Viral Medsos

TERUNGKAP Proses Pendekatan Koalisi Indonesia Maju terhadap Gibran Agar Bersedia Mendampingi Prabowo

Terungkap Proses Pendekatan Koalisi Indonesia Maju terhadap Gibran Rakabuming Raka Agar Bersedia Mendampingi Prabowo Subianto di Pilpres 2024.

Tayang: | Diperbarui:
Editor: AbdiTumanggor
istimewa
Wali Kota Solo Gibran Rakbuming Raka dan Ketua DPP PDI Perjuangan (PDIP) Puan Maharani. 

Revisi yang kedua adalah melakukan revisi terhadap UU Pemilu, khususnya terkait ambang batas pencalonan presiden atau Presidential Threshold/PT 20 persen dan juga orang Parliamentary Threshold. "Biarlah orang kampung dari partai misalnya, Gede Pasek dari Bali dia maju di Bali, suatu hari dia terpilih di Bali, Karena dia asli orang Bali yang dikenal vocal bersuara di Jakarta, sehingga nitip suara dia itu ada jaminan. Biarin aja dia sendiri di sini kalau PKN-nya enggak lolos threshold, ngapain nggak ada kesulitannya mengelola partai yang banyak di parlemen ini, bubarkan itu fraksi kalau kita mau," pungkasnya dikutip dari Tribunnews.com.

Prabowo Subianto tengah dijodohkan degan Gibran Rakabuming, Wali Kota Solo.
Prabowo Subianto tengah dijodohkan degan Gibran Rakabuming, Wali Kota Solo. (HO)

Sudah didesain pihak Prabowo

Terkait pasangan capres-cawapres Koalisi Indonesia Maju, Prabowo Subianto dan Gibran Rakabuming Raka, Peneliti Politik ESEAS Yusof Ishak Institute Made Supriatma menilai, jauh-jauh hari sudah didesain untuk maju di Pilpres 2024.

Peneliti Politik ESEAS Yusof Ishak Institute Made Supriatma menyebut karena sudah didesain, maka tidak mengejutkan atas pilihan Prabowo terhadap Gibran. "Tidak ada yang mengejutkan sama sekali. Ini sesuatu yang sudah didesain," ujar Made dalam Sapa Indonesia Malam di Kompas TV, Rabu (26/10/2023).

Namun, Made menilai, munculnya sentimen negatif masyarakat terkait politik dinasti terhadap pasangan Prabowo-Gibran. Sebab, nama putra sulung Presiden Joko Widodo itu mencuat dalam kontestasi Pilpres 2024 berangkat dari keputusan kontroversial Mahkamah Konstitusi (MK).

Menurut Made, Prabowo-Gibran menyadari adanya sentimen negatif ini. Karena itu, ia memprediksi pasangan ini akan memaksimalkan kampanye untuk mengubah opini publik.

"Mereka percaya dengan kampanye yang bagus itu mereka bisa memenangkan pilihan ini, bisa mengubah persepsi publik tentang politik dinasti ini. Saya kira hal itu bukan sesuatu yang mustahil," tegas dia dikutip dari Kompas.com.

Pilihan Gibran: Kekuatan Simbol, Muda dan Berprestasi

Sementara, politikus Partai Golkar Nusron Wahid mengatakan pasangan Prabowo-Gibran adalah jawaban untuk kepemimpinan Indonesia saat ini.

Karena itu, ia menilai tidak salah jika ulama, pengasuh ponpes, santri dan warga NU lainnya menjatuhkan pilihan kepada Prabowo-Gibran.

Hal ini ia sampaikan saat menghadiri Forum Ulama dan Santri Se-Indonesia (FUSI) yang memberikan dukungan kepada pasangan Prabowo Subianto-Gibran Rakabuming di Pilpres 2024.

Forum tersebut terdiri dari sejumlah ulama dan pengasuh pondok pesantren di DKI Jakarta. "Alasannya, pertama, Prabowo bukan figur baru dan asing bagi NU. Tahun 1995 sudah dijadikan anggota kehormatan Ansor zaman Ketua Umumnya Alm Habib Iqbal Assegaf," ujar Nusron, Rabu (25/10/2023).

Tim Kampanye Nasional (TKN) Prabowo-Gibran itu juga menilai, pasangan Prabowo-Gibran mencerminkan kombinasi 'Nusantara' yang dalam arti NU, Santri dan Tentara. "Pak Prabowo adalah tentara sejati yang punya jiwa leadership tinggi. Pak Prabowo santrinya Gus Dur. Tidak pernah menyakiti apalagi mengkhianati Gus Dur. Semua tahu itu kedekatan Gus Dur dan Prabowo," terangnya.

Nusron menilai sosok Gibran Rakabuming adalah santri dari KH Abdul Karim Surakarta. Ia yakin dan mengetahui keluarga Presiden Jokowi menuntut ilmu agama langsung dari KH Abdul Halim. "Saya tahu persis keluarga Pak Jokowi dari almarhumah Ibunya, istri dan anak-anaknya Pak Jokowi semua ngaji Al-Qur'an sama Mbah Kyai Abdul Karim," tegasnya.

Alasan lain menurut Nusron, pasangan Prabowo-Gibran mencerminkan simbol rekonsiliasi dan keberlanjutan, sehingga diyakini mampu menciptakan stabilitas politik, dan ekonomi Indonesia dapat meningkat. Semua program yang bagus dari Presiden Jokowi, menurutnya akan dilanjutkan oleh Prabowo-Gibran. Sementara, program yang belum sempurna akan diperbaiki.

Menurutnya, Gibran merupakan wali kota muda yang sukses memimpin Solo. "Ini sesuai semangat kaidah dan prinsip NU. Al Muhafadzah ala qodimi al sholih wal akhdzu bil jadidil ashlah (melestarikan nilai nilai lama yang masih baik, dan mengambil nilai-nilai baru yang lebih baik),"ujarnya.

Nusron juga mengatakan, Prabowo Subianto adalah sosok yang ikhlas untuk mengabdikan diri kepada negara. "Pak Prabowo figur yang legowo dan ikhlas. Sebagai Capres yang dikalahkan Pak Jokowi, tapi bersedia gabung pemerintahan ketika diminta. Ini luar biasa," kata dia.

Megawati Soekarnoputri dan Gibran Rakabuming Raka.
Megawati Soekarnoputri dan Gibran Rakabuming Raka. (HO)

Bagi Gibran Tak Masalah Dianggap Pengkhianat

Sumber: Tribunnews
Halaman 3/4
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved