Berita Viral

Tangis Pilu Anak Panti Asuhan di Sumsel, Kena Prank Donatur, Bantuan Diambil Lagi Usai Foto Bareng

Pengurus panti asuhan bernama Sarmini mengungkapkan panti asuhan sempat didatangi tiga orang yang membawa 18 dus makanan ringan

Tayang: | Diperbarui:
Editor: Satia
Istimewa
Tangis pilu anak-anak di panti asuhan Elnuza, di Jalan Kapten A. Rivai, Pasar Talang Jawa kecamatan Sekayu, Kabupaten Musi Banyuasin (Muba), Sumatera Selatan. 

TRIBUN-MEDAN.COM, MEDAN - Tangis pilu anak-anak di panti asuhan Elnuza, di Jalan Kapten A. Rivai, Pasar Talang Jawa kecamatan Sekayu, Kabupaten Musi Banyuasin (Muba), Sumatera Selatan.

Pengelola panti dan anak-anak kena prank oleh tiga donatur.

Awalnya para donatur ini memberikan bantuan kepada panti asuhan. 

Namun, ketiga donatur ini kembali lagi ke panti asuhan dan mengambil barang-barang yang sudah diberikan tersebut.

Baca juga: Viral Insiyur Lulusan ITB Tinggal di Rumah Mewah Terbengkalai, Depresi Anak Meninggal dan Istri Lari

Para donatur yang melakukan prank ini  mengambil bantuan setelah berfoto dan minta tanda tangan.

Pengurus panti asuhan bernama Sarmini mengungkapkan panti asuhan sempat didatangi tiga orang yang membawa 18 dus makanan ringan pada Selasa (24/10/2023) lalu.

Saat itu, Sarmini tengah memasak di dapur untuk makanan penghuni panti.

"Begitu datang mereka menanyakan anak-anak," kata Sarmini.

Sarmini mengaku anak-anak sedang di sekolah dan hanya ada beberapa anak saja yang ada di panti.

"Ya sudah anak yang ada saja," kata Sarmini menirukan omongan pria tersebut.

Baca juga: Rekam Jejak Mentan Amran Sulaiman, Gagal Swasembada Beras hingga Pernah Bersitegang dengan Mendag

Lalu para donatur tersebut ditemani dua orang anak dan seorang pengurus.

Mereka sempat menemani donatur tersebut berfoto di depan plang nama panti asuhan.

Adapun hanya satu orang yang berfoto dengan anak dan pengurus panti.

Sedangkan dua lainnya tidak berfoto hanya menunggu saja.

Kemudian salah seorang dari mereka masuk dan meminta tandatangan pengurus dan minta stempel panti asuhan.

Baca juga: Wajib Tahu! Ini Profil 4 Member Cantik JKT48 yang Meriahkan Iklan Shopee 11.11 Big Sale

Namun betapa kagetnya Sarmini begitu keluar ke tempat berfoto tadi, ia tidak menemukan belasan dus makanan.

"18 dus makanan itu sudah tidak ada lagi diduga sudah dibawa ke dalam mobil," kata dia.

Menurut Sarmini para donatur pergi begitu saja setelah meminta tandatangan dan stempel sambil membawa barang bantuan.

"Mereka pergi sambil bawa barang bantuan lagi," kata dia.

Baca juga: Kapolres Simalungun Edukasi Siswa SMA N 1 Dolok Panribuan Wawasan Kebangsaan dan Nilai Toleransi 

Anak Panti Menangis

Anak-anak panti sempat menangis akibat bantuan diambil lagi.

Ketua Panti Elnuza Nurjanah mengatakan peristiwa yang dilakukan oknum dalam memberi bantuan tetapi tidak diberikan bantuannya merupakan hal yang pertama.

Pihaknya sangat menyesali perbuatan oknum yang melakukan prank terhadap anak-anak Panti Elnuza.

Baca juga: Perselingkuhan Istri dan Adik Ipar Terkuak, Berawal dari Curiga Karena Anaknya tak Mirip Suami

"Ini merupkan hal yang pertama bagi kami, kami mengimbau oknum donatur tersebut jangan mengulanginya pada panti-panti lainnya.

Kami meminta oknum donatur tersebut datang kesini dan meminta maaf kepada anak-anak panti,"kata Nurjanah.

Lanjutnya, dengan prank yang dilakukan oknum donatur anak-anak sempat kecewa karena barang tersebut diambil kembali.

"Anak-anak kasian karena dibohongi, anak-anak sangat ingin makan barang diberikan saat itu.

Mereka nangis mau makanan itu, semoga ke depan kejadian serupa tidak terjadi lagi,"jelasnya.

Artikel ini diolah dari Tribun Trends

Baca Berita Tribun Medan Lainnya di Google News

Sumber: Tribun Medan
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved