Viral Medsos
Pemilik RS Sentosa Jadi Sorotan di Tengah Kasus Bayi Tertukar, Kini Nonaktifkan 5 Perawat dan Bidan
Terkini, pihak RS Sentosa menonaktifkan 5 bidan dan perawat karena lalai memasang gelang identitas hingga bayi Siti Maulia (37) tertukar.
AKBP Rio mengatakan, proses tumbuh kembang anak akan menjadi tanggung jawab ketiga pihak baik itu si ayah, ibu, dan orangtua angkatnya yaitu Polres Bogor.
Polres Bogor fasilitasi rumah bersama
AKBP Rio menjelaskan, telah memfasilitasi rumah bersama untuk kedua keluarga bayi tersebut di Mapolres Bogor.
Rumah bersama digunakan untuk mempererat ikatan atau bonding antara bayi dengan ibu kandungnya.
"Sudah dibuat kesepakatan tentang jadwal per jadwal, tanggal per tanggal seperti time line agar proses bonding antara orangtua dengan si anak terjalin satu sama lain. Alhamdulillah hari ini bertambah satu anak, dan bertambah satu ayah serta bertambah satu ibu," tutur Rio.
Rumah bersama yang difasilitasi Polres untuk kedua ibu bayi tertukar selama satu bulan atau saat proses tahapan pengembalian ke orangtua biologis atau kandung.
AKBP Rio Wahyu Anggoro mengatakan, proses pengembalian dua bayi tertukar kepada ibu kandungnya masing-masing akan dilakukan bertahap.
Bayi laki-laki berinisial GL (1) dan GB (1) akan diserahkan atau dikembalikan dalam satu bulan ke depan.
Oleh karena itu, rumah bersama dibuat guna mempererat ikatan atau bonding antara bayi dengan ibu kandungnya.
"Proses satu bulan lebih ini, nanti adalah kita akan membuat rumah bersama. Sudah diputuskan di rapat mediasi bahwa rumah bersama itu ada di Polres Bogor," ungkapnya.
Rumah bersama itu akan menjadi tempat penyesuaian lingkungan baru bagi kedua bayi untuk kemudian didekatkan dengan ibu kandung masing-masing.
AKBP Rio menyampaikan, tahapan penyelesaian dari kasus ini harus dimulai dari sisi pemenuhan hak anak dan perlindungan khusus anak.
Setelah itu, pengembalian anak dari Ibu SM ke Ibu D demikian juga sebaliknya baru bisa tercapai.
"Sudah dibuat kesepakatan tentang jadwal per jadwal, tanggal per tanggal seperti time line agar proses bonding antara orangtua dengan si anak terjalin satu sama lain," kata Rio.
Diberitakan sebelumnya, AKBP Rio telah menyatakan hasil tes DNA silang terhadap kedua ibu bayi di Bogor, Jawa Barat adalah 99,9 persen tidak identik.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/medan/foto/bank/originals/kasus-bayi-tertukar-di-rs-sentosa-bogor.jpg)