News Video
Tradisi Menjamu Arwah Di Bulan Hantu dalam Hungry Ghost Festival di Medan
Tradisi menjamu arwah di bulan hantu, atau yang disebut Hungry Ghost Festival kembali digelar di Vihara Gunung Timur Medan
Penulis: Husna Fadilla Tarigan | Editor: Fariz
Selain rumah-rumah yang didesain sedemikian rupa, ada juga persembahan berbentuk kapal.
Kapal ini kata Eddy, diibaratkan bagi para keluarga yang memiliki sanak saudara atau leluhur yang meninggal dunia di luar pulau Sumatera.
"Jadi kalau ada leluhurnya diluar pulau, bisa menggunakan kapal ini, juga ada mobil," ungkapnya.
Sudah sekitar 50 tahun tradisi ini dilakukan, semangat para masyarakat Tionghoa di Medan terus bertambah, tak terkecuali anak mudanya.
"Anak mudanya juga terlihat antusias, dan terus ada yang ikut serta, sebagai bentuk balas budi mereka kepada para leluhur," pungkasnya.
Juli salah satu pengunjung juga menjelaskan, bahwa ini adalah untuk para leluhur yang kehilangan keluarganya.
"Jadikan ada para leluhur atau arwah yang yang sudah kehilangan keluarganya dan tidak ada yang sembahyangi. Jadi ini adalah simbolis untuk para leluhur," ujar Juli.
(cr26/www.tribun-medan.com).