Viral Medsos

PESAN KHUSUS Jokowi ke Ganjar hingga Sosok Tim Pemenangan Nasional Ganjar Jadi Sorotan

Pesan Khusus Presiden Jokowi ke Ganjar hingga Sosok Ketua-Wakil Ketua Umum Pemenangan Nasional Ganjar Jadi Sorotan

Tayang: | Diperbarui:
Editor: AbdiTumanggor
Kolase Tribun-medan.com/KOMPAS.COM/Titis Anis Fauziyah
PESAN KHUSUS Jokowi ke Ganjar hingga Sosok Tim Pemenangan Nasional Ganjar Jadi Sorotan. Sosok Ketua dan Wakil Ketua Tim Pemenangan Nasional Ganjar ialah Arsjad Rasjid, Andika Perkasa, 3. Gatot Eddy Pramono, dan Tuan Guru Bajang (TGB). (Kolase Tribun-medan.com/KOMPAS.COM/Titis Anis Fauziyah) 

Pesan Khusus Presiden Jokowi ke Ganjar hingga Sosok Ketua-Wakil Ketua Umum Pemenangan Nasional Ganjar Jadi Sorotan

TRIBUN-MEDAN.COM - Presiden Joko Widodo (Jokowi) meminta Bakal Calon Presiden Ganjar Pranowo untuk merancang program kedaulatan pangan mulai dari sekarang. Hal itu disampaikan Presiden saat menghadiri acara Rakernas PDIP di JI Expo Kemayoran, Jakarta, Kamis (29/9/2023).

"Perencanaannya disiapkan sekarang," kata Presiden Jokowi.

Sehingga kata Jokowi, begitu dilantik menjadi Presiden nanti, program kedaulatan pangan tersebut dapat langsung segera dijalankan.

"Tadi saya bisik-bisik ke beliau. Pak nanti abis dilantik besoknya langsung masuk kedaulatan pangan. Engga usah lama-lama," kata Jokowi.

Dengan seperti itu, kata Presiden, kedaulatan pangan dan swasembada pangan dapat segera terwujud. "Masalah kedaulatan pangan bukan perkara mudah untuk dihadapi. Selain karena masalah perubahan iklim, juga karena tidak stabilnya geopolitik global,"jelasnya.

"Ngeri sekali kalau melihat cerita semua negara sekarang mengerem semuanya tidak ekspor pangannya," pungkasnya.

Baca juga: Inilah Sosok Arsjad Rasjid Prabu Mangkuningrat Dipilih Jadi Ketua Tim Pemenangan Ganjar Pranowo

Ganjar Pranowo saat diwawancarai Jurnalis Najwa Shihab
Ganjar Pranowo saat diwawancarai Jurnalis Najwa Shihab (IST)

Sosok Tim Pemenangan Nasional Ganjar Pranowo

Tim Pemenangan Nasional Ganjar Pranowo menggelar rapat konsolidasi perdana bersama partai politik yang berlangsung di Gedung High End, Jakarta Pusat, Rabu (13/9/2023) lalu.

Dalam kegiatan ini, hadir Ketua Umum PDI Perjuangan Megawati Soekarnoputri, Ketua Umum Partai Hanura Oesman Sapta Odang atau OSO, Ketua Umum Perindo Hary Tanoesoedibjo dan Pelaksana Tugas (Plt) Ketum PPP Mardiono.

Dari rapat perdana ini, struktur Tim Pemenangan Nasional Ganjar terbentuk. Berikut sosok dan profilnya.

1. Arsjad Rasjid

Arsjad Rasjid merupakan sosok pebisnis yang juga menjabat sebagai Ketua Umum Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia.

Di Tim Pemenangan Nasional Ganjar, Arsjad dipercaya mengemban posisi sebagai ketua tim.

Keputusan ini diambil dalam rapat tertutup antara empat ketua umum partai politik pengusung Ganjar di Kantor DPP PDI Perjuangan, Jalan Diponegoro, Menteng, Jakarta, Senin (4/9/2023).

Di luar jabatan Kadin, Arsjad menjabat sebagai Direktur Utama Indika Energy, perusahaan investasi yang berfokus pada pengembangan dan eksploitasi sumber daya alam, infrastruktur, dan berbagai sektor industri strategis lainnya.

Ia menjabat sebagai direktur utama perusahaan tersebut sejak tahun 2005. Di bawah kepemimpinannya, PT Indika Energy berhasil mengembangkan berbagai proyek strategis dan ekspansi bisnis, serta mengoptimalkan pengelolaan sumber daya perusahaan.

Selain itu, Arsjad juga menjabat sebagai Ketua Umum Pengurus Besar (PB) Pengurus Panahan Indonesia (Perpani) periode 2023-2027.

2. Andika Perkasa

Mantan Panglima TNI Jenderal (Purn) Andika Perkasa turut masuk dalam Tim Pemenangan Nasional Ganjar dengan posisi sebagai wakil ketua tim.

Keputusan ini diambil dalam rapat yang sama ketika Arsjad ditunjuk menjadi ketua tim.

Adapun Andika lahir di Bandung, 21 Desember 1964.

Andika merupakan jebolan Akademi Militer (Akmil) 1987.

Setelah lulus dari Akmil, Andika langsung bergabung dengan jajaran Korps Baret Merah, Kopassus.

Karier militernya dimulai sebagai komandan peleton hingga berangsur naik menjadi Dansub Tim 2 Detasemen 81 Kopassus (1991), Den 81 Kopassus (1995), Danden-621 Yon 52 Grup 2 Kopassus (1997), Pama Kopassus (1998), dan Pamen Kopassus (1998).

Karier Andika moncer sejak Joko Widodo dan Jusuf Kalla resmi dilantik menjadi presiden dan wakil presiden.

Hanya dua hari setelah Jokowi-JK dilantik, Andika ditunjuk sebagai Komandan Pasukan Pengamanan Presiden (Paspampres).

Dua tahun ia mengawal Presiden Jokowi, pada 2016 Andika diangkat sebagai Panglima Komando Daerah Militer (Pangdam) XII Tanjungpura.

Jabatan itu ia emban kurang lebih selama dua tahun.

Pada 2018, dia diangkat sebagai Komandan Komando Pembina Doktrin, Pendidikan, dan Latihan Angkatan Darat (Dankodiklatad).

Pangkatnya dinaikkan menjadi letnan jenderal.

Tak menunggu waktu lama, Andika kemudian dipercaya menjabat sebagai Panglima Komando Strategis Angkatan Darat (Pangkostrad).

Ia menggantikan Letjen Eddy Rahmayadi yang mundur untuk maju pada pemilu gubernur Sumatera Utara.

Berikutnya, menantu mantan Kepala BIN Hendropriyono ini dilantik Jokowi sebagai KSAD.

Selanjutnya, Andika dipercaya menjadi Panglima TNI menggantika Marsekal Hadi Tjahjanto.

Andika resmi pensiun pada 2022.

3. Gatot Eddy Pramono

Mantan Wakil Kepala Polri (Wakapolri) Komisaris Jenderal (Purn) Gatot Eddy Pramono turut masuk dalam Tim Pemenangan Nasional Ganjar dengan posisi sebagai wakil ketua.

Gatot merupakan perwira tinggi Polri lulusan Akdemi Kepolisian tahun 1988.

Ia lahir di Solok, Sumatera Barat, 28 Juni 1965.

Sebelum menjabat sebagai Wakapolri, Gatot telah menduduki sejumlah jabatan strategis seperti Kapolres Metro Jaksel (2009), Direktur Reskrimum (Dirreskrimum) Polda Metro Jaya (2011), Analis Kebijakan Madya bidang Pidum Bareskrim Polri (2012), Kabagdukminops Robinops Sops Polri (2013).

Ia juga pernah menduduki posisi Karolemtala Srena Polri (2014), Wakapolda Sulsel (2016), Staf Ahli Sosial Ekonomi (Sahlisosek) Kapolri (2017) dan Asisten Perencanaan dan Anggaran (Asrena) Kapolri.

Pada 2018, Gatot juga dipercaya menjadi Ketua Satgas Nusantara yang dibentuk agar Pilkada Serentak 2018 bisa berjalan aman.

Pada 2019, Gatot diangkat menjadi Kapolda Metro Jaya. Pada 2020, Gatot ditunjuk menjadi Wakapolri menggantikan Komjen Ari Dono Sukmanto yang saat itu memasuki usia pensiun. Adapun Gatot telah purna tugas dari Korps Bhayangkara pada  24 Juni 2023.

4. Tuan Guru Bajang (TGB)

Muhammad Zainul Majdi atau dikenal dengan Tuan Guru Bajang (TGB) juga masuk dalam Tim Pemenangan Nasional Ganjar dengan posisi sebagai wakil ketua. Ia dikenal sebagai ulama dan politisi yang menjabat selama dua periode menjadi Gubernur Nusa Tenggara Barat (NTB).

Sebelum menjadi gubernur NTB, Tuan Guru Bajang (TGB) pernah menduduki kursi anggota DPR RI dari Fraksi Partai Bulan Bintang di Komisi X.

Setelah selesai dari jabatan gubernurnya, ia berpindah partai dari Demokrat ke Golkar yang kemudian pindah lagi ke Perindo sampai sekarang.

Kemudian pada Agustus 2021, ia memegang jabatan Wakil Komisaris Utama yang merangkap menjadi Komisaris Independen Bank Syariah Indonesia.

Selain itu, TGB juga dipercaya menjadi Ketua Dewan Nasional Konvensi Rakyat Partai Persatuan Indonesia pada 6 Agustus 2022.

Pada 1992, TGB melanjutkan pendidikannya ke Kairo dengan jurusan Tafsir dan Ilmu-Ilmu Al-Qur’an di Universitas Al Azhar Kairo dan lulus dengan gelar Lc pada 1996. Lima tahun kemudian, ia meraih gelar Master of Art dengan predikat Jayyid Jiddan.

TGB kemudian melanjutkan S3 di Universitas yang sama dan menyelesaikan pendidikannya dengan gelar doktor yang berpredikat Martabah El-Syaraf El Ula Ma’a Haggutba atau Summa Cumlaude.

Beda pandangan dengan Habib Rizieq Shihab

Tuan Guru Bajang (TGB) mengakui terkait perbedaan pandangan politik dengan Habib Rizieq Shihab.

Perbedaan pandangan itu berdasarkan ilmu dan pemahaman yang ia ketahui.

"Tapi, itu tidak membuat berkurang penghormatan saya kepada beliau," katanya dilansir TribunLombok.com, Sabtu (14/11/2020).

TGB menjelaskan penghormatan tersebut ada sebab umum dan sebab khusus.

Sebab umumnya, karena jalinan persaudaraan sesama Islam atau ukhuwah Islamiyah dan persaudaraan sesama anak bangsa atau ukhuwah wathoniyah, serta persaudaraan sebagai sesama umat manusia ukhuwah insaniyah. "Adapun sebab khususnya adalah karena beliau adalah bagian dari zurriyat Rasul SAW dan bagian dari seorang ulama," ujar Ketua Umum PB Nahdlatul Wathan ini menjelaskan.

Nahdlatul Wathan adalah satu di antara organisasi Islam terbesar di Nusa Tenggara Barat (NTB).

Selain itu, TGB juga mengatakan, mengikuti seorang ulama harus juga dibarengi dengan kepahaman. "Yang mau mengikuti silakan, yang tidak juga silakan, tapi harus dengan kepahaman," ujar dia. Tapi TGB mengingatkan, jangan sampai orang yang tidak mengikuti lantas dicap sebagai orang yang kurang iman Islam-nya atau dicap sebagai seorang yang munafik.

Ketua Umum Organisasi Internasional Almumi Al-Azhar (OIAA) Cabang Indonesia ini mengingatkan, tidak ada seorang pun selain Rasulullah SAW yang bisa mengklaim diri paling benar cara ber-Islam-nya. Jangankan dalam urusan-urusan menyangkut fiqh siyasiyah (politik), dalam hal ibadah pun tidak bisa seseorang mengklaim cara imam yang diikuti paling benar, yang dianggap paling merepresentasikan Islam.

"Jangan mengecilkan Islam pada seseorang. Tidak ada satu orang pun di dunia ini selain Rasul SAW yang bisa mengatakan pendapatnya lah yang paling benar dalam memahami dan melaksanakan Islam," tegasnya dikutip dari Tribunnews.com.

Baca juga: SOSOK Nama Edward Hutahaean Minta Jatah Rp 124 Miliar, Kalau Tak Dikasih Ancam Buldozer Kemenkominfo

Baca juga: FAKTA-FAKTA Syahrul Yasin Limpo, Putrinya Baru Dilantik Jadi DPR RI, 2 Adiknya Dulu Terjerat Korupsi

(*/tribun-medan.com)

Baca berita TRIBUN MEDAN lainnya di Google News

Ikuti juga informasi lainnya di FacebookInstagram dan Twitter 

Baca juga: PIRAMID TOBA Setinggi 120 M Ditemukan, Luhut Cek Lokasi, Prof Danny: Sudah Setahun Kami Rahasiakan

Baca juga: Anak Kolonel TNI AU Dianiaya Lalu Dibakar di Pos Spion Ujung Landasan 24 Lanud Halim Perdanakusuma

Baca juga: Sidang Lanjutan Korupsi BTS Kominfo, Hakim Pukul Meja Dengar Uang Mengalir ke Oknum BPK Rp 40 Miliar

Baca juga: FAKTA BARU Kasus Korupsi BTS Kominfo: Nasib Menpora Dito, Uang Rp 70 M ke DPR hingga 40 M ke BPK

Baca juga: Nama-nama dan Peran 11 Tersangka hingga Terdakwa Dalam Kasus Korupsi BTS 4G BAKTI Kominfo

Baca juga: Jadi Tersangka Korupsi BTS Kominfo, Hakim Pernah Perintahkan JPU Jadikan Elvano Hatorangan Tersangka

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved