di Sumsel, Pelaku Kesal Diduga Merugi Usai Beri Modal Bisnis
Ia mengaku kaget ketika mendengar kabar ibu, Heri, dan dua keponakannya tewas.
"Sebab begitu sampai sudah ada pihak kepolisian jasad sudah dibungkus," bebernya.
Rusdi menjelaskan Heri sudah pisah ranjang dengan istrinya selama setahun.
Istri Heri memilih bekerja di luar negeri sehingga Heri mengajak ibunya tinggal di rumah untuk menjaga anak-anak.
Sebelum meninggal, Heri sempat meminta izin ke keluarga untuk menjual kebun sawit milik ibunya.
Tanah warisan tersebut sudah terjual seharga Rp200 juta.
"Itu kebun warisan dari ibu kami. Memang almarhum sempat minta izin ke saya katanya mau jual kebun untuk modal buka usaha," ucapnya.
Menurut Rusdi, semasa hidup Heri tidak memiliki musuh sama sekali.
Baca juga: CURHAT Tiara Andini Timnya Dicekik Hingga Kepala Dipukul Pria, Berawal dari Masalah Parkir
"Harapan saya semoga pelakunya cepat ditangkap," tegasnya.
Kepala Desa setempat, Agus Kurniawan, membenarkan Heri sempat menjual tanah dan diduga menjadi korban perampokan.
"Ya ada informasi korban ini baru menjual tanah beberapa waktu lalu, untuk jumlahnya tidak diketahui," tandasnya.
Saat ditelusuri, sejumlah barang milik korban juga tidak ada di rumah seperti sepeda motor.
"Ada juga motor korban hilang, untuk yang lainnya kita belum mengetahuinya secara pasti. Saat ini masih ditangani oleh pihak kepolisian," ujar dia.
Agus Kurniawan menyatakan keempat jasad ditemukan karena warga mencurigai ada aroma tak sedap dari dalam rumah.
"Jasad korban ditemukan sekitar pukul 14.00 WIB yang ditemukan oleh masyarakat."
"Saat ini kasus tersebut sedang ditangani oleh pihak kepolisian," bebernya.
Artikel ini diolah Tribunnews
Baca Berita Tribun Medan Lainnya di Google News
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/medan/foto/bank/originals/Pelaku-pembunuhan-sekeluarga-di-Kabupaten-Musi-Banyuasin.jpg)