BERITA TERKINI Menteri SYL Datangi Istana Mengundurkan Diri? Jokowi Jawab soal Pertemuan
Kabar terkini Menteri Pertanian (Mentan) Syahrul Yasin Limpo (SYL) hari ini akan menghadap Presiden Jokowi di istana negara.
TRIBUN-MEDAN.com - Kabar terkini Menteri Pertanian (Mentan) Syahrul Yasin Limpo (SYL) hari ini akan menghadap Presiden Jokowi di istana negara.
Santer kabar Syahrul Yasin Limpo menyampaikan pengunduran diri sebagai Menteri Pertanian ke Jokowi.
Seperti dikabarkan, SYL tiba di Indonesia melalui Bandara Soekarno-Hatta, Tangerang, Banten pada Rabu (4/10/2023) malam.
SYL sebelumnya dikabarkan hilang kontak usai berpisah dari rombongannya saat kunjungan ke Roma, Italia dan Spanyol. Mantan Gubernur Sulawesi Selatan itu seharusnya terbang meninggalkan Eropa pada 30 September 2023 dan tiba di Tanah Air pada 1 Oktober 2023.
Setelah tiba di Bandara Soetta, SYL yang mengenakan jas warna gelap motif kotak-kotak langsung meninggalkan bandara menggunakan mobil Alphard berpelat nomor B 8055 ADT.
Belakangan diketahui SYL menemui Ketua Umum Partai Nasdem Surya Paloh di Nasdem Tower, Gondangdia, Jakarta.
Dalam kesempatan itu hadir pula pengacara SYL, Febri Diansyah yang datang bersama rekannya, Rasamala Aritonang.
Selepas pertemuan Febri menyampaikan bawa dirinya bersama Rasamala ditunjuk sebagai kuasa hukum SYL pada tingkat penyidikan. Dia pun akan membentuk tim gabungan.
"Menteri Pertanian tadi meminta kami melakukan pendampingan hukum pada tingkat penyidikan," kata Febri di Nasdem Tower, Rabu (4/10/2023).
Febri juga mengatakan SYL akan menemui Presiden Joko Widodo (Jokowi) di Istana Negara pada Kamis (5/10/2023).
Namun Febri enggan mengungkap maksud pertemuan tersebut.
Saat disinggung soal pengunduran diri, Febri belum bisa menjelaskan lebih lanjut.
"Tadi yang disampaikan ke kami adalah besok akan menghadap bapak presiden ke istana. Jadi itu yang baru bisa kami konfirmasi," terang Febri.
Terpisah, Presiden Jokowi belum tahu informasi soal Menteri Pertanian (Mentan) Syahrul Yasin Limpo (SYL) yang dikabarkan akan menemui dirinya di Istana Negara.
Jokowi mengatakan dirinya belum punya jadwal bertemu SYL.
Ia mempersilakan hal itu dikonfirmasi ke Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg) Pratikno.
"Nggak tahu, belum tahu. Tanyakan Mensesneg apakah sudah diatur jamnya, untuk saya belum," kata Jokowi usai menghadiri upacara peringatan HUT ke-78 TNI di kawasan Monas, Jakarta Pusat, Kamis (5/10/2023).
Saat ditanya bahwa SYL menghadap untuk menyampaikan pengunduran diri dari posisi Menteri Pertanian, Jokowi meminta tak ada yang berandai-andai soal kabar tersebut.
"Jangan berandai-andai," jelas dia.
KPK diketahui tengah mengusut kasus dugaan korupsi di lingkungan Kementerian Pertanian.
Mentan SYL dikabarkan menjadi satu dari tiga orang yang telah ditetapkan sebagai tersangka.
KPK menggunakan pasal pemerasan, gratifikasi, dan tindak pidana pencucian uang dalam (TPPU) kasus ini.
Dalam proses penyidikan berjalan, KPK telah menggeledah rumah dinas menteri SYL di Jalan Widya Chandra, Jakarta Pusat dan Kantor Kementan di Jakarta Selatan beberapa waktu lalu.
KPK mengamankan sejumlah barang bukti diduga terkait perkara seperti uang Rp30 miliar hingga dokumen berisi aliran uang.
Tak hanya itu, tim penyidik turut menemukan 12 pucuk senjata api dari rumah dinas Mentan Syahrul Yasin Limpo.
Teranyar, tim penyidik juga menggeledah kediaman pribadi SYL di Kota Makassar, Sulawesi Selatan pada hari ini.
Dugaan Pemerasan oleh Pimpinan KPK
Nama Menteri Pertanian, Syahrul Yasin Limpo (SYL) sedang disorot lantaran diduga dalam kasus tindak pidana korupsi belakangan ini.
Namun, ada kasus lain yang menyeret nama SYL selain dugaan korupsi yang sedang disidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).
Perkara itu terkait dugaan pemerasan.
Saat ini beredar surat pemeriksaan bernomor B/10339/VIII/Res.3.3./2023/Ditreskrimsus yang berisikan pemanggilan terhadap sopir Menteri Pertanian bernama Heri.
Adapun pemanggilan itu terkait Subdit V Tipidkor Direktorat Reserse Kriminal Khusus Polda Metro Jaya sedang melakukan penyelidikan dugaan tindak pidana korupsi berupa pemerasan yang dilakukan oleh Pimpinan KPK.
Kasus yang dimaksud dalam surat pemanggilan itu yakni soal penanganan perkara di Kementerian Pertanian Republik Indonesia Tahun 2021.
Heri disebutkan dalam surat diminta untuk datang pada 28 Agustus 2023 lalu ke ruang pemeriksaan Direktorat Reserse Kriminal Khusus Polda Metro Jaya sekitar pukul 09.30 WIB.
Terkait itu, saat ditemui di Lapangan Presisi Polda Metro Jaya, Kapolda Metro Jaya Irjen Karyoto tidak memberikan komentar terkait surat yang beredar tersebut.
Selanjutnya, Direktur Reserse Kriminal Khusus Polda Metro Jaya Kombes Ade Safri Simanjuntak yang juga ditemui terlihat terburu-buru untuk masuk ke dalam mobil.
Dia juga terlihat tidak memberikan komentar soal surat itu dengan alasan sedang ada kegiatan.
"Ada giat, ada giat. Ada kegiatan," ucap Ade, Rabu (4/10/2023).
Hingga saat ini, belum ada keterangan resmi dari Polda Metro Jaya soal surat pemeriksaan terhadap sopir Menteri Pertanian tersebut.
(*/TRIBUN-MEDAN.com)
Baca berita TRIBUN MEDAN lainnya di Google News
Ikuti juga informasi lainnya di Facebook, Instagram dan Twitter
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/medan/foto/bank/originals/respon-Presiden-Joko-Widodo-menanggapi-Menteri-Pertanian-Mentan-Syahrul.jpg)