Kasus Bayi Tertukar di Bogor
Pantas Dian Berat Kembalikan Bayi Tertukar, Padahal Bukan Anaknya, Perjuangan saat Hamil Diungkit
Untuk diketahui, hasil tes DNA kedua bayi menghasilkan kecocok nyaris sempurna, yang menandakan keduanya memang tertukar.
TRIBUN-MEDAN.com - Akhir polemik bayi tertukar di Bogor, kini mulai menemukan titik terang sejak hasil tes DNA keluar.
Untuk diketahui, hasil tes DNA kedua bayi menghasilkan kecocok nyaris sempurna, yang menandakan keduanya memang tertukar.
Kini, ketika kedua bayi itu dalam proses pengembalian, tentua ada perasaan berat dari kedua belah pihak. Termasuk, Ibu Dian.
Rupanya, ada cerita tersendiri mengapa ibu Dian merasa sangat berat melepaskan bayi yang sudah dia rawat satu tahun ini.
Melansir Tribun Bogor, Dian sempat pingsan ketika hasil tes DNA itu keluar.
Hal itu karena Dian ingat betul momen ketika dia melahirkan satu tahun lalu.
Saat melahirkan putranya, Dian tak didampingi sang suami.
Sebab, dihari itu ayah mertuanya meninggal dunia.
Suami ibu Dian yakni Hartono sempat datang terlambat ke lokasi persalinan istrinya di RS Sentosa Bogor.
Sebab, ayah mertua Dian meninggal dunia di Jawa.
"Menurut keterangan suami yang mengazankan, saat itu ada kemalangan juga dari keluarga, jadi suami agak telat datangnya, telat berapa jam. Waktu dilihat pertama yang diazankan ya itu (bayinya)," ujar Binsar Aritonang, kuasa hukum keluarga Dian saat dihubungi TribunnewsBogor.com via telepon, Senin (28/8/2023).
Ia melanjutkan, Dian mengaku dirinya lebih lama di ruang rawat bersama sang bayi
Sehingga, ia meyakini jika bayi yang diadzankan oleh sang suami merupakan anak kandungnya.
"Kalau menurut ibu D dan suami bayinya yang itu. Habis proses bersalin, agak lama ibu D dipindahkan ke ruang rawat kurang lebih dua tiga jam, baru itu (bayinya) dibawa," katanya.
Bayi Tertukar Bakal Tinggal Serumah
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/medan/foto/bank/originals/Fix-tertukar-bayi-yang-tertukar-di-Bogor-ternyata-belum-dikembalikan.jpg)