Berita Internasional
Wanita Diperas Pria Kenalannya setelah Berhubungan Intim, Foto-foto Tak Senonoh akan Disebar
Kejadian wanita diperas pria kenalannya dari media sosial itu dialami oleh Zhang (35) yang tinggal di provinsi Guangdong, Tiongkok.
Penulis: Putri Chairunnisa | Editor: Randy P.F Hutagaol
TRIBUN-MEDAN.com – Kemajuan teknologi komunikasi memang sedikit banyak mempermudah kehidupan manusia.
Namun meskipun demikian, ada pula orang-orang tak bertanggung jawab yang malah memanfaatkannya untuk melakukan kejahatan.
Seperti halnya yang dialami oleh wanita diperas pria kenalannya dari media sosial.
Dikutip tribun-medan.com dari eva.vn, kejadian wanita diperas pria kenalannya dari media sosial itu dialami oleh Zhang (35) yang tinggal di provinsi Guangdong, Tiongkok.
Baca juga: Bobby Nasution Angkat Bicara soal Perempuan Pelempar Sendal pada Mertuanya, Presiden Jokowi
Baca juga: Gudang Oli Palsu dengan Merek Terkenal Digerebek di Percut Seituan, Ditemukan Mesin Cetakan Botol
Zhang diketahui menikah di usia yang sangat muda dan melahirkan seorang anak perempuan.
Namun tak disangka, kelahiran sang buah hati bukannya membuat sang suami semakin semangat menjalankan bisnisnya, malah sebaliknya menjadi lebih malas dan lebih buruk dari sebelumnya.
Sang suami justru menghabiskan waktunya untuk minum-minum dan berjudi.
Karena tak tahan lagi, Zhang memutuskan untuk bercerai dan mendapatkan hak asuh atas anak-anaknya.
Karena kehidupannya yang sulit, Zhang harus meninggalkan anak-anaknya di rumah dan meminta orang tuanya merawatnya sedangkan ia pergi ke kota untuk mencari pekerjaan.
Dalam beberapa tahun terakhir, jejaring sosial telah berkembang pesat, banyak orang online untuk mencari orang untuk diajak ngobrol dan Zhang termasuk salah satunya.
Zhang mempunyai hobi memposting foto-foto cantik "selfie" di jejaring media sosial yang menuai komentar pujian dari semua orang yang ia kenal maupun tidak.
Di antara mereka, seorang pria bermarga Liu menarik perhatian Zhang.
Hampir di setiap foto yang diposting Zhang, Liu berkomentar memuji kecantikannya, sekaligus mengatakan ingin berteman dan ngobrol.
Karena penasaran, Zhang pun setuju untuk berteman dengan Liu dan mengetahui bahwa pria itu baru berusia 24 tahun, yang mana 11 tahun lebih muda darinya.
Liu memiliki paras yang tampan, cara bicaranya yang misterius sekaligus menarik mudah membuat wanita manapun jatuh cinta, begitu pula dengan Zhang.
Lambat laun, Zhang pun mulai menaruh hati pada Liu.
Namun, ketika Liu mengatakan bahwa ia ingin bertemu langsung, Zhang dengan sopan menolaknya karena ia rasa itu terlalu cepat.
Beberapa waktu kemudian, Zhang pergi minum bersama teman-temannya.
Terlalu banyak minum membuatnya mabuk, saat itu pula ia tiba-tiba teringat akan nasib tragisnya, sehingga suasana hatinya kacau.
Saat itu, orang pertama yang ia pikirkan adalah Liu, jadi dia berinisiatif untuk membuat janji dengannya.
Malam itu, keduanya berhubungan seks di hotel.
Keduanya sangat bersenang-senang.
Tak disangka, kejadian selanjutnya membuatnya langsung terbangun.
Setelah menyelesaikan urusannya, Liu segera berubah menjadi orang jahat.
Tanpa basa-basi, pria itu mengeluarkan pisau dari sakunya untuk mengancam Zhang.
Setelah itu, ia mulai mengambil banyak foto Zhang yang tak senonoh untuk memeras uangnya.
Ia mengatakan bahwa Zhang tak memberinya semua uang, ia akan mempublikasikan semua foto-foto itu di media sosial dan menghancurkan kehormatannya.
Zhang sangat ketakutan hingga ia berkeringat dingin, ia pun segera mengambil ponselnya dan mentransfer seluruh saldo di rekeningnya sebesar 29 ribu yuan (lebih dari Rp 60 juta) kepada Liu.
Saat menerima uang tersebut, Liu masih belum puas karena menurutnya jumlahnya terlalu sedikit, namun Zhang bersikeras bahwa hanya itu yang ia miliki.
Akhirnya Liu pun setuju untuk melepaskannya.
Ketika ia sampai di rumah dengan selamat, Zhang justru semakin memikirkannya dan semakin ketakutan, ia berpikir bahwa jika Liu terus menyimpan "foto panasnya", cepat atau lambat ia akan terus mendatanginya untuk memeras uangnya.
Setelah memikirkannya, Zhang memutuskan untuk melaporkannya ke polisi dan Liu ditangkap.
Di kantor polisi, Liu mengaku karena ia kehilangan terlalu banyak uang dan terlilit utang dalam perjudian online, ia memikirkan cara ini untuk mendapatkan uang dari Zhang.
Polisi mengkaji keseluruhan kasus dan menemukan bahwa Liu hanya melakukan tindak pidana pemerasan berdasarkan Pasal 274 KUHP, selain itu, tak ada unsur prostitusi atau pemerkosaan karena hubungan seks dilakukan secara sukarela di antara pasangan.
Akhirnya, setelah diadili oleh pengadilan, Liu dijatuhi hukuman 2 tahun 6 bulan penjara dan bertanggung jawab mengembalikan seluruh uang Zhang.
(cr32/tribun-medan.com)
Update berita TRIBUN MEDAN lainnya di Google News
Ikuti juga informasi lainnya di Facebook, Instagram dan Twitter
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/medan/foto/bank/originals/ilustrasi-pemerasan_20170905_080525.jpg)