Pengantin Gagal Nikah di Taput

PENJELASAN Pendeta HKI Terkait Penyebab Batalnya Pernikahan Darman Limbong-Natalia Nainggolan

Ia mengisahkan, pernikahan bersifat sakral, sehingga dirinya tak mau melanjutkan pemberkatan tersebut.

Tayang: | Diperbarui:
Penulis: Maurits Pardosi | Editor: Ayu Prasandi
Facebook.com/ Fitra Dame Silitonga.
Viral pengantin wanita di Kecamatan Sipahutar, Tapanuli Utara gagalkan pernikahannya. Video viral itu diunggah oleh akun Facebook Fitra Dame Silitonga 

"Karena pemberkatan itu kan bukan pemberkatan main-main, itu kan sakral, sampai seumur hidup bahkan sampai maut memisahkan.

Secara aturan, pihaknya telah menjalankan proses mulai dari persiapan hingga di hari H pemberkatan.

"Terkait ke hal pemberkatan itu, segala prosedur sudah dilakukan oleh gereja, termasuk malua, martumpol, tingting pertama ( pengumuman pertama ), tingting kedua ( pengumuman kedua ), itu semua sudah dilakukan dan terlaksana dan terakhir sebelum melangkah ke dalam Gereja akta kawin ditandatangani mereka berdua oleh Sudarman Limbong dan Natalina boru Pusuk.

Ia mengatakan, Sudarman Limbong adalah jemaat di HKI setempat sementara perempuan berasal dari Kota Tarutung.

"Guru SD di Huta Mamukka, dan si cewek kata si cowok saat mengantar foto katanya bekerja di Rumah Sakit Umum di Tarutung," terangnya.

"Kalau yang laki-laki iya, memang jemaat HKI, bapaknya mantan sintua namun sudah meninggal. Tapi yang perempuan dari Tarutung," pungkasnya.

Saat Martuppol (Tunangan) Wajah Natalia Ceria 

Selanjutnya, pendeta tersebut menjelaskan persiapan pernikahan kedua mempelai tersebut sudah dimulai dengan baik dan tak ada tanda-tanda bahwa akan terjadi pembatalan.

Mulai dari martumpol hingga persiapan sebelum acara di gereja berlangsung.

"Pada saat Martumpol, kedua belah pihak baik raja adat dan gereja serta jemaat ada di sana. Semua tahapan untuk mendapatkan pemberkatan dilalui dengan baik," tutur Pendeta Binton Simanjuntak, Jumat (1/12/2023).

"Bahkan surat akta kawin mereka tandatangani dengan baik dan senyum tanpa ada raut wajah yang terbebani saat berada di ruang konsistori. Nah memang di situ kita herannya," sambungnya.

Ia mengutarakan acara pemberkatan diselenggarakan di Gereja HKI Siparendean, Kecamatan Sipahutar, Kabupaten Tapanuli Utara.

"HKI Siparendean, Kecamatan Sipahutar, Kabupaten Tapanuli Utara," tuturnya.

Ia juga memohon agar kejadian ini jangan dibesarkan lagi karena viral sejak kemarin, Kamis (30/11/2023).

Hingga hari ini, Jumat (1/12/2023), kejadian ini masih pembicaraan di tengah masyarakat.

"Imbauan saya, mohon lah jangan dibesar-besarkan, kita lihatlah ada sisi yang dirugikan, secara khusus saya pribadi. Kita melakukan semua tahapan itu tapi banyak media sosial yang menjatuhkan pendeta dengan berbagai dalih," ujarnya.

Sumber: Tribun Medan
Halaman 2/4
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved