Ibu bunuh Anak
Tak Butuh Waku Lama, Kasus Ibu Bunuh Anak Diungkap, Pelaku Ngaku saat Polisi Temukan Benda ini
Kasus ini diketahui viral dan menggemparkan warga, terlebih saat ditemukan korban dalam keadaan tangan terikat ke belakang dan kepala penuh luka.
TRIBUN-MEDAN.COM, MEDAN - Tak perlu waktu lama bagi pihak kepolisian mengungkapkan kasus ibu bunuh anak di Subang, Jawa Barat.
Dalam hal ini, Muhamad Rauf (13) tewas dibunuh oleh ibunya N (43) dengan dibantu oleh keluarga lain.
Adapun keluarga yang membantunya membunuh, yakni kakek korban W (70) dan adik dari ibu kandung Muhamad Rauf, S (29).
Kejadian ini terjadi di Desa Parigimulya, Kecamatan Cipunagara, Kabupaten Subang.
Kapolres Indramayu, AKBP M Fahri Siregar mengatakan, ketiga tersangka disangkakan Pasal 80 ayat (3) dan ayat (4) UU RI Nomor 35 Tahun 2014 tentang perlindungan anak dan atau Pasal 44 ayat (3) UU RI Nomor 23 Tahun 2004 tentang Penghapusan Kekerasan Dalam Tangga (PKDRT).
"Para pelaku akan diproses sesuai hukum yang berlaku," ujar dia didampingi Waka Polres Indramayu, Kompol Kompol Hamzah Badaru kepada Tribuncirebon.com. saat konferensi pers di Mapolres Indramayu, Jumat (6/10/2023).
Kasus ini diketahui viral dan menggemparkan warga, terlebih saat ditemukan korban dalam keadaan tangan terikat ke belakang dan kepala penuh luka.
Oleh ibu kandungnya, korban dibuang di saluran irigasi atau sungai di Blok Sukatani, Desa Bugis, Kecamatan Anjatan, Kabupaten Indramayu hingga akhirnya mayat korban ditemukan oleh warga.
Fahri menceritakan, usai ditemukan dan mengetahui identitas korban, polisi langsung melakukan penyelidikan mendalam.
Polisi langsung mendatangi rumah korban yang berada di Desa Parigimulya, Kabupaten Subang.
"Pada saat kami tiba di dekat rumah korban, kami mendapat informasi bahwa sebelum kejadian, pada malam harinya ada keributan di dalam rumah korban," ujarnya.
Fahri mengatakan, polisi pun melanjutkan penyelidikan dengan menemui ibu kandung korban.
Namun, saat berada di dalam rumah, pihaknya melihat ada beberapa bercak daerah.
Bercak darah itu ditemukan di stop kontak kabel, kipas angin, dan beberapa barang lainnya.
Polisi pun melakukan interogasi awal kepada N.
Di sana, ia langsung mengakui perbuatan telah melakukan penganiayaan terhadap anaknya sendiri.
N pun langsung diamankan oleh Polres Indramayu saat itu juga.
"Tersangka N ini mengakui semua perbuatannya," ujar dia.
Untuk motif sendiri, kata Fahri, N diketahui tega menghabisi nyawa anak kandungnya sendiri lantaran kesal dan gelap mata dengan kelakuan korban.
Pasalnya, korban dikenal sebagai anak yang nakal karena sering mencuri dan membuat masalah.
"Sehingga tersangka merasa malu dan lelah mengurus korban," ujar dia.
Artikel ini Tayang di Tribun Jabar
Baca Berita Tribun Medan Lainnya di Google News
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/medan/foto/bank/originals/Sosok-Rauf-yang-Dibunuh-Ibu-Kandung-Putus-Sekolah-Hingga-Tinggal-di-Pos-Ronda-Motifnya-Terkuak.jpg)