Tribun Wiki

SOSOK Ibnu Sina, Bapak Kedokteran Muslim

Ibnu Sina, yang dikenal oleh dunia barat sebagai Avicenna, adalah seorang dokter, astronom dan penulis

Tayang:
Editor: Array A Argus
INTERNET
Ibnu Sina 

TRIBUN-MEDAN.COM,- Dalam perkembangan Islam, banyak tokoh ilmuwan yang dikenal hingga saat ini.

Satu diantara ilmuwan itu adalah Ibnu Sina.

Ibnu Sina dikenal sebagai bapak kedokteran Muslim.

Sebab, banyak karyanya yang diadopsi dunia kedokteran, bahkan hingga saat ini.

Baca juga: Hamzah bin Abdul Muthalib, Sahabat Nabi yang Dijuluki Singa Allah

Bukunya yang terkenal berjudul Al-Qanun fi At-Thibb atau The Canon of Medicine (Kitab Pengobatan).

Buku ini menjadi rujukan utama dunia kedokteran Eropa hingga pertengahan abad ke XVII.

Lahir dekat Wilayah Uzbekistan

Ibnu Sina lahir pada 980 di Afsyanah, daerah dekat Bukhara (sekarang wilayah Uzbekistan) dan meninggal pada bulan Juni 1037 di Hamadan, Persia (sekarang Iran).

Pada masa itu, Kesultanan Samaniyah di Bukhara sedang diguncang konflik internal, setelah sebelumnya menjadi salah satu sentral kebudayaan menyaingi Baghdad.

Baca juga: Pohon Gharqad, Tanaman yang Disebut Akan Jadi Tempat Persembunyian Yahudi

Ayahnya berasal dari Balkh, sedangkan ibunya berasal dari desa setempat di sekitar Bukhara.

Jenius Sejak Belia

Melansir Britannica, Ibnu Sina telah memperlihatkan kecerdasannya sejak masih anak-anak.

Pada usia 10 tahun, dia telah membaca dan menghapalkan seluruh isi Alquran.

Menginjak usia remaja, dia belajar ilmu penalaran dasar dari seorang guru, dan kemudian mempelajari pemikiran-pemikiran filsuf era Hellenistik secara otodidak.

Baca juga: Sejarah Tembok Ratapan yang Diyakini Sebagai Telinga Tuhan oleh Yahudi, Tempat Paus II Berdoa

Pada usia 16 tahun, Ibnu Sina mulai mempelajari ilmu pengobatan.

Ketika itu pula, Sultan Bukhara jatuh sakit dan tidak ada satu pun tabib istana yang mampu mengobati.

Ibnu Sina kemudian dipanggil untuk menyembuhkan sang raja.

Di luar dugaan, dia berhasil melaksanakan tugasnya.

Baca juga: Kaab al-Ahbar, Orang Yahudi Ahli Kitab dan Dikenal di Kalangan Umat Islam

Sebagai bentuk terima kasih, Sultan kemudian mengizinkan Ibnu Sina mengakses perpustakaan Samanid, yang kemudian memperluas cakrawala pemikiran dan pengetahuannya.

Memasuki usia 21 tahun, Ibnu Sina mulai aktif menuliskan pemikirannya.

Tidak kurang dari 240 karya mencakup berbagai bidang, mulai dari matematika, fisika, astronomi, musik, dan puisi telah dia hasilkan.

Membagi Ilmu Pengetahuan

Karya penting Ibnu Sina, seperti Kitab al-Shifa atau Buku tentang Penyembuhan, merupakan ensiklopedia yang mencakup empat bagian, yaitu penalaran, fisika, matematika, dan metafisika.

Dalam karyanya itu, Ibnu Sina membagi ilmu pengetahuan ke dalam beberapa klasifikasi.

Misalnya di bidang fisika, dia mendiskusikan alam menurut delapan prinsip dasar sains, yaitu sains secara umum, benda langit dan objek geografis, unsur-unsur utama, meteorologi, minearologi, botani, zoologi, dan psikologi (ilmu tentang jiwa).

Baca juga: SOSOK Siti Walidah, Pahlawan Nasional Pendiri Aisyiyah Menentang Menyembah Matahari dan Kawin Paksa

Karya penting lain Ibnu Sina adalah Al-Qanun fi At-Thibb atau Kitab Pengobatan, yang terdiri dari lima buku.

Dalam buku pertama, Ibnu Sina membahas metode pengobatan berdasarkan pengamatan terhadap empat unsur, yaitu tanah, udara, api, dan air.

Buku kedua membahas materia medica atau pengetahuan tentang efek terapeutik yang terjadi pada tubuh dari setiap zat yang digunakan untuk penyembuhan.

Di buku ketiga, Ibnu Sina mengulas tentang penyakit-penyakit pada tubuh manusia, mulai dari ujung kepala hingga ujung kaki.

Kemudian pada buku keempat, dia menyajikan pengamatan penyakit yang tidak spesifik pada organ tertentu, seperti demam.

Lalu pada buku kelima, Ibnu Sina membahas tentang obat-obatan majemuk.

Di buku kedua dan kelima, dia menyajikan sekitar 760 contoh obat-obatan majemuk.

Kitab Pengobatan menjadi salah satu warisan penting Ibnu Sina, karena dipakai sebagai buku rujukan utama di Eropa hingga pertengahan abad XVII.(tribun-medan.com)

Baca berita TRIBUN MEDAN lainnya di Google News

Ikuti juga informasi lainnya di FacebookInstagram dan Twitter      

Sumber: Kompas.com
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved