Bayi Tertukar
Siti Mauliah Bak Rasakan Simalakama, Dulu Ngotot Tes DNA, Kini Tak Rela Lepaskan Bayi Kandung Dian
Bak rasakan simalakama, kini ibu bayi tertukar Siti Mauliah disorot usai tak relakan bayi kandung Dian Prihatini. Padahal sebelumnya, Siti lah yang pa
TRIBUN-MEDAN.COM – Bak rasakan simalakama, kini ibu bayi tertukar Siti Mauliah disorot usai tak relakan bayi kandung Dian Prihatini.
Adapun persoalan bayi tertukar di Bogor masih terus menjadi perhatian.
Meskipun sudah menemukan kebenaran atas kejadian bayi tertukar, kini Siti Mauliah mengaku belum rela melepas bayi kandung Dian.
Seperti diketahui, bayi tertukar di Bogor ini terjadi antara Siti Mauliah dan Dian Prihatini.
Setelah berusaha keras berjuang mencari keberadaan bayinya, kini Siti Mauliah justru galau melepas bayi kandung Dian.
Sang suami Siti Mauliah pun terus berupaya keras meredakan kegalauan istrinya itu.
Bahkan suami Siti, Muhammad Tabrani terus mencoba membesarkan hati istrinya, Siti Mauliah.
Diketahui, setelah berjuang mencari keberadaan anak kandungnya, Siti justru merasakan simalakama.
Satu sisi ia senang menemukan darah dagingnya.
Baca juga: Wajah Kedua Ibu Bayi Tertukar Mirip, Siti dan Dian bak Kakak Beradik, Kini Jadi Saudara Selamanya
Baca juga: Dian Ibu Bayi Tertukar Bakal Ganti Nama Anak Kandungnya, Sang Putra Langsung Lengket dengan Ayahnya
Sisi lain warga Ciseeng, Kabupaten Bogor ini justru susah merelakan melepas anak kandung Dian Prihatini.
"Ini kan simalakama ya. Pergolakan batin, gak ada yang bisa rasain, cuma bu Siti dan ibu Dian aja," kata kuasa hukum Siti Mauliah, Rusdy Ridho.
Padahal diketahui bersama, sejak melahirkan 18 Juli 2022, Siti berjuang menemukan anak kandungnya.
Ia melakukan upaya keras demi bisa menemukan si buah hati.
Bahkan Siti Mauliah ngotot melakukan tes DNA demi bisa membuktikan bayi tertukar di Bogor.
Dan benar saja, Siti Mauliah sampai berucap lebih baik kehilangan nyawa dibanding melepas anak kandung Dian.
"Mending saya kehilangan nyawa, dibanding kehilangan Galuh," kata Siti dikutip Tribun-Medan.com dari TribunnewsBogor.com, Jumat (15/9/2023).
Siti rupanya belum menemukan obat mujarap guna mengobati rindu pada baby G.
Betapa tidak, sudah lima hari bayi tertukar tinggal bersama orang tua kandungnya masing-masing.
Baby G yang selama ini dirawat sudah tinggal di rumah Dian di Tajur Halang, Kabupaten Bogor.
Pun dengan baby El yang kini bersama Siti Mauliah dan Tabrani.
"Meski anak biologis anak di sini, tapi tetep kangen ke Galuh," kata Siti.
Melihat sikap istrinya yang galau karena kangen anak Dian, Tabrani tak tinggal diam.
Baca juga: Sempat Viral Rangka Motor Honda Keropos hingga Patah, Ini Hasil Investigasi : Ada Karat Tak Dilapisi
Baca juga: APES! Maling Terlindas Traktor Curiannya, tak Menyerah Lanjutkan Aksi Hingga Kabur Selama 5 Hari
Ia mencoba menguatkan sang istri.
Muhamad Tabrani berpesan pada Siti untuk fokus mengurus anak kandungnya.
"Bapak ngomong, 'Sudah mah, yang ada kita urusin'," kata Siti menirukan ucapan Tabrani.
Proses transisi bayi tertukar ini memang sengaja diterapkan dengan cara menginap di rumah orang tua kandung.
Hal itu dilakukan agar kedua bayi sama-sama terbiasa.
Sampai akhirnya nanti tanggal 29 September 2023 akan dilakukan penyerahan bayi tertukar secara formalitas.
Walau berat menahan rindu, namun Siti dan Dian sama-sama kompak saling menguatkan.
"Saya minta ke ibu Dian agar tetap bertahan untuk gak ketemu sampai proses penukarang nanti," kata Siti Mauliah.
Siti Galau, Dian Sibukkan Diri Rawat Anak Kandung
Disisi lain, Dian Prihatini memilih menyibukkan diri dengan bermain bersama anak kandungnya.
Namun ibu satu anak itu tampaknya tak bisa menahan kerinduannya terhadap baby El, anak kandung Siti Mauliah, bayi yang dirawatnya selama setahun.
Setahun merawat baby El, Dian nyatanya tak bisa begitu saja melupakan sang anak.
Dian bahkan masih membawakan bekal ASI-nya untuk baby El.
Meski bukan anak kandung, Dian bahkan tetap menawarkan ASI untuk kebutuhan baby El.
Sebab sebelum dikembalikan ke orangtua kandung, baby El masih meminum ASI Dian.
Pada saat bayi tertukar itu menginap di rumah orangtua kandungnya, di Ciseeng, Kabupaten Bogor, Dian pun membawakan bekal ASI.
Kedua bayi tertukar itu menginap di rumah orangtua kandung masing-masing sejak Minggu (10/9/2023).
Awalnya kedua bayi itu rencananya akan menginap tiga hari saja.
Dian pun bahkan sudah membawakan stok ASI yang cukup untuk tiga hari.
Baca juga: Mengharukan, Bayi Tertukar Bermain dengan Orangtua Kandungnya, Keduanya Masih Proses Adaptasi
Baca juga: Hotman Paris Skakmat RS Sentosa, Sindir Soal Ganti Rugi Bayi Tertukar: Kalau Saya Mah Triliunan
Namun rupanya, kedua bayi tertukar ini cepat beradaptasi dengan orangtua kandungnya.
Sehingga baik Dian dan Siti Mauliah akhirnya sepakat tidak mengembalikan lagi anak kandung mereka.
"Makin ke sini anaknya makin baik, jadi kita berpikir untuk bertahan dulu (di rumah orangtua kandung)," kata Siti Mauliah ke TribunnewsBogor.com, Kamis (14/9/2023).
Diungkap Siti Mauliah, anak kandungnya itu menunjukan respon baik saat menginap.
Baby el bahkan tidak rewel sama sekali sejak hari pertama.
Bahkah bayi tertukar itu sudah bisa lepas dari ASI.
"Sudah disapih ASI, makan banyak, ngemil juga, langsung beradaptasi," tutur Siti.
Melihat respon baik tersebut, Siti dan Dian pun akhirnya sepakat untuk membiarkan anak kandung tinggal di rumah mereka.
Sebab Siti khawatir, jika baby El diantar lagi ke rumah Dian maka akan sulit lagi beradaptasi dengan orangtua kandungnya.
Siti pun melarang Dian dan dirinya sendiri untuk memaksa bertemu dengan anak asuh mereka.
"Saya meminta ke Ibu Dian agar tetap bertahan, bisa mencoba bertahan tidak ketemu El," kata Siti.
(*/tribun-medan.com)
Baca berita TRIBUN MEDAN lainnya di Google News
Ikuti juga informasi lainnya di Facebook, Instagram dan Twitter
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/medan/foto/bank/originals/Beda-perlakuan-Siti-Mauliah-terhadap-anak-kandung-dan-anak-yang-dirawatnya-selama-setahun-disorot.jpg)