Berita Viral

MENOHOK, Yenny Wahid Sebut Argumen Jansen Sitindaon Mutar-Mutar Tanpa Arti: Kayak Tong Setan

Yenny Wahid kembali memberi jawaban menohok ke Jansen Sitindaon, Wasekjen Demokrat. 

Tayang:
HO
Putri Gusdur, Yenny Wahid memberikan jawaban menohok ke Wakil Sekretaris Jenderal Demokrat Jansen Sitindaon. 

TRIBUN-MEDAN.com - Yenny Wahid kembali memberi jawaban menohok ke Jansen Sitindaon, Wasekjen Demokrat. 

Putri Gus Dur yang juga Direktur The Wahid Institute, Yenny Wahid menganggap balasan Jansen Sitindaon cuma mutar-mutar tanpa ada arti. 

Ia juga menyebut pernyataan Jansen Sitindaon lebih mirip tong setan. 

Meski Jansen Sitindaon membalas dengan segala argumen dan pernyataan yang panjang sebanyak 4 poin, Yenny Wahid justru membalas dengan enteng, singkat tapi sangat menohok.

Yenny Wahid membalas Jansen Sitindaon di akun Twitternya, seakan-akan pernyataannya yang panjang itu sangat memusingkan kepala tapi tidak berarti apa-apa bagi Yenny.

"Saya pusing Mas Jansen, baca tanggapannya. Muter muter kayak tong setan di pasar malam," ujar Yenny Wahid secara menohok di akun Twitternya @yennywahid, dikutip Wartakotalive.com, Sabtu (12/8/2023).

Baca juga: Terungkap Rifki Azis Bantai Ibunya Pakai Pisau Dapur hingga Tewas, Lalu Serang Ayahnya Pakai Parang

Baca juga: Sosok Konten Kreator Yuni Manurung Dilamar Pedangdut Abdul Rasyid: Menemukan Orang yang Tepat

Baca juga: NASIB Wanita Ini, Pergoki Suami Selingkuh, Malah Dimarahi Ibu Mertua hingga Leher Digigit Pelakor

Sebelumnya Yenny juga menyentil Jansen yang menolak dirinya menjadi bakal calon wakil presiden (bacawapres) Anies Baswedan.

Yenny menanggapi penolakan tersebut di akun Twitternya @yennywahid.

"Kalau situ belum apa-apa udah menolak saya, pas bossmu butuh dukungan, saya emoh lho," cuit Yenny Zannuba Wahid melalui akun Twitternya @yennywahid dikutip Jumat (11/8/2023).

Ditolak Jansen Demokrat jadi Cawapres Anies, Yenny Wahid: Kalau Bosmu Butuh Dukungan, Saya Emoh
Ditolak Jansen Demokrat jadi Cawapres Anies, Yenny Wahid: Kalau Bosmu Butuh Dukungan, Saya Emoh (IST)

Yenny pun menegaskan tidak meminta menjadi cawapres Anies Baswedan.

"Saya gak pernah nyodorin diri jadi cawapres mas Anies lho..saya cuma merespon lamaran yang datang. Justru saya mendukung mas AHY jadi cawapres Mas Anies," ujarnya.

Jansen Sitindaon lalu membalas sentilan Yenny Wahid dalam perbincangan di media sosial Twitter atau X.

Namun balasan Jansen Sitindaon dianggap terlalu berputar-putar seperti tong setan di pasar malam.

Meskipun pernyataan Jansen itu diawali dengan kata-kata minta ampun.

"Hehe. Ampunn Mbak. Kalau soal dukung mendukung siapa — karena perdebatan ini terkait politik dan pemilu besok — ya kembali pada sikap, keyakinan dan pilihan jenengan, Mbak," kata Jansen.

Baca juga: Tertidur di Kereta, Tak Sadar Pegang Cairan Putih di Celana, Gadis ini Syok Saat Tahu Itu Air Mani

Baca juga: Sada Sumut FC Boyong Tiket Final Edy Rahmayadi CUP, Giling Tipis Labura Hebat FC

Jansen menilai Yenny menjadi bagian dari pemerintahan Presiden Joko Widodo atau Jokowi. Untuk itu, Jansen merasa Yenny Wahid tidak membawa perubahan jika menjadi cawapres Anies.

"Idealnya menurut saya kandidatnya ya bukan bagian rezim. Biar kontras sekalian. Itulah sikap saya. Karena bagi saya itulah gunanya pemilu dan diharapkan terjadi di pemilu. Ada perbedaan jelas antarkandidat. Jika tidak, nama 'perubahan' ini diubah saja. Karena nama 'merek' itu vital, jadi panduan bagi pemilih, jadi pembeda dalam kebijakan yg akan diambil ke depan," ungkap dia.

Jansen menegaskan perbedaan pilihan dukungan merupakan hal yang wajar. Ia pun mengenang saat mendukung Prabowo Subianto pada Pilpres 2019 lalu.

"Sekarang Pak Prabowo yang saya dukung dulu sudah jadi bagian rezim dan pemerintahan. Jika koalisi perubahan ini terus lanjut dan maju sampai pendaftaran (tidak bubar di tengah jalan). Maka pilihan politik saya berikutnya tentunya bersebrangan dengan beliau termasuk dengan banyak kawan-kawan saya yang lain yang dulu satu barisan. Namun, namanya kawan ya tetap selamanya kawan, walau pilihan politik skrg berbeda dan nanti mungkin kami akan berdebat keras tentang banyak hal di banyak tempat," ungkap Jansen.

Jansen pun menutup obrolan dengan mendoakan Yenny ikut berkontestasi di Pilpres 2024 dengan menjadi cawapres di koalisi lain.

Baca juga: Ketika Anies Pilih Yenny Wahid Jadi Cawapres dan Abaikan AHY, Didukung Kekuatan NU & Gus Durian?

“Mbak Yenny buat saya bagus. Bahkan lengkap sekali dengan segala atribusi yang melekat dalam diri beliau. Namun untuk posisi wapres di koalisi perubahan, buat saya beliau tidak pas, tidak cocok. Mungkin cocoknya di koalisi yang lain," tulis Jansen.

Menurut Jansen, nama Yenny Wahid juga tidak akan memperkuat branding perubahan yang diusung oleh koalisi tersebut.

Sebab menurut Jansen, Yenny Wahid adalah tokoh “status quo” atau bagian dari rezim pemerintahan Jokowi.

Ia pun menilai Jokowi dan para pendukungnya juga takn akan menggeser dukungan apabila Yenny Wahid masuk menjadi cawapres Anies.

Baca juga: Sada Sumut FC Boyong Tiket Final Edy Rahmayadi CUP, Giling Tipis Labura Hebat FC

Baca juga: Berita Foto: Laga Derby Sumatra Utara, PSMS Medan Menang Atas PSDS Deliserdang Dengan Sikor 2-0

(*/tribun-medan)

Sumber: Tribunnews
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved