Berita Viral
Pembelaan Pasangan Prewedding : Siram Bromo Pakai 5 Botol Air hingga Laporkan Balik Petugas TNBTS
Inilah pembelaan pasangan dan wo prewedding di Gunung Bromo. Pihaknya mengaku sudah berupaya memadamkan api pakai 5 botol air dan bakal lapor balik pe
Laporkan Balik Petugas TNBTS
Sementara itu disisi lain, pihak kuasa hukum tersangka Mustadji mengungkapkan pihaknya akan melaporkan petugas Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (TNBTS) ke polisi atas dugaan kelalaian dalam pengamanan.
“Saya juga akan memberikan pembelaan kepada tersangka, kalau itu harus dilanjut di peradilan,”
“Saya juga akan melaporkan balik petugas TNBTS karena tidak memberikan pelayanan maksimal kepada konsumen, yaitu wisatawan,” ujar Mustadji.
Menurutnya, tidak ada pemeriksaan sebelum kejadian.
Bahkan barang bawaan wisatawan diklaim tak diperiksa.
Petugas, kata dia, terkesan melakukan pembiaran.
“Ini merupakan masukan dari kepala desa dan termasuk romo dukun mengatakan begitu. Untuk konsep foto dengan flare (suar) memang dari pihak wedding organizer dan disetujui oleh klien,” terang Mustadji.
Untuk diketahui kebakaran di Bromo terjadi akibat penggunaan flare pada aktivitas foto prewedding.
Kebakaran baru dapat dipadamkan setelah sekitar enam hari.
Prewedding Bawa Petaka
Prewedding membawa petaka, itulah kalimat yang disematkan dalam insiden kebakaran Gunung Bromo.
Adapun dua sejoli yang sedang prewedding di area Padang Savana, Gunung Bromo ini berujung membuat kebakaran.
Diketahui, pasangan bersama tim nya yang berjumlah enam orang tengah menggelar foto prewedding sembari menyalakan flare di Gunung Bromo.
Namun nahas, saat prosesi prewedding tengah berlangsung, kobaran api muncul melahap area wisata yang asri itu.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/medan/foto/bank/originals/TERKUAK-Borok-Manajer-WO-Tersangka-Kebakaran-Akibat-Flare-di-Gunung-Bromo-Ternyata-Masuk-Tanpa-Izin.jpg)