Berita Viral
Cacing Hidup Sepanjang 3 Cm Bersarang di Otak Lansia, Ternyata Gegara Makan Sayur Ini Jadi Penyebab
Cacing hidup sepanjang 3 cm bersarang di otak lansia 64 tahun ini. Ternyata cacing itu banyak ditemukan di ular piton karpet. Begini penjelasan mengap
TRIBUN-MEDAN.COM – Cacing hidup sepanjang 3 cm bersarang di otak lansia ini.
Hal inipun mengejutkan dokter ahli bedah syarat di Australia yang mengeluarkan cacing yang masih hidup itu dari otak lansia tersebut.
Lantas, apa penyebab dan bagaimana cacing hidup tersebut bisa masuk ke dalam otak lansia di Australia itu ?
Begini penjelasan dari dokter ahli bedah yang menangani kasus cacing dalam otak lansia itu.
Dilaporkan Associated Press, dokter bernama Hari Priya Bandi, melakukan biopsi melalui lubang di tengkorak pasien wanita berusia 64 tahun di rumah sakit Canberra tahun lalu.
Ia menggunakan forceps, sejenis alat seperti gunting yang berfungsi mengambil objek, untuk menarik cacing itu.
Ketika diukur, panjang cacing itu mencapai 3 cm.
"Saya saat itu berpikir, 'Apa itu? Tidak masuk akal. Tapi benda itu hidup dan bergerak'," ujar Bandi dalam surat kabar The Canberra Times, Selasa (29/8/2023).
“Benda itu terus bergerak dengan penuh tenaga."
"Kami semua merasa sedikit mual melihatnya."
Hewan tersebut merupakan larva cacing gelang asli Australia bernama latin Ophidascaris robertsi.
Cacing ini banyak ditemukan pada ular piton karpet.
Bandi dan rekannya, seorang dokter penyakit menular Sanjaya Senanayake, adalah penulis jurnal tentang kasus medis luar biasa yang diterbitkan dalam jurnal Emerging Infectious Diseases edisi terbaru.
Senanayake mengatakan dia sedang bertugas di rumah sakit pada Juni tahun lalu ketika cacing itu ditemukan.
Baca juga: Perampokan Sopir Taksi Online, Pelaku Pasutri dan Keponakan Ngaku Nekat Karena Terlilit Hutang
Baca juga: Kondisi Terkini Dua Personel Polisi yang Dipukul Kapolres Dairi hingga Masuk Rumah Sakit
“Saya mendapat telepon yang mengatakan: 'Kita punya pasien dengan masalah infeksi. Kami baru saja mengeluarkan cacing hidup dari otak pasien ini,'” kata Senanayake kepada Australian Broadcasting Corp.
Pasien tersebut dirawat di rumah sakit setelah mengalami kepikunan dan depresi yang memburuk selama tiga bulan.
Pemindaian menunjukkan ada perubahan di otaknya.
Baca juga: Terbayang Kisah Durhakanya, Batu Malin Kundang di Pantai Air Manis Padang Empat Hari Terendam Air
Baca juga: Ada Eskavator Terparkir dan Lubang Menganga di Jalan Ibrahim Umar, Pengendara Kerap Kena Macet
Setahun sebelumnya, dia dirawat di rumah sakit setempat di negara bagian tenggara New South Wales dengan gejala sakit perut, diare, batuk kering, dan berkeringat di malam hari.
Senanayake mengatakan biopsi otak diharapkan dapat mengungkap adanya kanker atau abses.
“Pasien ini telah dirawat untuk penyakit misterius yang kami pikir pada akhirnya adalah kondisi imunologis karena kami belum dapat menemukan parasit sebelumnya dan entah dari mana, benjolan besar ini muncul di bagian depan otaknya,” kata Senanayake.
“Tiba-tiba, dengan penjepitnya, Bandi mengambil benda yang menggeliat itu."
"Dia dan semua orang di ruang operasi itu benar-benar terkejut,” tambah Senanayake.
Enam bulan setelah cacing tersebut diangkat, gejala neuropsikiatrik pasien membaik namun masih belum sembuh sempurna, kata artikel jurnal tersebut.
Ia telah kembali ke rumah tetapi masih dalam pengawasan medis.
Rincian kondisinya saat ini belum dipublikasikan.
Telur cacing seperti itu biasanya keluar dari kotoran ular yang mencemari rumput yang dimakan mamalia kecil.
Siklus hidup berlanjut saat ular lain memakan mamalia.
Wanita tersebut tinggal di dekat habitat ular piton karpet dan mencari makan tumbuhan asli yang disebut sayuran warrigal untuk memasak.
Meskipun dia tidak melakukan kontak langsung dengan ular, para ilmuwan berhipotesis bahwa dia memakan telur dari tumbuhan atau tangannya yang terkontaminasi.
Sehingga dari hal itulah cacing tersebut masuk kedalam otak lansia tersebut.
(*/TRIBUN-MEDAN.COM)
Baca juga: VIRAL Postingan Terakhir Pria Aceh Dianiaya Paspampres Disorot, Netizen Kaitkan Dengan Pembunuhannya
Baca juga: Fakta Baru Pembunuhan Imam Masykur: 3 TNI Ternyata Satu Angkatan dari Aceh, Kakak Ipar Ikut Berperan
Baca juga: Terbayang Kisah Durhakanya, Batu Malin Kundang di Pantai Air Manis Padang Empat Hari Terendam Air
Baca berita TRIBUN MEDAN lainnya di Google News
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/medan/foto/bank/originals/Dokter-Hari-Priya-Bandi-kiri-dan-cacing-parasit-yang-ditemukannya-dalam-otak-pasien-1.jpg)