Bayi Tertukar
Gegara Ulah Susternya Bikin Gelang Dobel Berujung Bayi Tertukar, Rumah Sakit di Bogor Ini Dilapor
Gegara kelalaian susternya membuat gelang bayi dobel, Rumah Sakit Sentosa Bogor dilaporkan. Selama beberapa pekan pihak RS kekeh bahwa gelang bayi ter
TRIBUN-MEDAN.COM – Gegara kelalaian susternya membuat gelang bayi dobel, Rumah Sakit Sentosa Bogor dilaporkan.
Adapun kasus bayi tertukar mulai menemukan titik terangnya karena pihak rumah sakit yang mengaku telah membuat gelang dobel hingga terjadinya kasus tersebut.
Imbas kelalaian tersebut, Rumah Sakit Sentosa Bogor inipun dilaporkan dan diperiksa.
Seperti diketahui, beberapa pekan ini kasus bayi tertukar menarik perhatian semua orang.
Pasalnya, ibu dari bayi tertukar itu menyadari bahwa bayo yang dirawatnya bukanlah anak kandungnya.
Setelah setahun merawat bayi yang bukan anak kandungnya, ibu bayi tertukar Siti Mauliah pun mengungkap penyebab bayinya tertukar dengan bayi pasien lain usai persalinan.
Dimana pada 18 Juli 2022 hanya ada dua bayi laki-laki yang lahir di Rumah Sakit Sentosa Bogor, Jawa Barat yakni bayi milik Siti Mauliah dan Dian.
Pihak Rumah Sakit Sentosa Bogor diduga lalai karena gelang bayi dengan nama Dian tertulis dobel.
Kuasa hukum Siti Mauliah, Rusdy Ridho menjelaskan tidak ada gelang bayi yang tertukar.
Sehingga dua bayi laki-laki yang lahir pada hari yang sama dipasang gelang kaki atas nama Dian.
Hal ini membuat Siti merasa anak yang selama ini dirawat merupakan anak kandungnya.
Rusdy Ridho menyatakan Siti Mauliah dan terduga ibu merawat bayi Dian menjadi korban kelalaian petugas kesehatan Rumah Sakit Sentosa Bogor.
"Pihak keluarga satunya (Dian) tidak mau tes DNA karena merasa anak mereka."
"Tidak ada bukti yang mengarah telah tertukar karena gelang dipakai atas nama mereka sendiri. Sementara gelang yang di Ibu Siti juga nama mereka," paparnya, Rabu (16/8/2023), dikutip Tribun-Medan.com dari Kompas.com.
Menurutnya pihak Rumah Sakit Sentosa Bogor harus bertanggung jawab atas permasalahan ini, karena merugikan keluarga Siti Mauliah dan Dian.
Baca juga: FAKTA Baru Penyebab Bayi Tertukar Gegara Suster Pasang Gelang Doble, Kok Bisa ?
Baca juga: SOSOK Lilly Indriani, Sepatu Copot Saat Bawa Baki di Istana Negara, Tetap Tenang Dihadapan Jokowi
Ia sebagai kuasa hukum Siti Mauliah akan melaporkan manajemen Rumah Sakit Sentosa Bogor.
"Kenapa bisa dobel? Ini ada menajemen yang buruk tidak melakukan SOP yang benar. Kami akan menggugat kerugian yang sudah dialami klien kami," sambungnya.
Selain melaporkan kasus ini, Rusdy Ridho juga meminta Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) memberikan pendampingan secara psikologis kepada Siti dan Dian.
Sementara itu, juru bicara RS Sentosa Bogor, Gregg Djako membenarkan ada dua gelang bayi yang tertulis nama Dian.
Menurutnya perawat yang melakukan kelalaian sudah mendapat sanksi.
"Iya, memang ada dua gelang yang namanya sama, dobel. Jadi atas nama salah satu dari Ibu B ada di Ibu Siti," tuturnya.
Personel Polres Bogor juga telah memeriksa sejumlah petugas RS Sentosa mulai dokter, perawat hingga bidan.
Baca juga: Sosok Bupati Wakatobi 2 Kali Nyaris Pingsan Saat Pimpin Upacara HUT RI, Begini Kondisinya Sekarang
Baca juga: SALUT! Aksi Sigap Bripka Suparno Panjat Tiang Demi Perbaiki Tali Putus Saat Pengibaran Bendera
Dian Mau Tes DNA
Polemik bayi diduga tertukar di Kabupaten Bogor, Jawa Barat menemui titik terang.
Dimana sebelumnya ibu terduga merawat bayi Siti bernama Dian mau melakukan tes DNA.
Tes DNA dilakukan untuk mengetahui bayi yang dirawat Dian merupakan anak kandungnya atau tidak.
Siti Mauliah sudah melakukan tes DNA dan hasilnya tidak ada kecocokan antara dirinya dengan bayi yang sudah setahun dirawat.
Siti Mauliah mengaku sangat senang ketika mendengar kabar Dian mau melakukan tes DNA.
"Alhamdulillah kata saya Allah sudah membukakan hatinya pasien B (Dian), semogalah biar cepet dilaksanakan," paparnya, Selasa (15/8/2023), dikutip dari TribunnewsBogor.com.
Wanita 37 tahun ini berharap setelah tes DNA hubungannya dengan Dian dapat menjadi lebih dekat karena sudah merawat bayi yang bukan anak kandungnya.
"Kalau misalnya ini bener anak kita ketuker, kita kan udah saling urus bayi masing-masing, mudah-mudahan kita ke depan saling bersilaturahmi jadi saling kunjung mengunjung."
"Kita menyambungkan untuk kekeluargaan jadi saudara lah selamanya," lanjutnya.
Kuasa hukum Siti, Rusdy Ridho mengatakan Dian akan melakukan tes DNA minggu depan.
Proses tes DNA tidak dilakukan di Rumah Sakit Sentosa Bogor, namun di RSCM Jakarta.
"Ini yang kita tunggu-tunggu bahwa sudah ada kabar adanya kemauan tes DNA dari pihak pasien B."
"Sudah dikabarkan juga kepada saya akan dilakukan di RSCM. Kalau surat yang masuk kepada kami itu tanggal 21 Agustus," tukasnya.
(*/TRIBUN-MEDAN.COM)
Baca juga: Rogoh Kocek Rp 52 T Untuk Kenaikan Gaji, Menkeu Jelaskan Alasan Pensiunan Dapat lebih Tinggi
Baca juga: SALUT! Aksi Sigap Bripka Suparno Panjat Tiang Demi Perbaiki Tali Putus Saat Pengibaran Bendera
Baca juga: Sosok Bupati Wakatobi 2 Kali Nyaris Pingsan Saat Pimpin Upacara HUT RI, Begini Kondisinya Sekarang
Baca berita TRIBUN MEDAN lainnya di Google News
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/medan/foto/bank/originals/Kasus-bayi-tertukar.jpg)