Tribun Wiki

Apa Itu Disleksia dan Dampaknya Kepada Anak

Penyakit disleksia bisa menyerang siapa saja termasuk anak. Lantas, bagaimana gejala dan dampak yang ditimbulkan

Tayang:
Editor: Array A Argus
INTERNET
Disleksia pada anak 

TRIBUN-MEDAN.COM,- Disleksia menurut wikipedia adalah gangguan belajar yang ditandai dengan kesulitan membaca.

Masalah disleksia ini banyak mempengaruhi anak-anak di sejumlah negara.

Anak yang sehat dan normal, belum tentu bisa lepas dari masalah disleksia ini. 

Menurut informasi, disleksia ini bukan karena kurangnya kecerdasan dan kesalahan dalam membaca instruksi atau kesalahan dalam memberikan pengajaran.

Namun, ada faktor lain yang mempengaruhinya. 

Penyebab Disleksia

Penyebab utama disleksia berasal dari faktor genetik.

Seorang anak penderita disleksia mungkin memiliki orang tua, saudara kandung, atau anggota keluarga lain yang menderita kelainan yang sama.

Disleksia menyebabkan disfungsi pada bagian otak yang memproses bahasa, yang berguna untuk memahami bahasa.

Disfungsi otak menyebabkan penderita disleksia membaca lebih lambat dan kesulitan memahami bahasa.

Disleksia berbeda-beda pada setiap orang dan tidak selalu berdampak negatif pada kehidupannya.

Ciri-ciri Anak yang Mengalami Disleksia

Penyakit disleksia pada anak-anak yang sudah masuk sekolah akan terlihat lebih jelas.

Anak-anak akan mengalami kesusahan ketika mengikuti pelajaran di sekolah, seperti pada pembelajaran menulis dan membaca.

Ciri-ciri umum yang mudah dikenali, meliputi:

- Anak yang mengalami disleksia yaitu kesulitan membaca atau lebih lambat dibandingkan anak seumurannya.

- Tidak mampu menjelaskan perbedaan antara huruf dan kata

- Kesusahan menggabungkan huruf sehingga menjadi sebuah kata

- Membaca dengan terbata-bata

- Kesusahan memahami sebuah makna dari apa yang dibaca

- Keterlambatan menulis

- Kesusahan untuk mengikuti intruksi yang diberikan atau terlihat linglung.

Terapi yang Bisa diberikan Kepada Anak Disleksia

Ketika seorang anak menderita disleksia, sejumlah pengobatan dapat ditawarkan.

Terapi yang dilakukan sangat membantu dalam meningkatkan kemampuan membaca dan menulis anak.

Terapi ini membantu anak bersosialisasi dan berintegrasi dengan anak lain di sekolah.

Pengobatan disleksia paling baik dilakukan setelah gejala disleksia diketahui.

Berabagai terapi yang biasa dilakukan oleh anak penderita disleksia menurut dr. Surya Seftiawan Pratama antara lain:

1. Tes Psikologi

Tes psikologi dilakukan pada awal sebelum penempatan terapi yang akan dilakukan pada anak.

Tes psikologi digunakan untuk mengetahui seberapa jauh kemampuan anak sehingga dapat menentukan jenis terapi yang akan dilakukan.

Tes psikologi ini juga dapat melihat apakah ada masalah lain yang dialami anak, seperti ADHD atau depresi.

2. Program Membaca

Program membaca dilakukan menyesuaikan dengan tingkat keterampilan membaca anak.

Program ini membantu anak untuk membaca dengan cepat, memahami bacaan, hingga menulis dengan lebih baik.

Contoh dari program membaca yaitu Orton-Gillingham dan Multisensory Instruction.

3. Bantuan Orang Luar

Bantuan dari orang luar yang dimaksud adalah guru di tempat anak tersebut bersekolah.

Orang tua perlu memberitahukan guru anak tersebut mengenai gaya belajar yang perlu diterapkan untuk anaknya.

Anak dengan disleksia termasuk anak luar biasa yang perlu dibimbing secara khusus supaya kemampuan dirinya dapat berkembang.

4. Strategi Belajar

Berikut adalah beberapa tips belajar yang dapat diterapkan untuk penderita disleksia antara lain:

• Berlatih membaca di tempat yang kondusif

• Mendengarkan buku atau CD komputer sambil membaca bersamaan dengan rekaman yang diputar

• Bagilah setiap pekerjaan menjadi tugas-tugas kecil

• Mintalah bantuan dari guru atau mentor ketika membutuhkan

• Bergabunglah dengan grup untuk para penderita disleksia

• Beristirahatlah yang cukup dan makan makanan yang sehat.

Sekolah untuk Anak Disleksia

Sekolah untuk anak disleksia sudah tersedia dan disediakan oleh lembaga-lembaga pendidikan.

Sekolah untuk anak disleksia merupakan sekolah khusus.

Hal ini hanya perlu dikoordinasikan dengan guru sekolah mengenai cara belajar khusus yang harus diterapkan pada anak tersebut.

Berikut adalah lima tips bagi orang tua atau anak disleksia memasuki dunia pendidikan, yaitu:

• Pastikan bahwa anak telah melakukan tes psikologi untuk penempatan kelas dan cara pembelajaran yang tepat

• Pertimbangkan apakah anak memerlukan sekolah khusus/privat atau mampu bersekolah di sekolah umum

• Jangan menghiraukan stigma tertentu terkait sekolah yang akan ditempati

• Pertimbangkan mengenai biaya tambahan terkait kebutuhan anak

• Temui dan diskusikan mengenai pembelajaran yang akan diterima dan lakukan survei langsung terhadap lingkungan sekolah.

Anak penderita disleksia bukanlah anak yang tidak mampu melainkan anak yang memiliki kemampuan luas biasa.

Kemampuan anak penderita disleksia perlu diasah dan dikembanglan dengan metode yang tepat agar dapat berkembang dengan baik.

Orang tua yang memiliki anak penderita disleksia perlu mulai lebih memperhatikan kebutuhannya.

Memberikan bimbingan dan pembelajaran yang tepat agar anak dapat berkembang sesuai dengan usia perkembangannya.

Berikut informasi mengenai penyakit disleksia semoga dapat membantu yah Tribunners.(mag2/tribun-medan.com)

Baca berita TRIBUN MEDAN lainnya di Google News

Ikuti juga informasi lainnya di FacebookInstagram dan Twitter

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved