Berita Viral

KONDISI TERKINI Zhafirah, Pendaki Viral Terjebak Erupsi Marapi, Baru Pertama Kali Naik Gunung

Zhafirah Zahrim masih menjalani perawatan intensif di RSUP Dr M Djamil Padang yang sebelumnya dirujuk dari RS Ahmad Mochtar Bukittinggi.

Tayang:
Instagram
KONDISI TERKINI Zhafirah, Pendaki Viral Terjebak Erupsi Marapi, Baru Pertama Kali Naik Gunung 

RIBUN-MEDAN.com - Inilah kondisi terkini Zhafirah, pendaki viral terjebak erupsi Marapi.

Zhafirah diketahui baru pertama kali naik gunung.

Beginilah kondisi terkini Zhafirah Zahrim Febrina (18) alias Ive alias Ife mahasiswi Politeknik Negeri Padang (PNP), korban selamat dari erupsi Gunung Marapi Sumatera Barat.

Meski belum dikatakan seratus persen pulih, kondisi Zhafirah Zahrim kini dikabarkan sudah semakin membaik akibat tubuhnya terbakar.

Zhafirah Zahrim Febrina (19), mahasiswi Teknik Sipil di Politeknik Negeri Padang (PNP)
Zhafirah Zahrim Febrina (19), mahasiswi Teknik Sipil di Politeknik Negeri Padang (PNP) (Istimewa)

Adapun diketahui saat ini, Zhafirah Zahrim masih menjalani perawatan intensif di RSUP Dr M Djamil Padang yang sebelumnya dirujuk dari RS Ahmad Mochtar Bukittinggi.

Terlihat dari unggahan Tiktok @Arisuakaa, diduga dari pihak keluarga, mengungkapkan kondisi Zhafirah saat ini.

Zhafirah dikabarkan tengah menjalani rontgen.

"Ive sama Firmannya masih di-rontgen, nanti ya," kata pemilik akun, pada Kamis, (7/6/2023).

Mahasiswa PNP ini juga terlihat masih terbaring di ruangannya dengan sejumlah alat medis.

Baca juga: Viral Minta Tolong di Medsos, Zhafirah Mahasiswi PNP Korban Erupsi Gunung Marapi Dirawat di RSAM

"Nih dia lagi tiduran aja, doain ya semuanya," sambungnya.

Menurut sang kakak, tidak ada yang bisa disalahkan dari peristiwa tersebut lantaran sudah terjadi.

Kala itu, Zhafirah sejak awal sudah meminta izin kepada kedua orang tuanya, dan disetujui.

Diketahui sebelumnya, Zhafirah Zahrim Febrina berhasil dievakuasi setelah terjebak Gunung Marapi erupsi pada Minggu (3/12/2023).

Momen tersebut terlihat dari unggahan Instagram @infokomando.official, Zhafirah Zahrim ditemukan petugas gabungan.

Dalam video, ia nampak digendong oleh seorang anggota TNI.

Tampak kondisi Zhafirah Zahrim mengalami luka bakar di sekujur tubuhnya hingga wajah penuh tertutup abu erupsi.

"Salah satu pendaki Gunung Marapi di Sumatera Barat yang terjebak erupsi pada Minggu, 3 Desember 2023 kemarin, akhirnya ditemukan tim penyelamat." tulisnya.

Sebelumnya, Zhafirah sempat mengirimkan video pesan sesaat setelah erupsi untuk meminta pertolongan dengan kondisi tangan patah dan badan penuh abu.

Mahasiswi Politeknik Negeri Padang itu berusaha menarik nafasnya dalam-dalam lantaran sudah tersesak akibat terjebak erupsi di Gunung Marapi.

Baca juga: SOSOK Zhafirah Wanita Minta Tolong Usai Jadi Korban Erupsi Gunung Marapi, Begini Kondisinya Kini

Pada akhir video, wanita itu terlihat menyampaikan suatu pesan namun sayangnya tidak terdengar dengan jelas apa yang disebutkannya.

Namun, ia sempat meminta pertolongan.

"Ibu tolong saya, begini keadaan saya terakhir disini," ucap Zhafirah di dalam video saat meminta tolong.

Video yang viral tersebut merupakan video yang dikirim Zhafirah kepada ibunya untuk mengabarkan dirinya yang terjebak di Gunung Marapi.

Zhafirah Zahrim Febrina (19), mahasiswi Teknik Sipil di Politeknik Negeri Padang (PNP)
Zhafirah Zahrim Febrina (19), mahasiswi Teknik Sipil di Politeknik Negeri Padang (PNP) (Istimewa)

Melansir dari Tribunpadang.com, Rani Radelani, bibi dari Zhafirah membenarkan bahwa video yang beredar itu merupakan anaknya.

Kata Rani, barang-barang anaknya telah hilang. Video itu, kata dia, dikirim oleh Zhafirah melalui telepon pintar pendaki lain yang tercecer.

"Barang dia hilang semuanya, jadi ada handphone orang dapat sama dia. Ada sinyal dan bisa dibuka handphone-nya (dikirim kondisinya)," ujar Rani, Minggu (3/12/2023).

Rani mengatakan, sebelumnya Zhafirah mendaki bersama teman-teman kampusnya sejak Jumat (1/12/2023) dan berencana pulang hari ini, Minggu (3/12/2023).

Baca juga: Sejarah Kelam 3 Tugu di Gunung Marapi, Simpan Kisah Pilu Kematian Pendaki Marapi

Selain itu, ujar Rani, badan Zhafirah dipenuhi abu vulkanik.

"Tangannya patah, luka-luka. Tidak kuat lagi katanya," tambah dia.

kondisi Zhafirah saat ini terbaring lemah dengan luka bakar di area wajah.

"Alhamdulillah, bisa ngomong sedikit-sedikit, namun tak kami paksakan juga menceritakan kronologinya," ujarnya kepada TribunPadang.com, Senin (4/12/2023).

Ia menyampaikan, pihak keluarga saat ini sudah bersama Zhafirah di rumah sakit. Ayah, paman, dan keluarga lainnya sudah sampai sejak pagi tadi.

"Awalnya dapat kabar dari live TikTok sekitar pukul 04.00 WIB, ada yang ngabarin juga. Kebetulan saya di Padang, yang sudah ke sana ayah, paman, dan keluarga yang lain," ujar Rani.

"Mereka standby sejak tadi malam, sejak lost kontak dengan Ife (panggilan Zhafirah di rumah), ayahnya dan pamannya langsung ke sana," kata dia.

Pertama Kali Mendaki

Pihak keluarga menceritakan jika pendakian gunung ini merupakan pengalaman pertama bagi Zhafirah.

Sebelumnya, ia pernah trekking, namun tak pernah ke gunung.

"Waktu mau naik gunung, Ife izin ke keluarga dia pergi bersama teman yang biasa mendaki. Saat mendaftar belum ada informasi larangan mendaki ataupun kenaikan status gunung, ini mendadak aja, bagaimana lagi kan. Jadi kita ndak bisa berkata-kata, namanya musibah," kata Rani.

Atas kejadian ini, Rani mewakili keluarga mengucapkan terima kasih kepada tim gabungan yang berhasil mengevakuasi Zhafirah.

KONDISI TERKINI Zhafirah, Pendaki Viral Terjebak Erupsi Marapi, Baru Pertama Kali Naik Gunung
KONDISI TERKINI Zhafirah, Pendaki Viral Terjebak Erupsi Marapi, Baru Pertama Kali Naik Gunung

"Kami berterima kasih kepada tim yang mencari dengan cepat, sehari sudah ketemu anak-anak kami," tuturnya.

Ia menyampaikan, pihak keluarga saat ini sudah bersama Zhafirah di rumah sakit. Ayah, paman, dan keluarga lainnya sudah sampai sejak pagi tadi.

"Awalnya dapat kabar dari live TikTok sekitar pukul 04.00 WIB, ada yang ngabarin juga. Kebetulan saya di Padang, yang sudah ke sana ayah, paman, dan keluarga yang lain," ujar Rani.

"Mereka standby sejak tadi malam, sejak lost kontak dengan Ife (panggilan Zhafirah di rumah), ayahnya dan pamannya langsung ke sana," kata dia.

(*/tribun-medan.com)

 Baca berita TRIBUN MEDAN lainnya di Google News

Ikuti juga informasi lainnya di FacebookInstagram dan Twitter

Artikel ini telah tayang di TribunSumsel.com 

Sumber: Tribun Sumsel
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved