Tribun Wiki

Kisah Masjid Al Aqsa yang Menjadi Kiblat Pertama Umat Islam

Masjid Al Aqsa atau Baitul Maqdis yang ada di Kota Lama Yerussalem menjadi kiblat pertama umat Islam

Editor: Array A Argus
AP PHOTO/MAHMOUD ILLEAN
Warga Palestina mengevakuasi seorang pria yang terluka selama bentrokan dengan pasukan keamanan Israel di depan Masjid Kubah Batu di kompleks Masjid Al Aqsa di Kota Tua Yerusalem Senin, 10 Mei 2021. 

TRIBUN-MEDAN.COM,- Makkah adalah satu diantara kota suci bagi umat Islam.

Sehingga, Makkah, khususnya Ka'bah di Masjidil Haram dijadikan kiblat atau arah salat bagi umat Islam.

Namun, sebelum umat Islam salat menghadap Ka'bah, sebelumnya kiblat pertama umat Islam adalah Masjid Al Aqsa atau Baitul Maqdis.

Ustaz Adi Hidayat menerangkan, setelah turunnya perintah salat di Makkah, Nabi Muhammad Shallallahu Alaihi Wassalam (SAW) salat menghadap ke Baitul Maqdis yang ada di Kota Lama Yerussalem.

Baca juga: Hamzah bin Abdul Muthalib, Sahabat Nabi yang Dijuluki Singa Allah

Selama menjalankan salat menghadap Masjid Al Aqsa, Rasulullah kerap dicemooh bangsa Yahudi.

Mereka menuding Nabi Muhammad menghadap ke kuil-kuil bangsa Yahudi.

Di sana, banyak patung-patung yang disembah oleh kaum kafir Quraish.

Sehingga, Rasulullah SAW kemudian berdoa kepada Allah S.W.T untuk memindahkan arah salat atau kiblat ke Makkah.

Baca juga: Kisah Sahabat Nabi Muhammad yang Kini Berusia 1.400 Tahun, Ada di Yordania

Selama dua tahun Rasulullah berdoa, Allah S.W.T kemudian menurunkan surat Al-Baqarah Ayat 144.

قَدْ نَرٰى تَقَلُّبَ وَجْهِكَ فِى السَّمَاۤءِۚ فَلَنُوَلِّيَنَّكَ قِبْلَةً تَرْضٰىهَا ۖ فَوَلِّ وَجْهَكَ شَطْرَ الْمَسْجِدِ الْحَرَامِ ۗ وَحَيْثُ مَا كُنْتُمْ فَوَلُّوْا وُجُوْهَكُمْ شَطْرَهٗ ۗ وَاِنَّ الَّذِيْنَ اُوْتُوا الْكِتٰبَ لَيَعْلَمُوْنَ اَنَّهُ الْحَقُّ مِنْ رَّبِّهِمْ ۗ وَمَا اللّٰهُ بِغَافِلٍ عَمَّا يَعْمَلُوْنَ

Artinya: "Maka hadapkanlah wajahmu ke arah Masjidil Haram. Dan di mana saja engkau berada, hadapkanlah wajahmu ke arah itu. Dan sesungguhnya orang-orang yang diberi kitab (Taurat dan Injil) tahu, bahwa (pemindahan kiblat) itu adalah kebenaran dari Tuhan mereka,".

Baca juga: Adab Tidur Rasulullah Memiliki Banyak Manfaat Bagi Kesehatan, Berikut Penjelasan Dokter

"Allah ingin memberikan hikmah kepada keadaan-keadaan berikutnya, yang membuat orang Islam nyaman menerimanya," kata Ustaz Adi Hidayat, seperti dikutip dalam ceramahnya di channel Youtube Audio Dakwah, Jumat (27/10/2023).

UAH menjelaskan, turunnya surat Al-Baqarah ini sekaligus ingin menegaskan kepada bangsa Yahudi, bahwa risalah yang dibawa Nabi Muhammad S.A.W ini benar adanya.

Dengan turunnya ayat tersebut, kata UAH, sekaligus ingin menurunkan kecongkakan bangsa Yahudi yang merasa paling unggul dari bangsa lainnya.

Setelah kiblat berpindah ke Ka'bah, sampai hari ini umat Islam salat menghadap ke Masjidil Haram di Mekkah.(ray/tribun-medan.com)

Baca berita TRIBUN MEDAN lainnya di Google News

Ikuti juga informasi lainnya di FacebookInstagram dan Twitter     

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved