Bayi Tertukar
Ogah Disalahkan Soal Bayi Tertukar di Bogor, RS Sentosa Ungkit Biaya Tes DNA hingga Sebut Niat Baik
Ogah disalahkan soal bayi tertukar di Bogor, Rumah Sakit Sentosa Bogor ungkit biaya tes DNA.
Rumah sakit yang menginisiasi semuanya, tes DNA rumah sakit, termasuk yang membiayai," tuturnya,
Beberapa upaya yang dilakukan oleh rumah sakit juga menjadi pertimbangan bagi pihak keluarga.
Apalagi, dalam hal ini pihak rumah sakit pun mengakui bahwa tertukarnya bayi tersebut adalah human eror.
"Jadi itu harus diliat sebagai niat baik rumah sakit.
Jangan juga menempatkan rumah sakit ini seolah-olah penjahat," tukasnya.
Baca juga: Rekaman CCTV saat Kapolres Dairi Cekcok dengan Anggota Hingga Diduga Lakukan Penganiayaan
Baca juga: KISAH Bocah Cilik 5 Tahun Sudah Taklukan 39 Puncak Gunung, Candu Saat Daki Gunung Sikunir
RS Sentosa Makin Sepi
Buntut kasus bayi tertukar, pasien Rumah Sakit Sentosa Bogor semakin anjlok.
Pasca kasus bayi tertukar viral hingga menghebohkan publik, kondisi Rumah Sakit Sentosa Bogor mulai memprihatinkan.
Dimana disampaikan oleh Juru Bicara Rumah Sakit Sentosa, Gregg Djako, dampak dari viralnya kasus bayi tertukar, pasien yang datang berkunjung drastis.
Hal itu lantaran kepercayaan masyarakat kepada RS Sentosa Bogor mulai menghilang.
Warga sekan-akan kehilangan kepercayaan atas RS Sentosa Bogor.
"Jelas dampaknya sangat dirasakan, pasien menurun jauh," kata Gregg Djako dikutip Tribun-Medan.com, Senin (28/8/2023).
Dia mengatakan karena kasus ini ada sanksi sosial yang harus diterima pihaknya.
Padahal kata dia di rumah sakit tersebut ada 300 lebih karyawan yang juga perlu menjadi perhatian semua pihak.
"Kita harus akui ada 300 lebih karyawan yang bekerja di dalamnya, menggantungkan hidupnya di situ bersama keluarganya," kata Gregg Djako.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/medan/foto/bank/originals/Pemilik-RS-Sentosa-Bogor.jpg)