Viral Medsos
Polda Sebut Roida Tampubolon ODGJ Pelaku Pelempar Sendal ke Arah Presiden Jokowi, Tapi Bisa Main FB
Roida Tampubolon yang disebut penderita skizofrenia itu ternyata kadang aktif bermedia sosial.
Fakta-fakta Tentang Roida Tampubolon Pelaku Pelempar Sendal ke Arah Presiden Joko Widodo (Jokowi) di Medan.
TRIBUN-MEDAN.COM,MEDAN - Kepolisian Daerah Sumatera Utara (Polda Sumut) menyebut bahwa Roida Tampubolon, wanita yang melempar ke arah Presiden Joko Widodo (Jokowi) dengan sandal dan air mineral merupakan penderita skizofrenia.
Skizofrenia adalah kondisi dimana seseorang kerap mengalami delusi dan halusinasi terhadap ketakutan tertentu. Karena hal itu pula Polda Sumut menyebut bahwa pihaknya sudah mengirimkan Roida Tampubolon ke Rumah Sakit Jiwa (RSJ) Prof Dr M Ildrem di Medan Tuntungan.
"Yang bersangkutan sudah diserahkan ke Rumah Sakit Jiwa Prof DR M Ildrem di Jalan Tali Air No 21 Medan," kata Kabid Humas Polda Sumut, Kombes Hadi Wahyudi, Senin (28/8/2023).
Hadi mengatakan, Roida Tampubolon akan menjalani observasi minimal 14 hari kedepan. "Dari hasil koordinasi dengan pihak rumah sakit Prof Dr Muhammad Ildrem observasi akan dilakukan minimal 14 hari. Lebih detail silakan pastikan dengan pihak RSJ juga ya," ungkap Hadi.
Kadang aktif bermedia sosial
Roida Tampubolon yang disebut penderita skizofrenia itu ternyata kadang aktif bermedia sosial.
Dalam salah satu postingannya dalam keterangan foto, ia menuliskan bahwa AKBP Josua Tampubolon adalah maling.
Dia juga menuliskan, bahwa AKBP Josua Tampubolon maling uang Rp 100 juta.
Meski begitu, tidak ada penjelasan lebih lanjut soal umpatannya ini.
Kuat dugaan, umpatan ini dilontarkan karena Roida Tampubolon kesal kasusnya di Polres Samosir saat itu tidak tuntas.
Adapun kasus yang dilaporkan menyangkut pemalsuan dokumen di Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil Kabupaten Samosir.
Suami Roida Tampubolon membuat permohonan ke Disdukcapil soal akta kematian Roida Tampubolon. Padahal, Roida masih hidup.
Beredar kabar, bahwa saat mengurus perkara ini, Roida Tampubolon kehilangan banyak uang.
Roida Tampubolon dilaporkan ke Polda Sumut
Berkenaan dengan postingannya itu, AKBP Josua Tampubolon yang dikonfirmasi wartawan Tribun-medan.com mengaku sudah melaporkan Roida Tampubolon.
Namun ia belum menjelaskan lebih lanjut kapan laporan dibuat.
Informasi diperoleh Tribun-medan.com, Roida Tampubolon ini pernah beberapa kali membuat heboh kantor polisi.
Ia kabarnya pernah dilaporkan sudah mati oleh suami dan keluarganya di Disdukcapil Kabupaten Samosir.
Karena itu pula, Roida Tampubolon sempat melaporkan sejumlah pihak ke Polres Samosir.
Bahkan, saat itu, Kepala Desa Janji Matogu, Kecamatan Onan Runggu, Pantas Gultom sempat diperiksa Polres Samosir. Namun, kasus ini tak juntrung kejelasannya.
Baca juga: Dikatai Maling Rp 100 Juta, AKBP Josua Tampubolon Laporkan Roida Tampubolon
Baca juga: Roida Pelempar Sendal ke Jokowi Terindikasi Gangguan Jiwa & Terlantar, Pernah Diserahkan ke Dinsos
Tuduhan fitnah
Kapolres Pelabuhan Belawan, AKBP Josua Tampubolon membantah tuduhan Roida Tampubolon, soal sebutan maling Rp 100 juta.
Kata mantan Kapolres Samosir itu, apa yang diunggah Roida Tampubolon adalah fitnah.
Meski sama-sama satu marga, tapi AKBP Josua Tampubolon menyebut wanita semarganya itu telah memfitnah dirinya.
"Apa yang diposting nya itu tidak benar dan merupakan penghinaan," kata AKBP Josua Tampubolon, Senin (28/8/2023).
Karena tak terima dengan tuduhan-tuduhan Roida Tampubolon yang diposting ke medsos, AKBP Josua Tampubolon mengaku sudah membuat laporan ke Polda Sumut.
Dalam kasus ini, yang dilaporkan adalah Roida Tampubolon.
Laporan AKBP Josua Tampubolon tertulis dalam LP/B/313/III/2023/2023/SPKT/Polda Sumut tanggal 3 Maret 2023.
Laporan itu kini ditangani Subdit Siber Dit Reskrimsus Polda Sumut dan sudah naik ke tingkat penyidikan.
"Awalnya saya laporkan ke pak Kapolda, kemudian diarahkan membuat laporan. Di Subdit Siber sudah ditangani dan proses penyidikan," terangnya.
AKBP Josua bilang, ia sangat menyesalkan apa yang diperbuat wanita semarganya itu.
Padahal, AKBP Josua sendiri sudah membantunya menuntaskan kasus yang dilaporkan Roida Tampubolon ke Polres Samosir.
Kata Josua, Roida melapor ke Polres Samosir pada tahun 2019 karena dinyatakan sudah meninggal dunia. Namun, kasus itu diduga mandek selama setahun lebih.
Begitu AKBP Josua Tampubolon menjabat sebagai Kapolres Samosir pada 2021 lalu, dan menerima aduan Roida, pihaknya langsung menindaklanjuti laporan Roida.
Suami Roida, yang mengajukan surat kematian ditetapkan sebagai tersangka dan ditahan.
Kemudian, Kepala Desa dan Kepala Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil Pemkab Samosir juga ditetapkan sebagai tersangka.
"Jadi begitu saya menjabat tahun 2021, saya menolong dia karena katanya LP nya tidak diproses-proses sejak tahun 2019. Saya cek dan gelar perkara, kemudian kita proses dan kita tangkap suaminya si Malangon namanya," kata Josua.
Namun, ia tak menjelaskan lebih lanjut bagaimana surat kematian itu bisa terbit dari Disdukcapil Pemkab Samosir.
Ia hanya menegaskan, bahwa apa yang disampaikan Roida Tampubolon tidak benar.
Roida Tampubolon sebelumnya pernah dirawat di RSJ
Data yang diperoleh kepolisian dari RSJ, Roida Tampubolon pernah dirawat di rumah sakit jiwa.
Dia dirawat kurang lebih tiga bulan sejak 27 Oktober 2022 hingga 21 Januari 2022 di kelas III, ruang Mawar.
Wanita tersebut didiagnosa menderita Skizofrenia Paranoid.
Dilihat dari berbagai sumber skizofrenia yang paling umum terjadi, memiliki beberapa gejala utamanya adalah delusi dan halusinasi terhadap ketakutan tertentu.
Penderita kondisi ini sering kali memiliki kecurigaan berlebih pada orang-orang di sekitarnya sehingga sulit mengendalikan emosi atau keinginannya.
"Dari hasil koordinasi dengan pihak rumah sakit Prof. Dr. Muhammad Ildrem observasi akan dilakukan minimal 14 hari. Lebih detail silakan pastikan dengan Pihak RSJ juga ya,"ungkap Hadi.
Sebelumnya, Presiden RI, Jokowi dilempar sandal oleh seorang emak-emak saat berkunjung ke Gedung Serbaguna, Kota Medan, Minggu 27 Agustus kemarin.
Tidak hanya dilempar sandal, wanita ini juga melempar air mineral ke arah Presiden Jokowi.
Tak pelak, aksi emak-emak itu membuat petugas Paspampres kalang kabut. Petugas sempat menangkis sandal yang mendarat ke arah Jokowi.
Melihat hal itu, Paspampres lantas mendorong emak-emak yang melempar sandal dan air mineral ke arah Jokowi.
"Tolong keadilan untuk kami pak," kata wanita tersebut, tanpa menjelaskan lebih lanjut alasannya, Minggu (27/8/2023).
Roida Tampubolon diketahui tinggal di Pulo Brayan, Kota Medan.
Pada tahun 2018 silam, ia pernah menuding polisi di Polsek Percut Seituan melakukan pungli.
Saat itu, Roida Tampubolon hendak membuat laporan. Namun dia mengaku ada dimintai uang oleh dua orang petugas SPKT.
Setelah ngaku menjadi korban pungli, Roida pun kesana-kemari berupaya melaporkan kasus pungli yang ia alami.
Pernah Ribut di Polrestabes Medan
Roida Tampubolon juga pernah membuat ribut di Polrestabes Medan. Ia pernah terlibat cekcok dengan anggota Provost Polrestabes Medan.
Dalam video yang ada di Facebook milik Roida, ia terlihat memaki-maki anggota Provost tersebut.
Bahkan, anggota Provost itu sempat mengejek Roida dengan sebutan cuma ingin mencari sensasi.
Dalam video tersengar, bahwa anggota Provost itu mengaku pernah membantu Roida.
Namun, setelah harta Roida habis terjual, wanita tersebut pun mulai mengamuk dan menuding polisi yang bukan-bukan.
(Cr25/tribun-medan.com)
Update berita TRIBUN MEDAN lainnya di Google News
Ikuti juga informasi lainnya di Facebook, Instagram dan Twitter
BACA JUGA: Suka Nonton Film Bokep Gay Jadi Alasan Dua Ustaz Pesantren Cabuli 24 Santri, JPU: Suka Laki-laki
BACA JUGA: Musibah Mantan Anggota DPRD Langkat, Lagi Ngunduh Mantu Rumah Ludes Terbakar
BACA JUGA: Iptu Herman Sinaga Diyakini Rutin Terima Setoran Judi Togel, Kodam I/BB Bilang Begini
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/medan/foto/bank/originals/Roida-Tampubolon-mati.jpg)