Dedi Iskandar Batubara
Dedi Iskandar Batubara Minta Negara Larang Simbol dan Propaganda Israel: Zionis Lakukan Genosida
Kejahatan genosida atau pembantaian Israel terhadap warga Palestina tidak bisa ditolerir dari segi kemanusiaan
TRIBUNMEDAN.COM, MEDAN - Kejahatan genosida atau pembantaian Israel terhadap warga Palestina tidak bisa ditolerir dari segi kemanusiaan.
Hal ini disampaikan Ketua PW Al-Washliyah Sumatera Utara, H. Dedi Iskandar Batubara.
"Pemerintah harus melarang segala bentuk simbol dan propaganda zionis Israel muncul di Indonesia," ujar Dedi Iskandar Batubara kepada media, Rabu (29/11/2023).
Baca juga: Calon DPD RI Dedi Iskandar Batubara Siapkan 1.000 Tim Kampanye: Setiap Kabupaten Ada 30-an Orang
Menurutnya, peristiwa konflik atau baku hantam antara pendukung Palestina dengan pendukung Israel yang berujung wacana penistaan agama khususnya Islam patut disesalkan.
Dan, menjadi sorotan isu nasional lantaran menyinggung masalah suku, agama, rasa dan antargolongan (SARA).
"Ada belasan ribu orang Palestina dibantai. Itu bukan jumlah kecil. Saya kira sederhananya komitmen negara untuk serius terhadap pembantaian yang tidak berprikemanusiaan," katanya.
Jadi, negara harus terbuka melarang segala bentuk yang bisa menimbulkan propaganda.
"Baik simbol dan lainnya. Harus ada larangan simbol-simbol zionis Yahudi sebagaimana negara melarang simbol komunis atau PKI," ujar anggota DPD RI ini.
Tidak hanya itu, fatwa MUI melarang dan mengharamkan produk Yahudi sudah tepat.
Baca juga: PD Muslimat Al Washliyah Dilantik, Wabup Deliserdang: Semoga Jadi Wadah Perempuan Luar Biasa
"Saya kira sudah peringatan keras. Bukan hanya simbol bahkan produk yang disinyalir ada aliran bantuan ke sana (Israel), tinggal ditindaklanjuti aja karena sudah diharamkan MUI," katanya.
Ia mengungkapkan ada semacam pengalihan isu atawa agenda politik nasional. Sehingga atensi masyarakat beralih ke wacana pro kontra pembantaian Israel terhadap warga Palestina.
Seolah makna demokrasi hanya diartikan bebas memberikan dukungan. Padahal di dalamnya, tersimpan sejarah pembantaian yang sejatinya merupakan simbol ujaran kebencian (hatespeech) yang sebenarnya.
(*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/medan/foto/bank/originals/iskandar-batubara_20180109_173446.jpg)