Berita Viral

Kapolsek Bungaraya Ajak Tahanan Keluar Sel karena Tak Mau Makan Keciduk Singgah di Kebun Sawit

Kapolsek Bungaraya AKP Selamet yang mengajak tahanan korupsi pupuk keluar sel karena tak mau makan keciduk singgah di kebun sawit tahanan bernama Supa

Tayang:
HO
Tangkapan layar video Kapolsek Bungaraya, AKP Slamet saat berada di dalam mobil bersama tersangka kasus dugaan korupsi, Suparmin, di Kabupaten Siak, Riau. 

TRIBUN-MEDAN.COMKapolsek Bungaraya AKP Selamet yang mengajak tahanan korupsi keluar sel karena tak mau makan keciduk singgah di kebun sawit.

Seperti diketahui Kapolsek Bungaraya AKP Selamet keciduk membawa tahanan korupsi pupuk subsidi keluar sel.

Hal itu lantaran, Kapolsek Bungaraya AKP Selamet merasa khawatir karena tahanan titipan Kejari Siak, Suparmin ini tidak mau makan.

Video kebersamaan tersangka dengan AKP Selamet beredar luas melalui jejaring whatsApp.

Mereka berada di dalam sebuah mobil Honda CRV BM 1425 TW di dalam perkebunan kelapa sawit.

Di dalam video tersebut terdengar ucapan bahwa Suparmin akan masuk mes perkebunan miliknya.

“Jadi Ini mau masuk ke dalam ya pak ya, oke baik Pak, ini dengan Pak Parmin, jadi berhubung Pak Parmin mau masuk kunci tidak ada sama saya, sekadar informasi saya beritahu ke atasan saya Pak Antoni,” kata seseorang diduga penjaga kebun di dalam video yang beredar.

Tersangka Suparmin yang ditahan di Mapolsek Bungaraya berada di bangku tengah di dalam mobil dan didampingi Kapolsek Bungaraya AKP Selamet.
Tersangka Suparmin yang ditahan di Mapolsek Bungaraya berada di bangku tengah di dalam mobil dan didampingi Kapolsek Bungaraya AKP Selamet. (HO)

Di dalam video yang beredar tampak sebelah kiri depan Kapolsek Bungaraya, AKP Selamet, dan Suparmin berada di belakangnya.

Sedangkan yang menyetir mobil diduga penasehat hukum Suparmin.

Dalam hak jawabnya, AKP Selamet mengaku tindakannya tersebut merupakan murni atas inisiatif pribadi tanpa membawa-bawa nama Kapolres. 

“Saya tidak pernah melibatkan Pak Kapolres atas tindakan saya tersebut, itu murni inisiatif saya karena tahanan sakit di dalam, murni spontanitas rasa kemanusiaan,” kata AKP Selamet dikutip Tribun-Medan.com dari Tribunpekanbaru.com, Selasa (17/10/2023).

Ia menguraikan kronologinya. Pada Sabtu (14/10/2023) ia melihat kondisi tahanan yang lemas dan stres.

 “Saya khawatir terjadi apa-apa pada tahanan itu, saya perhatikan juga tidak mau makan, maka saya ajak berobat ke tempat teman saya yang bisa mengobati orang sakit,” kata dia.

Baca juga: Sosok Kapolsek Bungaraya Keciduk Bawa Tahanan Korupsi Keluar Sel,Ngaku Khawatir karena Tak Mau Makan

Baca juga: Dituding Rocky Gerung Bikin Skenario Putusan MK Demi Gibran, Jokowi: Saya Tidak Ikut Campur!

Dalam perjalanan kembali menuju Bungaraya, tahanan tersebut minta tolong singgah sebentar di kebunnya.

Kapolsek memberikan kesempatan untuk singgah sebentar di perkebunan di kampung Rawang Air Putih, kecamatan Siak. 

“Ada video saat di kebun ini viral sampai saya diperiksa oleh Propam. Karena ini menjadi masalah tentu saya melapor ke Kapolres, bahwa saya melakukan kesalahan,” katanya.

Ia melanjutkan, ada asumsi yang mengatakan ia telah meminta izin ke Kapolres sebelum mengantar tahanan berobat. Ia menegaskan bahwa informasi itu tidak benar.

“Tidak benar itu, saya tidak pernah minta izin saat mengeluarkan tahanan. Saya melapor karena video itu viral dan saya siap bertanggungjawab. Mohon jangan disalahartikan, mohon jangan dibawa-bawa Pak Kapolres dalam hal ini,” katanya.

Baca juga: TERKUAK, Pelaku dan Korban Bullying di SMAN 1 Stabat Teman Sekolah Sejak SMP, Ini Respons Kacabdis

Baca juga: Usai Putusan MK Soal Batas Usia Capres-Cawapres, Gibran Rakabuming Dipanggil oleh DPP PDIP

Ngaku Sudah Lapor ke Kapolres Siak

Disisi lain sebelumnya, AKP Selamet mengatakan agar awak media menghubungi Kapolres Siak AKBP Asep Sujarwadi terkait hal ini.

Alasannya, ia sudah melapor ke Kapolres terkait tahanan ini.

“Karena sudah melapor ke beliau tentang tahanan ini,” katanya.

Kapolsek mengaku mengantarkan Suparmin berobat bukan ke rumah sakit, melainkan ke rumah temannya.

Alasannya, waktu membawa tahanan ke luar sel pada hari libur.

“Saya bawa dia ke tempat teman saya yang bisa mengobati orang sakit. Rencananya mau dibawa ke RSUD Tengku Rafian Siak, karena hari libur, tersangka tidak jadi dibawa ke RSUD," kata Kapolsek.

Setelah berobat ke tempat temannya, Kapolsek membawa tersangka balik ke Bungaraya.

Dalam perjalanannya, kata Kapolsek, Suparmin minta tolong untuk singgah sebentar ke kebun sawitnya yang berada di wilayah Kecamatan Siak.

Baca juga: Lolos Syarat Usia, Gerindra Sebut Ada Syarat Lain Jika Gibran Ingin Jadi Cawapres Prabowo Subianto

Baca juga: Pembangunan BRT Mebidang Senilai Rp 1,9 T Diteken Pj Gubernur, Pemko Medan Dukung Penuh


"Lokasi kebunnya tak jauh dari Makodim 0322/Siak di Kecamatan Siak. Hanya sebentar kami singgah di kebun sawit itu. Setelah itu, langsung kami balik ke Polsek. Sekarang tersangka sudah mau makan, sudah agak mendinganlah," sebut Kapolsek lagi.

Kapolsek Bungaraya ini mengakui bahwa ia tidak minta izin ke Kejari Siak untuk mengeluarkan tahanan. Alasannya lagi -lagi karena hari libur.

"Memang ini tahanan kejaksaan yang dititip sama kita. Namun waktu itukan libur, saya tidak ada bersurat atau minta izin ke Jaksa. Secara prosedur tersangka tanggung jawab kami. Kalau dia mengeluh sakit, tentu kami bawa berobat," katanya.

Kapolres Siak Membantah

Dikonfirmasi ke Kapolres Siak AKBP Asep Sujarwadi malah membantah keterangan Kapolsek Bungaraya.

AKBP Asep menyebut tidak pernah mengizinkan mengeluarkan tahanan titipan Kejari Siak dari tahanan.

“Jelas tidak benar, untuk mendapatkan kebenaran kan harus diperiksa Propam, makanya saya belum bisa memberikan tanggapan sebelum hasil riksa Propam selesai,” katanya.

Kapolres meminta agar menunggu hasil pemeriksaan Propam terhadap Kapolsek Bungaraya. Hasil pemeriksaan itu yang menjadi bahan untuknya memberikan tanggapan pihak eksternal.

“Sedang kita dalami, nanti kalau sudah selesai pemeriksaan kita sampaikan,” katanya.

Sementara itu Kepala Kejari Siak Tri Anggoro Mukti melalui Kasi Intelijen Kejari Siak, Rawatan Manik mengatakan akan mengecek kebenaran informasi itu.

“Terimakasih atas informasinya, nanti kita cek dulu kebenarannya,” pungkasnya.

(*/TRIBUN-MEDAN.com)

 

 Baca berita TRIBUN MEDAN lainnya di Google News

Ikuti juga informasi lainnya di FacebookInstagram dan Twitter    

 

 

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved