Berita Viral
Feeling Kuat Siti Mauliah, Tak Surut Walau Dibentak Suster RS Sentosa Bogor Bikin Netizen Terharu
Feeling kuat ibu bayi tertukar, Siti Mauliah, bikin netizen terharu terlebih mengaku dibentak suster pihak RS Sentosa yang kekeh tidak mengakui kesala
TRIBUN-MEDAN.COM – Feeling kuat ibu bayi tertukar, Siti Mauliah, bikin netizen terharu.
Bagiamana tidak, walaupun Siti Mauliah ibu dari bayi tertukar di Bogor sudah dibentak oleh suster pihak Rumah Sakit Sentosa.
Siti Mauliah memiliki perasaan yang cukup peka meyakini bahwa ada yang janggal saat hari kedua usai melahirkan sang buah hati.
Kini, perjuangan Siti Mauliah akhirnya membuahkan hasil.
Bayi yang menjadi darah daging aslinya akhirnya ia dapatkan setelah berjuang selama satu tahun.
Perasaan seorang ibu ini cukup peka, demikian pula Siti yang merasa bahwa bayi yang selama ini ia rawat bukanlah anak kandungnya.
Ia pun menguraikan bagaimana alibi perawat RS Sentosa saat dicecar soal bayi tertukar.
Ia merasa bayi laki-lakinya itu tertukar saat dilahirkan di Rumah Sakit Sentosa.
Baca juga: Ogah Disalahkan Soal Bayi Tertukar di Bogor, RS Sentosa Ungkit Biaya Tes DNA hingga Sebut Niat Baik
Baca juga: RS Sentosa Lagak Ungkit Biaya Tes DNA, Hotman Paris Skakmat Biaya Ganti Rugi : Itu Masuk Akal Gak?
Bercerita soal detik-detik bayinya tertukar, Siti gusar.
Diakui Siti, ia dari awal memang sudah ragu bahwa bayi yang ia bawa pulang adalah anaknya.
Terlebih di gelang bayi tersebut tertera nama orang lain, bukan Siti Mauliah sebagai ibu sang bayi.
Atas penemuan tersebut, Siti pun sempat bertanya ke perawat rumah sakit.
Namun di momen tersebut Siti malah mendapatkan perlakuan kurang menyenangkan.
"Pas ngembaliin gelang (penanda bayi) ke rumah sakit nanya lah di sana (Siti tanya) 'ini enggak ketuker bayinya?', kata suster 'enggak, itu cuma ketukar gelang kok' dia ngebentaklah," ujar Siti.
Tak cuma satu kejanggalan, Siti juga heran dengan baju bayi yang ia bawa.
Sempat membawa bayinya usai sehari dilahirkan, Siti pun memakaikan baju warna kuning.
Namun entah kenapa saat mau dibawa pulang, bayi tersebut berganti baju menjadi warna merah muda.
"Pas pulang bajunya juga beda. Saya ngasihin baju kuning kok dikembaliin ke saya itu pink, kata susternya 'emang saya ngurusin bayi cuma satu aja, banyak Bu, wajar aja kalau baju doang ketuker'," ungkap Siti.
Atas perlakuan tersebut, Siti pun kesal.
Terlebih pada tiga suster yang menurutnya tidak jujur soal bayi tertukar.
"Satu suster yang buka gelang, dua yang dateng ke rumah. Saya gedek (kesal) sama suster yang tiga itu kenapa enggak jujur," ujar Siti.
Kegigihan ini membuat rumah sakit akhirnya tergerak untuk menengahi dan menyetujui untuk tes DNA.
Dan benar saja, hasil tes tersebut menyebutkan kalau bayi tersebut tak sesuai alias bukan anak kandungnya.
Netizen terharu
Melihat kegigihan dan feeling Siti, netizen pun terharu akan kepekaan ibu bayi tertukar tersebut.
Kini, media sosial pun ramai memuji kepekaan Siti.
Baca juga: Ogah Disalahkan Soal Bayi Tertukar di Bogor, RS Sentosa Ungkit Biaya Tes DNA hingga Sebut Niat Baik
Baca juga: Pantas Dian Berat Kembalikan Bayi Tertukar, Padahal Bukan Anaknya, Perjuangan saat Hamil Diungkit
Terlebih usai mendengar kisah Siti berjuang mencari keberadaan anak kandungnya, warganet pun ramai-ramai memuji sekaligus terharu.
Dian Pingsan
Lantas bagaimana dengan bayi satunya? Ibu Dian pun harus menerima kenyataan bila anaknya memang tertukar dengan bayi yang selama ini dirawat Siti.
Ia terpaksa menjalani tes DNA juga.
Benar saja, Puslabfor Polri mengeluarkan hasil tes DNA dua bayi tertukar di Bogor, Jawa Barat.
Dian syok. Ia histeris dan sempat jatuh pingsan.
Siti Mauliah, ibu kandung bayi yang dirawat oleh Dian, memaklumi.
Ia tahu betul perasaan Dian karena juga mengalami hal serupa.
Namun, Dian lebih siap menerima kenyataan karena sejak pulang dari rumah sakit pascamelahirkan, ia mencurigai bayi tersebut bukan anak kandungnya.
Ketika bertemu, Siti mengaku membisikan pesan untuk menguatkan Dian.
"Saya mengucapkan, kita selamanya harus silaturahmi dan menjalin persaudaraan," kata Siti.
Siti mengucapkan hal itu sambil memeluk Dian.
"Ibu D dia bersedia, 'iya, saya juga menerima'. Menerima saya juga, keluarganya juga menerima keluarga saya. Itu yang diinginkan beliau, menjalin kekeluargaan," sambung Siti.
Baca juga: Buntut Bayi Tertukar, RS Sentosa Makin Sepi, 300 Karyawan Mulai Was-was, Terancam Tutup?
Baca juga: Pascaviral Bayi Tertukar, RS Sentosa Bogor Anjlok Sepi Pengunjung, 300 Karyawan Mulai Gelisah
Dian Berjuang Miliki Anak Selama 3 Tahun
Pilunya hati Dian, ibu bayi tertukar di Bogor, ternyata memiliki cerita dibalik lahirnya sang anak pertama.
Baru-baru ini terkuak cerita baru dibalik Dian ibu dari bayi tertukar di Bogor yang sempat menolak untuk tes DNA.
Dian bersama suaminya Hartono ternyata menantikan kehadiran buah hati pertamanya dalam waktu yang cukup lama.
Diketahui, anaknya yang tertukar dengan anak Siti Mauliah ternyata hasil program hamil keduanya.
Dian dan Hartono sudah sejak lama menunggu kelahiran bayi tersebut lantara setelah mereka menikah tidak langsung bisa hamil.
Dian bahkan harus menunggu hadirnya buah hati mereka di pernikahannya pada tahun ketiga.
Bagaimana Dian tidak syok saat hasil tes DNA menunjukkan bahwa anaknya tertukar.
Bahkan Dian pun berulang kali pingsan saat mengetahui bahwa anak yang selama ini dirawatnya merupakan anak dari Siti Mauliah, ibu rumah tangga warga Ciseeng, Bogor.
Begitupun dengan Siti Mauliah yang menyimpan banyak kejanggalan dan mencari keberadaan anak kandungnya selama satu tahun yang mana dirawat oleh Dian.
Cerita baru di balik bayi dari Dian dan Hartono inipun menjadi cerita yang belakangan membuat publik haru.Dimana usaha keras pasangan ini baru berhasil di pernikahan tahun ketiga dan kemudian menjalani persalinan di RS Sentosa Bogor dan belakangan bayinya tertukar degan bayi yang dilahirkan Siti Mauliah di rumah sakit yang sama.
"Kurang lebih mau 3 tahun," kata Kuasa hukum Dian, Binsar Aritonang.
Binsar bercerita, satu tahun pernikahan kliennya langsung berusaha keras demi bisa memiliki anak.
"Sejak menikah butuh effort lebih untuk punya anak," kata Binsar dilansir Tribun-Medan.com dari TribunnewsBogor.com pada Senin (28/8/2023).
Usaha Dian dan Hartono memiliki buah hati dijalani selama satu tahun lamanya.
"Kurang lebih satu tahun setengah effort," jelasnya.
Dian dan Hartono melakukan program hamil dan konsultasi ke sejumlah klinik dan dokter.
"Kurang lebih 1 tahun setengah effort sampai datang ke klinik kesehatan dan dokter untuk bisa memiliki keturunan anak," katanya.
Sampai akhirnya Dian kemudian dinyatakan hamil anak pertama.
Ia lantas melahirkan secara caesar di Rumah Sakit Sentosa Bogor pada 18 Juli 2022.
Dian berkukuh, bayi yang ia lahirkan mengenakan gelang penanda atas nama dirinya.
Karena itulah Dian sangat yakin bayi yang sudah ia upayakan bersama suaminya ini tidak tertukar dengan Siti.
Namun sebaliknya, Siti Muliah sejak awal justru merasa bayinya tertukar pasca persalinan di RS Sentosa Bogor.
Karena sangat diinginkan sejak awal memiliki anak, Dian dan Hartono sangat amat menyayangi anaknya tersebut.
"Apalagi anak pertama ini amat sangat dinantikan saat hamil itu.," kata Binsar.
Namun kenyataan justru berkata lain.
Berdasar hasil tes DNA dari Puslabfor Polri menyatakan bahwa bayi Dian tertukar dengan anak keempat dari pasangan Siti Mauliah dan Muhammad Tabrani.
Dian teramat syok, begitu pula dengan suaminya, Hartono.
Dian bahkan dua kali ambruk di Mapolres Bogor setelah mendengar hasil tes DNA bayi tertukar.
Suaminya bahkan lunglai di tengah gegap gempita taburan senyum bahagia dari pihak Siti Mauliah yang sudah teramat keras mencari keberadaan anak kandungnya.
(*/TRIBUN-MEDAN.COM)
Baca juga: Ogah Disalahkan Soal Bayi Tertukar di Bogor, RS Sentosa Ungkit Biaya Tes DNA hingga Sebut Niat Baik
Baca juga: Bakal Lapor Polisi, Dua Ibu Bayi Tertukar Tolak Tawaran Perdamaian Rumah Sakit Sentosa Bogor
Baca juga: RS Sentosa Lagak Ungkit Biaya Tes DNA, Hotman Paris Skakmat Biaya Ganti Rugi : Itu Masuk Akal Gak?
Baca berita TRIBUN MEDAN lainnya di Google News
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/medan/foto/bank/originals/Fix-tertukar-bayi-yang-tertukar-di-Bogor-ternyata-belum-dikembalikan.jpg)