Pilpres 2024

Wacana Sandiaga Uno yang Ingin Duetkan Ganjar-Anies, Ini Respon Ganjar Pranowo dan Anies Baswedan

Ketua Bappilu PPP Sandiaga Uno memberi sinyal kepada PKS untuk membahas wacana duet Ganjar Pranowo-Anies Baswedan pada pemilihan presiden (Pilpres)

Tayang:
Editor: AbdiTumanggor
Tangkapan Layar Video
THE NEXT PRESIDENT - Ganjar Pranowo diketahui bertemu dengan Sandiaga Uno usai menjalankan Ibadah Haji di Jeddah, Arab Saudi, Sabtu (1/7/2023). Dalam kesempatan tersebut, Sandiaga Uno memperkenalkan Ganjar Pranowo sebagai the next president kepada pejabat kementerian Arab Saudi. (tangkapan layar video) 

Sementara gap (jarak) terhadap Anies itu cukup jauh, jika mengecek angka elektabilitas.

"Mereka juga mempunyai kepentingan memotret, pesan yang ingin dimunculkan adalah bagaimana kemudian publik, atau masyarakat politik memotret Ganjar dan Anies," ucapnya.

Arya Budi mengungkapkan sebelumnya tidak ada simulasi duet Ganjar Pranowo dengan Anies Baswedan di banyak survei. Sebab seolah-olah koalisi yang ada sudah terkunci di tiga poros.

"Nah wacana ini dimunculkan untuk menciptakan skenario alternatif di mana hanya ada dua poros, yaitu poros Ganjar dan poros Prabowo. Pasangannya yang kemudian diperdebatkan, nah kemudian muncullah Anies karena untuk mengecek respons publik, atau dalam bahasa mereka cek ombak," tandasnya.

Sejauh ini, lanjut Arya Budi, praktis tidak ada penolakan yang berarti, baik dari kalangan politisi maupun masyarakat politik lainya terkait wacana diduetkannya Ganjar Pranowo dengan Anies Baswedan. Ada potensi juga wacana tersebut dimunculkan karena ingin mengecek elektabilitas, apakah mampu mengalahkan Prabowo Subianto.

"Jadi jika skenarionya tetap tiga poros, terlepas dari siapa cawapresnya, Ganjar dan Prabowo kompetitif. Tetapi di putaran kedua ketika Ganjar head to head dengan Prabowo, Ganjar dalam banyak survei elektabilitasnya masih kalah bahkan gap nya bisa 5 sampai 10 persen dengan Prabowo. Satu-satu alternatif untuk mengambil ceruk pemilih di luar nasionalis adalah Anies," tandasnya.

Sehingga Arya Budi menyampaikan, dimunculkannya wacana duet Ganjar Pranowo dengan Anies Baswedan menjadi salah satu alternatif kocok ulang koalisi. Khususnya alternatif dalam menghadapi skenario pemilu presiden head to head.

"Terlepas dari satu putaran atau head to head dua putaran," tegasnya.

Arya Budi mengungkapkan, konstelasi di Koalisi Perubahan untuk Persatuan (KPP) menjadi variabel besar kecilnya kemungkinan duet tersebut terwujud.

"Jika ke depan tidak ada kesepakatan antara NasDem dengan anggota Koalisi Perubahan, ada Demokrat dan PKS justru potensinya besar jika NasDem membawa Anies berpasangan dengan Ganjar," urainya.

(*/tribun-medan.com)

Artikel ini telah tayang di Kompas.com

Baca juga: Tragis Pasangan Suami Istri yang Baru Menikah Tewas Berpelukan di Tangga Rumah yang Hangus Terbakar

Baca juga: INILAH Motif Pembunuhan Dosen UIN RM Said Surakarta Wahyu Dian Silviani, Pelaku Kuli Bangunan

Baca juga: Tangis Orangtua Bayi Pecah saat Hasil Tes DNA Menyatakan Terbukti Bayi Tertukar di Bogor

(*/Tribun-Medan.com)

Update berita TRIBUN MEDAN lainnya di Google News

Ikuti juga informasi lainnya di Facebook, Instagram dan Twitter   

Halaman 3/3
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved