Tribun Wiki
Tradisi Ndakan Page Mbaru pada Suku Karo yang Dilakukan Usai Panen
Tradisi Ndakan Page Baru atau Beras Page Baru merupakan tradisi yang terus dilakukan warga suku Karo usai panen padi
TRIBUN-MEDAN.COM,- Masyarakat suku Karo dikenal sebagai suku yang memiliki beragam tradisi dan budaya.
Satu diantara tradisi yang mungkin masih ada hingga saat ini adalah tradisi Ndage Page Baru atau Beras Page Mbaru.
Dilansir dari Repositori Kemendikbud, tradisi Ndage Page Baru biasa dilakukan warga suku Karo selepas melakukan panen padi.
Baca juga: Tradisi Kuning-kuningen pada Suku Karo yang Mulai Memudar
Ndage Page Baru adalah padi yang baru saja dipanen.
Padi yang masih baru ini kemudian diserahkan kepada kalimbubu (orang yang sangat dihormati dalam suku Karo).
Tidak hanya kepada kalimbubu, di beberapa tempat, beras baru ini juga diserahkan kepada para tetua adat atau kepala kampung.
Tujuannya, sebagai bentuk penghormatan, karena panen mereka sudah selesai dilakukan dengan lancar.
Baca juga: Tradisi Upacara Mameree Cinta Lao pada Suku Pakpak di Sumut
Di beberapa tempat, biasanya tradisi Ndage Page Mbaru ini tidak hanya menyerahkan padi saja.
Ada juga yang menyerahkan padi bersama ayam hitam betina.
Seperti suku Karo di Kabupaten Langkat.
Mereka menyerahkan padi dan ayam hitam kepada kalimbubu.
Kemudian, ayam hitam tadi dimasak sesuai permintaan kalimbubu.
Baca juga: Tradisi Upacara Mameree Cinta Lao pada Suku Pakpak di Sumut
Setelah prosesi itu berjalan, barulah pihak keluarga yang menyerahkan padi mulai memasak dan memakan beras yang sudah dipanen.
Sementara itu, di kawasan Cingkes dan Gunung Meriah, penyerahan beras baru kepada kalimbubu itu disertai dengan pemberian kaperas.
Kaperas adalah sejenis ikan kecil yang bersisik mengkilap.
Baca juga: Tradisi Berburu Kepala di Nias pada Masa Lampau yang Dijadikan Tumbal Hingga Mas Kawin
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/medan/foto/bank/originals/petani-panen-padi.jpg)