Perang Hamas vs Israel
Profil RS Tertua Al Ahli Arab Terkena Serangan 500 Orang Tewas, Dikelola Gereja Episkopal Yerusalem
Rumah Sakit Al Ahli Arab yang merupakan RS tertua di Yerusalem terkena serangan dan menewaskan 500 orang. Ternyata, RS tersebut
Penulis: Angel aginta sembiring | Editor: Angel aginta sembiring
TRIBUN-MEDAN.COM – Inilah profil Rumah Sakit Al Ahli Arab yang terkena serangan dan menewaskan 500 orang.
Adapun sebelumnya diberitakan, di tengah perang Hamas-Israel, sebuah rumah sakit (RS) Al Ahli Arab di Gaza terkena serangan pada Selasa (17/10/2023).
Otoritas Gaza mengatakan, serangan tersebut berasal dari Israel.
Namun, selang beberapa saat, Israel mengatakan, sebuah roket Palestina telah menyebabkan ledakan tersebut.
Ledakan itu menewaskan 500 orang.
Untuk diketahui, inilah profil Rumah Sakit Al Ahli Arab yang dikelola oleh Gereja Episkopal Yerusalem.
Dikutip dari berbagai sumber, Rumah Sakit Baptis Al-Ahli Arab merupakan salah satu rumah sakit paling tua di Yerusalem.
Sementara itu, melansir dari situs resmi Gereja Episkopal rumah sakit ini dibangun pada 1882.
Selama beroperasi rumah sakit yang dalam bahasa Arab berarti rumah sakit warga Arab, dapat memiliki 80 tempat tidur.
Mereka membebaskan deteksi kanker payudara.
Program Klinik Mobile rumah sakit itu juga gratis bagi warga di desa dan kota sekitar.
Program termasuk penyaluran makanan gratis.
Gereja Episkopal Yerusalem merupakan pengelola ketiga dari Rumah Sakit Baptis Al-Ahli Arab.
Mereka juga didukung berbagai badan amal.
Gereja Episkopal Yerusalem baru mengelola rumah sakit itu pada 1980-an.
Sebelumnya rumah sakit dioperasikan oleh misi medis bagian dari Gereja Baptis Selatan.
Ketika itu rumah sakit sempat berganti nama dengan RS Baptis.
Sementara saat baru dibangun Rumah Sakit didirikan misi gereja dari Gereja Inggris.
Baca juga: Rumah Sakit di Gaza Terkena Serangan, 500 Orang Dilaporkan Tewas, Israel dan Hamas Saling Tuding
Baca juga: Hizbullah dan Hamas Serang Israel, Gempur Kota Metula dan 2 Kota di Israel Bagian Selatan
Israel Bantah Terlibat Dalam Ledakan RS di Gaza
Sementara itu, Militer Israel menyatakan mereka tidak terlibat dalam ledakan yang menewaskan ratusan orang di sebuah rumah sakit di Kota Gaza, Palestina.
Mereka menyatakan ledakan itu disebabkan oleh roket Palestina yang salah sasaran.
Kementerian Kesehatan yang dikelola Hamas di Gaza mengatakan serangan udara Israel yang menyebabkan ledakan tersebut.
Ledakan itu menewaskan 500 orang, dan masih banyak korban selamat lainnya yang harus mencari perlindungan dari serangan Israel yang sedang berlangsung.
Namun militer Israel mengatakan militan Palestina telah menembakkan rentetan roket di dekat rumah sakit pada saat itu.
Kementerian Kesehatan Palestina menyatakan serangan udara Israel pada Selasa (17/10/2023) menghantam sebuah rumah sakit di Kota Gaza yang penuh dengan warga Palestina yang terluka.
Serangan ini menewaskan ratusan orang dan diketahui bahwa hal itu serangan udara paling mematikan dalam lima perang yang terjadi sejak tahun 2008.
Kementerian Kesehatan mengatakan sedikitnya 500 orang tewas. Foto dan video yang diambil dari Rumah Sakit al-Ahli di media sosial menunjukkan api melalap gedung dan halaman rumah sakit dipenuhi mayat-mayat yang terkoyak, banyak dari mereka adalah anak-anak kecil.
Di sekeliling mereka di rerumputan ada selimut, ransel sekolah, dan barang-barang lainnya.
Serangan itu terjadi ketika Amerika Serikat (AS) berusaha meyakinkan Israel untuk mengizinkan pengiriman pasokan kepada warga sipil, kelompok bantuan dan rumah sakit di Jalur Gaza yang kecil, yang telah dikepung sejak serangan Hamas pekan lalu.
Presiden AS Joe Biden dijadwalkan mengunjungi wilayah tersebut pada hari Rabu untuk menunjukkan dukungan kepada Israel dan mencoba mencegah penyebaran perang.
Baca juga: Israel Meniru Taktik Rusia yang Digunakan Selama Operasi Militer Khusus di Ukraina
Baca juga: 500 Ribu Rice Cooker Gratis akan Dibagikan Kementerian ESDM ke Masyarakat, Ini Syarat Calon Penerima
Ratusan warga Palestina mengungsi di al-Ahli dan rumah sakit lain di Kota Gaza dalam beberapa hari terakhir, berharap mereka terhindar dari pemboman setelah Israel memerintahkan seluruh penduduk kota dan sekitarnya untuk mengungsi ke Jalur Gaza selatan.
Hamas menyebut serangan terhadap rumah sakit pada hari Selasa sebagai pembantaian yang mengerikan.
Juru bicara militer Israel Laksamana Muda Daniel Hagari mengatakan masih belum ada rincian mengenai kematian di rumah sakit.
“Kami akan mendapatkan rinciannya dan memberikan informasi terkini kepada publik. Saya tidak tahu apakah itu serangan udara Israel,” ujarnya seperti dikutip dari The Associated Press.
Sebagai protes atas laporan serangan tersebut, Presiden Palestina Mahmoud Abbas membatalkan partisipasinya dalam pertemuan dengan Biden, Raja Yordania Abdullah II, dan presiden Mesir yang dijadwalkan akan bertemu pada Rabu hari ini di Amman, Yordania untuk membahas perang tersebut. Otoritas Palestina pimpinan Abbas menguasai sebagian Tepi Barat.
Ratusan warga Palestina membanjiri jalan-jalan di kota-kota besar Tepi Barat termasuk Ramallah, pusat Otoritas Palestina, di mana para pengunjuk rasa melemparkan batu ke arah pasukan keamanan yang membalas dengan granat kejut.
Sepanjang hari Selasa, serangan udara menewaskan puluhan warga sipil dan setidaknya satu tokoh senior Hamas di bagian selatan Jalur Gaza, tempat militer Israel memerintahkan warga Palestina untuk mengungsi.
Sebelum kematian di Rumah Sakit al-Alhi, serangan Israel di Gaza menewaskan sedikitnya 2.778 orang dan melukai 9.700 orang, menurut Kementerian Kesehatan Gaza.
Hampir dua pertiga dari mereka yang tewas adalah anak-anak, kata seorang pejabat kementerian.
Sebanyak 1.200 orang lainnya di seluruh Gaza diyakini terkubur di bawah reruntuhan, dalam keadaan hidup atau mati.
(*/TRIBUN-MEDAN.com)
Baca berita TRIBUN MEDAN lainnya di Google News
Ikuti juga informasi lainnya di Facebook, Instagram dan Twitter
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/medan/foto/bank/originals/profil-Rumah-Sakit-Al-Ahli-Arab-yang-terkena-serangan-dan-menewaskan-500-orang.jpg)