Berita Nasional

RS Sentosa Lagak Ungkit Biaya Tes DNA, Hotman Paris Skakmat Biaya Ganti Rugi : Itu Masuk Akal Gak?

Rumah Sakit Sentosa Bogor kena skakmat Hotman Paris soal biaya ganti rugi kasus bayi tertukar.

Tayang: | Diperbarui:
KOLASE/TRIBUN MEDAN
Rumah Sakit Sentosa Bogor kena skakmat Hotman Paris soal kasus bayi tertukar. 

TRIBUN-MEDAN.COM – Rumah Sakit Sentosa Bogor kena skakmat Hotman Paris soal kasus bayi tertukar.

Setelah sebelumnya RS Sentosa Bogor lagak ungkit biaya tes DNA bayi tertukar, kini pengacara Hotman Paris tanya soal biaya ganti rugi.

Dimana sebelumnya, RS Sentosa Bogor masih kukuh memberi tawaran biaya kesehatan dan pendidikan sampai SMA untuk dua bayi tertukar.

Tawaran langsung itupun ditolak.

Lantaran dinilai tak sebanding dengan kerugian inmateril yang diderita dua ibu bayi tertukar.

Terkait hal ini, Hotman Paris pun skakmat biaya ganti rugu tersebut.

Baca juga: Hotman Paris Sindir Panglima TNI Tolak Bertemu Keluarga Imam Masykur: Semahal Itukah Waktu Jenderal?

Baca juga: Bakal Lapor Polisi, Dua Ibu Bayi Tertukar Tolak Tawaran Perdamaian Rumah Sakit Sentosa Bogor

Lantas berapa kah uang ganti rugi yang ideal menurut Hotman Paris Hutapea ?

Melalui acara Hotroom Metro TV, Hotman Paris sepakat pihak RS Sentosa harus memberikan ganti rugi imaterial kepada kedua keluarga, Siti dan Dian.

KASUS BAYI TERTUKAR Pemilik RS Sentosa Bogor menjadi sorotan. Sosok di balik PT Pelita Medika Sentosa adalah dr Frits Max Rumintjap. Saat ini, ia menjabat sebagai Komisaris Utama RS Sentosa. Frits Max Rumintjap sendiri merupakan seorang dokter spesialis kandungan yang juga merupakan mantan dokter militer di TNI AU dengan pangkat terakhir Kolonel. Saat masih berdinas di TNI AU, Frits Max Rumintjap sempat menjabat sebagai Kepala RS TNI AU Atang Sanjaya Bogor. (HO)
KASUS BAYI TERTUKAR Pemilik RS Sentosa Bogor menjadi sorotan. Sosok di balik PT Pelita Medika Sentosa adalah dr Frits Max Rumintjap. Saat ini, ia menjabat sebagai Komisaris Utama RS Sentosa. Frits Max Rumintjap sendiri merupakan seorang dokter spesialis kandungan yang juga merupakan mantan dokter militer di TNI AU dengan pangkat terakhir Kolonel. Saat masih berdinas di TNI AU, Frits Max Rumintjap sempat menjabat sebagai Kepala RS TNI AU Atang Sanjaya Bogor. (HO) (HO)

Dalam acara itu, pengacara kawakan ini menanyakan biaya ganti rugi pada kuasa hukum Dian, Rusdy Ridho.

"Saya pengin tahu angkanya aja deh (biaya ganti rugi)," tanya Hotman, Kamis (31/8/2023).
"Menurut Bang Hotman, berapa nominal yang layak?" tanya balik Rusdy.

"Kalau saya mah triliunan," ujar Hotman.

"Mungkin (pihak korban mengajukan gugatan) triliunan juga (ke RS Sentosa)," kata Rusdy Ridho.

Tapi di Indonesia, Hotman Paris berharap tidak begitu.

"Nilai kemanusiaan di Indonesia enggak setinggi di luar negeri sana, makanya semua orang pakai asuransi," kata Hotman.

Pengacara Hotman Paris
Pengacara Hotman Paris (Tribunnews.com)

Hotman rupanya membandingkan kasus bayi tertukar tersebut dengan kasus yang terjadi di Amerika Serikat.

"Rumah sakit sudah mengakui bahwa ada malpraktik di kalangan bawahannya.

Undang-undang udah tegas tindakan bawahan adalah tanggung jawab majikan.

Kalau ini terjadi di Amerika itu sudah triliunan.

Hukum kita ada kerugian materiil dan immaterial," ungkap Hotman Paris.

Deputi Perlindungan Khusus Anak Kemenppa, Nahar memberikan tanggapan soal usulan Hotman Paris terkait biaya ganti rugi triliunan dari rumah sakit ke korban bayi tertukar.

Ganti rugi tersebut harusnya berlandaskan pada kepentingan anak semata.

"Apakah anda mendukung kalau si ibu menuntut ganti rugi yang besar? atau anda mendukung pihak rumah sakit yang hanya menawarkan ganti rugi fasilitas kesehatan gratis?" tanya Hotman Paris.

"Kami indikatornya adalah kepentingan anak," kata Nahar.

"Menurut anda tawaran dikasih berobat gratis itu masuk akal enggak?" tanya Hotman lagi.

Baca juga: Parah, Rumahnya Dijadikan Tempat Berzina, Empat Pria di Aceh Gilir Satu Gadis di Dalam Kamar

Baca juga: Otak Pelaku Dituntut 20 Tahun Penjara, Anak Eks Anggota DPRD Langkat Teriaki JPU

Siti Mauliah Dinilai Terlalu Banyak Sabar

Disisi lain, Pakar Kesehatan Wahyu Andrianto mengatakan bahwa kesabaran yang telah diberikan Siti Mauliah sudah terlalu banyak.

"Menurut saya kesabarannya sudah cukup lama yah, ini kan kasus sudah setahun lebih seharusnya ada penyelesaian secara segera," kata Wahyu.

"Tadi kan udah ada kesepakatan mau mendiskusikan lagi. Yang pantas itu kebutuhan anak, tidak hanya fisik tapi psikis juga," ujar Nahar.

Enggan menerima jawaban standar dari Kemenppa tersebut, Hotman mendebat Nahar.

Menurut Hotman, harusnya pihak rumah sakit memberikan ganti rugi senilai fantastis untuk para korban.

"Jadi bapak sebagai pejabat, kalau ibu ini menuntut ganti rugi yang sangat besar itu masuk akal?" tanya Hotman Paris.

"Diukur sesuai dengan kebutuhan," jawab Nahar.

"Tidak bisa pak, kalau kerugian immateriil tidak bisa diukur dengan kebutuhan berapa susunya, berapa bayinya, bajunya. Konsep kerugian immateriil itu adalah sanksi kalau kita lalai, tidak dihitung uang itu berapa," ungkap Hotman Paris.

"Nanti ukurannya seberapa mampu, mudah proses pengalihan hak asuh ini bisa dilaksanakan. Kalau tidak makanya perlu dukungan ahli, konsultasi," ucap Nahar.

Baca juga: SOSOK Wanda Sofyan, Solois Asal Kabupaten Asahan, Rilis Single Kedua Tentang Kesepian dalam Hidup

Baca juga: Pantas Dian Berat Kembalikan Bayi Tertukar, Padahal Bukan Anaknya, Perjuangan saat Hamil Diungkit

RS Belum Setujui Usulan Ganti Rugi

Sementara itu, pihak rumah sakit masih belum bisa mengiyakan usulan dari Hotman Paris soal ganti rugi fantastis tersebut.
"Kami mengharapkan, karena ini kasus kemanusiaan, bisa diselesaikan dengan kekeluargaan," ungkap Dirut RS Sentosa Bogor Margaretha Kurnia.

"Ada tawaran apakah Rp100 miliar atau Rp200 miliar?" tanya Hotman.

"Kami belum bisa, nanti kuasa hukum dan perlu dibicarakan lebih lanjut lagi," tukas Margaretha.

Ungkit Biaya Ganti Rugi

Sebelumnya, ogah disalahkan soal bayi tertukar di Bogor, Rumah Sakit Sentosa Bogor ungkit biaya tes DNA.

Adapun hal tersebut diungkap pihak RS Sentosa menanggapi rencana Siti Mauliah yang berencana mengadukannya ke pihak kepolisian.

Juru Bicara RS Sentosa, Gregorius B Djako mengklaim rumah sakit sudah melakukan berbagai upaya untuk menyelesaikan persoalan ini hingga menemui titik terang.

"Tapi, harus tau juga bahwa rumah sakit dari awal bukan tidak berbuat sesuatu terhadap kasus ini.

Rumah sakit yang menginisiasi semuanya, tes DNA rumah sakit, termasuk yang membiayai," tuturnya,

Beberapa upaya yang dilakukan oleh rumah sakit juga menjadi pertimbangan bagi pihak keluarga.

Apalagi, dalam hal ini pihak rumah sakit pun mengakui bahwa tertukarnya bayi tersebut adalah human eror.

"Jadi itu harus diliat sebagai niat baik rumah sakit.

Jangan juga menempatkan rumah sakit ini seolah-olah penjahat," tukasnya.

(*/TRIBUN-MEDAN.COM)

Baca juga: Ogah Disalahkan Soal Bayi Tertukar di Bogor, RS Sentosa Ungkit Biaya Tes DNA hingga Sebut Niat Baik

Baca juga: Pilu Hati Dian Ibu Bayi Tertukar, Berjuang Miliki Anak Selama 3 Tahun, Pingsan Saat Hasil DNA Keluar

Baca juga: Buntut Bayi Tertukar, RS Sentosa Makin Sepi, 300 Karyawan Mulai Was-was, Terancam Tutup?

Baca berita TRIBUN MEDAN lainnya di Google News

 

 

 

Sumber: Tribunnews
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved