Batu Malin Kundang

Terbayang Kisah Durhakanya, Batu Malin Kundang di Pantai Air Manis Padang Empat Hari Terendam Air

Dinas Pariwisata (Dispar) Kota Padang melakukan 'penyelamatan' Batu Malin Kundang tenggelam dengan menyedot air di area sekitar objek wisata.

Tayang:
Editor: Satia
Tribunpadang
Batu Malin Kundang Terendam Air 

Pengunjung juga tidak bisa berfoto di lokasi itu, padahal objek wisata ini salah satu spot berfoto favorit.

"Sudah dua hari tenggelam, ini hari yang ketiga," ujar Irma, salah seorang pedagang cendera mata di lokasi.

Irma menuturkan, pada hari pertama, ketinggian air tidak sampai menutup semua relief Batu Malin Kundang.

Namun sejak hujan deras melanda Kota Padang, pada Minggu (27/8/2023) ketinggian air semakin naik.

Baca juga: Anak-anak SD dan Guru Berikan Hormat, Saat Mobil Pembawa Jenazah Arist Merdeka Melintas

"Kemarin masih nampan punggung, kini tenggelam semua," ujar Irma.

Menurut Irma, penyebab tenggelamnya Malin Kundang tak hanya karena hujan, namun juga karena tak ada saluran air.

"Biasanya kalau tidak disedot butuh tiga sampai seminggu bisa kering," kata Irma.

Sekedar informasi, objek wisata batu Malin Kundang berlokasi di Pantai Air Manis, atau sekitar 8 Km dari Pasar Raya Padang.

Objek Wisata ini mengisahkan sebuah legenda seorang anak yang durhaka kepada orang tuanya.

Akibat kedurhakaan itu, Malin Kundang dikutuk menjadi batu. 

 

Berikut Kisah Dogeng Malin Kundang

Pada zaman dahulu di sebuah perkampungan nelayan Pantai Air Manis di Padang, Sumatera Barat,

ada seorang janda bernama Mande Rubayah yang hidup bersama anak laki-lakinya yang bernama Malin Kundang.

Mande Rubayah sangat menyayangi dan memanjakan Malin Kundang. Malin kemudian tumbuh menjadi seorang anak yang rajin dan penurut.

Sumber: Tribun Medan
Halaman 2/4
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved