Berita Viral

Nasib Tragis Siswi SD Dipukul Guru Pakai Penggaris Besi, Tengkorak Retak hingga Otak Nyaris Keluar

Nasib tragis dialami seorang siswi SD yang dipukul guru pakai pengaris besi harus mengalami keretakan tulang tengkorak hingga otaknya nyaris keluar

Tayang:
KOLASE/TRIBUN MEDAN
Siswi SD di China dirawat setelah tulang tengkoraknya retak imbas dipukul pakai penggaris besi oleh guru 

TRIBUN-MEDAN.COM – Nasib tragis dialami seorang siswi SD yang dipukul guru pakai pengaris besi.

Adapun tulang tengkorak seorang siswi perempuan yang duduk di bangku SD di China itu harus mengalami keretakan akibat pemukulan gurunya.

Dimana siswi SD itu menjadi korban penganiayaan gurunya sendiri. 

Adapun kepala mungil siswi SD itu  dipukul gurunya menggunakan penggaris besi.

Akibat kejadian itu, tulang tengkorak murid tersebut retak.

Nahasnya, retakannya tersangkut di kepalanya.

Hingga akhirnya murid perempuan itupun harus menjalani operasi darurat karena diduga dipukul gurunya dengan menggunakan penggaris besi.

Siswi SD di China menerima perawatan setelah tulang tengkoraknya retak
Siswi SD di China menerima perawatan setelah tulang tengkoraknya retak

Sementara itu, gurunya yang memukul menggunakan penggaris besi bernama Song Mouming itu ditahan pihak kepolisian.

Diketahui, guru tersebut bekerja di Sekolah Dasar Bocai Meixihu di Provinsi Hunan.

Dilaporkan South China Morning Post, insiden tersebut terjadi pada 6 September lalu pada jam 4 sore.

Hal itu terjadi saat kegiatan ekstrakulikuler sekolah.

Baca juga: Anak 3 Tahun Dicabuli Ayah Kandungnya, Pelaku Beraksi saat Korban Mandi

Baca juga: Tak Beradab, Ditegur Jangan Mempreteli Motor, Ayah Nyaris Tewas Dianiaya Anak Dengan Parang

Adapun guru Song diduga menggunakan penggaris besi untuk memukul muridnya itu di bagian kepalanya.

Akibatnya, ada luka sedalam 5 cm yang membuat tulang tengkorak murid itu retak.

Alasan mengapa sang guru memukul muridnya itu masih belum jelas.
Awalnya, murid itu dibawa ke dokter sekolah.

Dokter sekolah menyebut ia hanya menderita luka kecil dan hanya perlu beberapa jahitan saja.

Ilustrasi penganiayaan bayi
Ilustrasi penganiayaan (Kompas.com/ERICSSEN)

Sekolah kemudian mengirim gadis itu ke rumah sakit terdekat.

Tetapi dokter di sana tidak segera memberikan penanganan.

Dokter rumah sakit berkata mereka perlu mendapat persetujuan dari keluarga korban terlebih dahulu.
Akhirnya, orang tua sang murid mengetahui apa yang terjadi pada anaknya.

Sang ibu berkata pada awalnya rumah sakit berniat hanya menjahit luka anaknya, seperti rekomendasi dokter sekolah.

Namun ia memaksa dokter rumah sakit melakukan pemeriksaan ulang.

Dari pemeriksaan ulang itu, terungkap bahwa tulang tengkorak si gadis retak dan retakannya tersangkut di kepalanya.

Operasi darurat kemudian dilakukan.

Butuh waktu 5 jam bagi dokter untuk mengangkat retakan tulang tengkorak itu.

"Otaknya hampir keluar," ujar bibi siswi SD tersebut.

Baca juga: SOSOK Kolonel Inf Agustatius Sitepu Kini Jabat Danrem 022/PT Bawahi 5 Kodim dan 103 Koramil di Sumut

Baca juga: Ketua DPRD Sumut Sebut Pengelolaan Danau Toba Sudah Gagal setelah Dapat Kartu Kuning dari UNESCO

"Kondisinya bisa fatal,” lanjutnya.

“Tidak ada feedback dari sekolah. Saya tidak tahu harus bagaimana, tapi saya ingin menyelamatkan putri saya," timpal ayah murid itu.

Seorang anggota staf mengatakan kepada media lokal bahwa sekolah akan memprioritaskan keselamatan siswanya dan bekerja sama dengan penyelidikan polisi.

Kasus ini menyebabkan kemarahan publik di China.

(*/tribun-medan.com)

 

Baca berita TRIBUN MEDAN lainnya di Google News

Ikuti juga informasi lainnya di FacebookInstagram dan Twitter 

 

 

Sumber: TribunStyle.com
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved