Berita Viral

Sosok Jurnalis Pembentak Presiden Jokowi saat KTT ASEAN, Rupanya Pernah Dipecat Gegara Trump

sosok jurnalis bernama Patsy Widakuswara viral usai membentak Presiden Joko Widodo saat KTT Asean ke-43. Rekam jejaknya pun disorot

Tayang:
KOLASE/TRIBUN MEDAN
sosok jurnalis yang membentak Presiden Joko Widodo saat KTT Asean ke-43. 

TRIBUN-MEDAN.COM – Inilah sosok jurnalis yang membentak Presiden Joko Widodo saat KTT Asean ke-43.

Adapun sosok jurnalis yang melontarkan pertanyaan kepada Presiden Joko Widodo dengan berteriak bak membentak itu viral di media sosial.

Baru-baru ini diketahui, sosok jurnalis yang bentak Presiden Joko Widodo itu yakni Patsy Widakuswara, jurnalis asing asal AS.

Kabar yang pernah terdengar yakni Patsy Widakuswara pernah dipecat gegara tanya soal pemerintahan Trump.

Namun kini, ia kembali menjadi sorotan usai membentak Presiden Jokowi saat meliput KTT Asean.

Rekaman suara bertanya namun terdengar membentek itu diunggah oleh Instagram VOA Indonesia pada Kamis (7/9/2023).

Patsy Widakuswara, jurnalis asing asal AS bentak Presiden Jokowi
Patsy Widakuswara, jurnalis asing asal AS bentak Presiden Jokowi saat meliput KTT Asean ke-43. Rekaman suaranya viral di media sosial.


Dalam rekaman suara itu terdengar beberapa orang yang terlibat dalam percekcokan tersebut.

Namun tidak diketahui secara pasti siapa saja sosok di balik rekaman suara itu.

Adapun seorang pria yang diduga keamanan Indonesia mengancam tidak akan membuka pintu.
"Kalau dia nggak minggir, pintu nggak kita buka" ucap seorang pria.

Lantas hal itu dibalas dengan ancaman menggunakan Bahasa Inggris.

Baca juga: Bertemu Ganjar Pranowo, Mahfud MD Cerita Kisah Gagalnya Jadi Cawapres Jokowi, Dijegal Parpol?

Baca juga: Unjuk Rasa di Depan Kantor BP Batam, Tokoh Melayu Ajukan Tuntutan Ini pada Presiden Jokowi

Dalam pernyataannya, seorang wanita mengancam Patsy harus berada dalam ruangan tersebut.

Jika hal itu tidak diizinkan, maka Waspres AS Kamala Haris tidak akan masuk dalam ruangan itu.

"Waspres AS tak akan masuk kecuali (Patsy) ada di dalam,” ujar sosok tersebut.

Sayangnya rekeman suara itu tak ditampilkan secara keseluruhan.

Namun Patsy menceritakan bahwa keamanan Indonesia sempat mengatakan tidak akan mengizinkan Patsy masuk ke ruangan sampai kiamat.

"Sampai kiamat pun, nggak akan boleh masuk dia," ungkapnya.

Meski begitu, Duta Besar Indonesia untuk AS Rosan Roeslani menyebut insiden tersebut telah ditangani ditempat dan Patsy mendapat izin untuk kembali ke ruangan.

Indonesia memperkenalkan dan mempromosikan Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Sanur pada ASEAN Indo-Pasifik Forum (AIPF) yang menjadi rangkaian Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) ke-43 ASEAN di Jakarta, Senin, (4/9/2023).
Indonesia memperkenalkan dan mempromosikan Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Sanur pada ASEAN Indo-Pasifik Forum (AIPF) yang menjadi rangkaian Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) ke-43 ASEAN di Jakarta, Senin, (4/9/2023). (Istimewa)

Patsy Sebut Hal Wajar di AS

Merespons hal itu, Patsy mengaku jika berteriak saat bertanya ke narasumber adalah hal wajar di AS.

Ia lantas mengungkap alasan mengapa dirinya berteriak pada momen itu.

Patsy menyebut, sebagai seorang jurnalis tak boleh tunduk kepada pemegang kekuasaan.

Tindakannya juga dinilai lazim.

Lantaran pertanyaan itu ia lontarkan sebelum pertemuan bilateral antara Indonesia dan AS.

Baca juga: Nasib Dua Sopir Bus yang Lawan Arah dan Seret Pengemudi Motor di Lamongan, PO Kena Sanksi

Baca juga: HASIL Kualifikasi EURO 2024 Tadi Malam, Portugal Menang Besar, Tak Ada Ronaldo, Goncalo Brace

Sosok Patsy

Adapun sosok Patsy Widakuswara mengawali kariernya sebagai jurnalis di usia 19 tahun.

Kala itu, ia berperan sebagai pembawa acara di radio M97 FM Prambors Group Jakarta.

Tak lama, ia melanjutkan karirnya di televisi swasta Indonesia

Patsy merupakan alumni Universitas Indonesia jurusan Hubungan Internasional.

Di tahun 2001, ia mendapatkan beasiswa Chevening Scholarship di Goldsmiths College, University of London dengan mengambil bidang TV Journalism dan berhasil mendapatkan gelar Master.

Kemudian di tahun 2003, Patsy pindah ke Washington DC dan bergabung dengan Voice of America.


Patsy menjabat sebagai Senior TV Producer yang mengepalai produksi berita di VOA.

Tak hanya memproduksi berita, Patsy membawakan acara Laporan VOA untuk sejumlah televisi swasta di Indonesia.

Patsy juga pernah dipercaya menjadi Koresponden Gedung Putih VOA sejak 2018.


Pada tahun 2021, ia dipecat oleh Direktur VOA setelah mengajukan sejumlah pertanyaan kepada Menteri Luar Negeri AS Mike Pompeo dalam sebuah acara.

Ia mengajukan pertanyaan apakah Pompeo menyesal mengatakan akan ada pemerintahan Trump yang kedua.

Gegara pertanyaan tersebut, Patsy dibebastugaskan dari jabatannya karena dinilai tidak berwenang mengajukan pertanyaan tersebut.

Kini Patsy menjadi perbincangan karena dituding membentak Jokowi di KTT ASEAN.

(*/tribun-medan.com)

 

Baca berita TRIBUN MEDAN lainnya di Google News

Ikuti juga informasi lainnya di FacebookInstagram dan Twitter 


 

Sumber: Tribun Jatim
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved