Berita Viral

Rumah Sakit di Gaza Terkena Serangan, 500 Orang Dilaporkan Tewas, Israel dan Hamas Saling Tuding

Sebagaimana dikutip Reuters, Menteri Kesehatan di pemerintahan Gaza yang dikelola Hamas, Mai Alkaila, menuduh Israel melakukan "pembantaian" di RS Al-

Tayang:
Editor: Liska Rahayu
AP Photo/Fatima Shbair
Warga Palestina mengevakuasi korban luka dari sebuah bangunan yang hancur akibat pemboman Israel di kamp pengungsi Rafah di Jalur Gaza pada Selasa, 17 Oktober 2023. 

Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) mengutuk serangan mematikan pada Selasa di sebuah rumah sakit di Gaza dan menuntut perlindungan segera bagi warga sipil dan layanan kesehatan di jalur tersebut.

“WHO mengutuk keras serangan terhadap Rumah Sakit Al Ahli Arab,” kata badan kesehatan PBB itu dalam sebuah pernyataan, dikutip dari AFP.

“Rumah sakit itu masih beroperasi, dengan pasien, petugas kesehatan dan perawat, serta pengungsi internal berlindung di sana.

Laporan awal menunjukkan ratusan korban jiwa dan cedera,” jelas WHO.

Direktur Kedaruratan WHO Michael Ryan menegaskan bahwa setiap serangan terhadap layanan kesehatan merupakan pelanggaran hukum internasional.

“Atribusi dan penyebabnya, mustahil bagi WHO untuk dapat menentukannya,” katanya dalam konferensi pers.

WHO mengatakan bahwa mereka sangat membutuhkan akses ke Gaza untuk mengirimkan bantuan dan pasokan medis, serta memperingatkan akan adanya krisis kemanusiaan jangka panjang.

Truk-truk bantuan Mesir telah menunggu di perbatasan menuju Gaza, tetapi tidak ada kesepakatan untuk mengizinkan mereka masuk.

Israel Sebut karena Roket Hamas Salah Sasaran

Militer Israel menyatakan mereka tidak terlibat dalam ledakan yang menewaskan ratusan orang di sebuah rumah sakit di Kota Gaza, Palestina.

Mereka menyatakan ledakan itu disebabkan oleh roket Hamas yang salah sasaran.

Kementerian Kesehatan yang dikelola Hamas di Gaza mengatakan serangan udara Israel yang menyebabkan ledakan tersebut.

Ledakan itu menewaskan 500 orang, dan masih banyak korban selamat lainnya yang harus mencari perlindungan dari serangan Israel yang sedang berlangsung.

Namun militer Israel mengatakan militan Palestina telah menembakkan rentetan roket di dekat rumah sakit pada saat itu.

Kementerian Kesehatan Palestina menyatakan serangan udara Israel pada Selasa (17/10/2023) menghantam sebuah rumah sakit di Kota Gaza yang penuh dengan warga Palestina yang terluka.

Serangan ini menewaskan ratusan orang dan diketahui bahwa hal itu serangan udara paling mematikan dalam lima perang yang terjadi sejak tahun 2008.

Sumber: Kompas.com
Halaman 2/3
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved