Viral Medsos

UPDATE Kasus Dugaan Pelecehan Seksual Finalis Miss Universe Indonesia 2023, Korban Bertambah 7 Orang

Polda Metro Jaya telah memeriksa 7 orang saksi dari Finalis Miss Universe Indonesia (MUID) 2023. Ketujuhnya mengaku sebagai korban pelecehan seksual

Tayang:
Editor: AbdiTumanggor
IG
VIRAL ISU FINALIS MISS UNIVERSE INDONESIA 2023 DIFOTO TELANJANG: Pemenang Miss Universe Indonesia 2023 telah terpilih. Mahkota jatuh kepada Fabienne Nicole Groeneveld dari DKI Jakarta. Nama Fabienne diumumkan di panggung Grand Final Miss Universe Indonesia 2023 di Beach City International Stadium (BCIS), Ancol, Jakarta pada Kamis (3/8/2023) malam. Fabienne berhasil menyisihkan 29 wanita dari seluruh penjuru Indonesia. (IG) 

TRIBUN-MEDAN.COM - Update Kasus Dugaan Pelecehan Seksual Finalis Miss Universe Indonesia 2023, Polda Metro Jaya Telah Periksa 7 Orang Saksi.

Polda Metro Jaya telah memeriksa 7 orang saksi dari Finalis Miss Universe Indonesia (MUID) 2023.

Adapun pemeriksaan saksi ini terkait kasus pelecehan seksual yakni foto tanpa busana saat pemeriksaan tubuh atau body checking.

Awalnya, korban pelecehan seksual hanya tiga orang yakni berinisial ELI, CSM, dan C.

Namun, hingga kini jumlahnya berkembang menjadi tujuh orang. "Ada 7 yakni CSI, CSM, NK, PRJ, MFR, ELI, DPR. Di mana 7 orang ini sesuai dengan apa yang diklarifikasikan oleh kuasa hukum atau pelapor ini merupakan bagian daripada para finalis," kata Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Trunoyudo Wisnu Andiko kepada wartawan, Jumat (11/8/2023).

Trunoyudo mengatakan, tujuh orang saksi bakal diperiksa secara bertahap mulai pekan depan, karena ada saksi berasal dari beberapa daerah.

"Tentu kita akan berkoordinasi dengan pelapor, Ibu Melissa. Tahap berikutnya adalah minggu depan kita lakukan klarifikasi tersebut," ungkapnya.

FOTO TANPA BUSANA FINALIS MISS UNIVERSE INDONESIA 2023: Peserta Finalis Miss Universe Indonesia melaporkan beberapa orang yang bertanggung jawab di PT Capella Swastika Karya atas kasus dugaan pelecehan seksual pada Senin (7/8/2023). Sebagai informasi, PT Capella Swastika Karya adalah pemilik lisensi resmi kontes kecantikan Miss Universe Indonesia. Laporan itu diterima pihak kepolisian Polda Metro Jaya dengan nomor register STTLP/B/4598/VIII/2023/SPKT/Polda Metro Jaya. Salah satu peserta Miss Universe Indonesia 2023 berisial PKN mendatangi Polda Metro Jaya Senin (7/8/2023). (IG)
FOTO TANPA BUSANA FINALIS MISS UNIVERSE INDONESIA 2023: Peserta Finalis Miss Universe Indonesia melaporkan beberapa orang yang bertanggung jawab di PT Capella Swastika Karya atas kasus dugaan pelecehan seksual pada Senin (7/8/2023). Sebagai informasi, PT Capella Swastika Karya adalah pemilik lisensi resmi kontes kecantikan Miss Universe Indonesia. Laporan itu diterima pihak kepolisian Polda Metro Jaya dengan nomor register STTLP/B/4598/VIII/2023/SPKT/Polda Metro Jaya. Salah satu peserta Miss Universe Indonesia 2023 berisial PKN mendatangi Polda Metro Jaya Senin (7/8/2023). (IG)

Skandal foto tanpa busana

Sebelumnya, Finalis Miss Universe Indonesia 2023 berinisial N melapor ke Polda Metro Jaya.

N didampingi kuasa hukumnya mengaku sebagai korban skandal foto tanpa busana saat proses body checking dalam penilaian Miss Universe Indonesia (MUID) 2023.

Laporan tersebut teregister dengan nomor LP/B/4598/VII/2023 SPKT POLDA METRO JAYA. Terlapor dalam hal PT Capella Swastika Karya.

"Kami melaporkan perbuatan dugaan adanya pelecehan yang dilakukan terhadap klien kami," kata kuasa hukum korban, Mellisa Anggraeni di Polda Metro Jaya, Senin (7/8/2023).

Adapu pasal yang disertakan dalam laporan itu adalah Pasal 4, 5 dan Pasal 6 Undang-undang TPKS. Mereka juga menyertakan Pasal 14 dan Pasal 15 Undang-undang TPKS.

Mellisa mengatakan pelecehan seksual terjadi pada 1 Agustus 2023 yang lalu.

Saat itu, korban diminta untuk melakukan pengecekan badan tanpa busana. Padahal, hal tersebut tidak ada dalam rangkaian acara.

"Sudah terjadi peristiwa yang sudah dibenarkan klien kami di mana mereka tanpa sepengetahuan, tidak ada informasi tidak ada dalam rundown tidak dikasih tahu body checking," ujarnya.

"Body check tidak ada di rundown, mereka ditodong, cukup membuat klien kami terpukul. Ajang kompetisi yang harusnya meninggikan value perempuan justru diperlakukan sebagai objek," imbuhnya.

Mellisa sendiri menyebut kliennya khawatir foto pemeriksaan badan tanpa busana tersebut disalahgunakan.

"Itu rentan untuk disalahgunakan. Siapa yang bisa menjamin dia tidak menyebarluaskan. Jangan sampai, hari ini tidak ada masalah, 5 tahun ke depan beredar foto teman-teman ini," tuturnya.

Mellisa mengatakan dalam praktiknya, pengecekan badan harus dilakukan dalam tepat yang privat dan dilakukan sesama jenis.

"Kemudian dalam prosedur yang benar, tempatnya privat, sesama jenis, dalam artian kalau yang diperiksa yang dicek adalah perempuan maka yang memeriksa selayaknya perempuan. Kita Kan ada norma dan hukum yang berlaku seperti yang mereka sampaikan dalam perjanjian bahwa Miss Universe Indonesia harus mengutamakan norma dan hukum yang berlaku di sini," jelasnya.

Mellisa mengatakan dalam pelaporan tersebut pihaknya turut menyertakan beberapa barang bukti yang berkaitan dengan pelaporan yang ada

"Bukti dokumen surat, foto dan video, kami cukup terkaget melihat foto yang diambil mereka," imbuhnya.

Baca juga: Tangis Pilu Ibunda Anggota Paskibraka Aulia Delfi saat Pemakaman Jenazah Putrinya di Kampung

Difoto tanpa busana saat body checking, finalis Miss Universe Indonesia 2023 kini trauma berat.
Difoto tanpa busana saat body checking, finalis Miss Universe Indonesia 2023 kini trauma berat. (HO)

Tanggapan Ivan Gunawan: Sah-sah Saja di Dunia Pegeant 

Sementara, designer kenamaan, Ivan Gunawan berkomentar terkait kasus ini. Ivan Gunawan mengatakan bahwa sesi body checking di kontes kecantikan adalah hal wajar.

Menurutnya itu sebuah bentuk upaya agar para penyelenggara tidak asal memilih finalis untuk nantiny dikirim ke ajang internasional. "Dari kemarin banyak yang nanya ke saya body checking. Sebenernya kalau di pegeant body check itu sah-sah aja," ucap Ivan Gunawan dikutip Tribunnews.com dari YouTube Trans TV, Jumat (11/8/2023).

"Karena mungkin kasarnya kita gak mau beli kucing dalam karung," sambungnya.

Namun Ivan menegaskan bahwa dalam proses body checking ada hal-hal yang perlu diperhatikan.

Belakangan ia mendengar bahwa sesi body checking yang dilakukan tim Miss Universe Indonesia 2023 tidak memperhatikan lokasi dan pihak yang terlibat.

"Tapi, pada permasalahan yang aku denger dan lihat di media, pertama mungkin lokasi atau tempatnya yang kurang tepat," tutur Ivan.

Grand final ajang Miss Universe Indonesia 2023 di Beach City International Stadium, Ancol, Jakarta, Kamis (3/8/2023).
Grand final ajang Miss Universe Indonesia 2023 di Beach City International Stadium, Ancol, Jakarta, Kamis (3/8/2023). (Instagram @missuniverse_id)

 

Padahal menurut Ivan, orang-orang yang ada di area body checking harus lah orang yang profesional dan terbiasa.

"Kalau misalkan aku kan 20 tahun di fashion lihat orang ganti baju udah biasa, tapi kan itu dalam tanda kutip kita profesional, sang designer profesional, krunya profesional, dan modelnya juga profesional," jelas Ivan.

Tak hanya itu, Ivan juga berpendapat bahwa dalam sesi body checking ada batasannya.

"Dan yang dibuka itu juga ada limitnya, ada batasannya," katanya.

"Kalau aku bisa bilang untuk apa semuanya dicek? Karena semuanya kan gak ikut lomba ke ajang internasional," terang Ivan.

Baca juga: FOTO Tanpa Busana Finalis Miss Universe Indonesia, Inilah Nama-nama 30 Kontestan Miss Universe 2023

Disuruh Tanpa Busana oleh 3 Pria

Dirreskrimum Polda Metro Jaya, Kombes Hengki Haryadi mengungkapkan fakta-fakta terkait body checking di acara Miss Universe 2023. 

Dalam laporan tersebut terungkap dugaan pelecehan para finalis Miss Universe Indonesia 2023 ini terjadi pada Selasa (1/8/2023) lalu.

Peserta ajang Miss Universe Indonesia membuat laporan telah mejadi korban pelecehan. 
Peserta ajang Miss Universe Indonesia membuat laporan telah mejadi korban pelecehan.  (HO)

Sebelum dugaan pelecehan tersebut terjadi, para finalis Miss Universe Indonesia 2023 tengah dilakukan karantina di sebuah hotel di Jakarta Pusat.

Kemudian tiba-tiba para finalis Miss Universe Indonesia diminta untuk melakukan body checking.

Padahal agenda body checking ini sebelumnya tidak ada dalam rundown acara para finalis.

Body checking para finalis tersebut pun dilakukan di Ballroom hotel yang tempatnya sedikit terbuka.

"Kita sudah menerima LP dan sudah dilaporkan oleh lawyer daripada korban. Bahwa dalam laporan tersebut disampaikan kejadian pada tanggal 1 Agustus 2023 yang lalu."

"Dimana para finalis Miss Universe dikarantina selama satu minggu di TKP, di salah satu hotel. Kemudian tiba-tiba dilakukan body checking yang sebenarnya tidak ada di dalam rundownnya."

"Tempatnya juga sedikit terbuka," kata Kombes Hengki dalam tayangan video di kanal YouTube Kompas TV, Jumat (11/8/2023).

Lebih lanjut Kombes Hengki menuturkan, saat body checking korban merasa dipaksa untuk melepas pakaiannya.

Tak hanya itu, korban juga difoto saat melakukan body checking. Parahnya, body checking ini dilakukan bukan oleh ahli medis atau orang yang berkapasitas. "Kemudian juga para korban ini merasa dipaksa untuk melepas pakaiannya. Kemudian difoto dan lain sebagainya, bukan oleh ahli medis maupun orang yang berkapasitas," terang Kombes Hengki.

Kombes Hengki menambahkan, keterangan pelapor menyebut saat body checking terdapat tiga orang laki-laki dan satu orang wanita.

"Menurut keterangan dari pelapor, di sana ada tiga orang laki-laki, kemudian juga ada satu orang wanita, serta beberapa saksi yang lain," imbuhnya.

Atas kejadian tersebut korban pun melapor ke Polda Metro Jaya dengan menggunakan pasal UU Nomor 12 Tahun 2022 tentang Kekerasan Seksual.

Karena dinilai melakukan pelecehan seksual baik secara fisik maupun nonfisik, dan telah merekam gambar tanpa hak.

"Oleh karenanya mereka melaporkan kepada Polda Metro Jaya, dimana konstruksi pasalnya adalah terkait dengan pelecehan seksual fisik atau non fisik."

"Serta merekam gambar tanpa hak. Sesuai UU Nomor 12 Tahun 2022 tentang Kekerasan Seksual," tandas Kombes Hengki.

Baca juga: HEBOH Miss Universe Indonesia 2023, Komite Seleksi Ada M Iriawan dan Ketua MPR RI Bambang Soesatyo

Baca juga: Fabienne Nicole Crazy Rich Surabaya, Kini Dituding Beri Rp 5 M Untuk Menang Miss Universe Indonesia

Komite seleksi Miss Universe Indonesia 2023 di Antaranya Ada Sosok M Iriawan dan Ketua MPR RI Bambang Soesatyo. (istimewa)
Komite seleksi Miss Universe Indonesia 2023 di Antaranya Ada Sosok M Iriawan dan Ketua MPR RI Bambang Soesatyo. (istimewa) 

Belum Ada Permintaan Maaf

National Director Miss Universe Indonesia Bali, yakni Sally Giovanny mengaku ada finalis Miss Universe Indonesia 2023 yang dihina dan dikata-katai.

Finalis Miss Universe Indonesia tersebut merupakan perwakilan dari Bali.

Sally Giovanny mengatakan bahwa sang finalis disebut jelek dan diremehkan tak bisa menang.

Dikutip dari YouTube dr. Richard Lee, MARS, Jumat (11/8/2023), Sally Giovanny menyampaikan perkataan oknum terkait yang menyerang finalis tersebut.

Momen itu terjadi saat para finalis dipanggil satu per satu.

"Dari Bali tiga, yang difoto dua, yang satunya lagi baru curhat setelah grand final."

"Setelah sesi itu, dia dipanggil one by one."

"Terus dia dibilang gini 'Kamu tuh nothing, kamu pikir dengan badan jelek kayak kamu itu kamu bisa menang? Jangan mimpi! Kamu nggak akan menang, kamu tuh udah dibenci'," ungkap Sally Giovanny.

Tak sampai di situ, finalis tersebut dihina dan dikata-katai berasal dari keluarga broken home.

"Pokoknya penghinaan dan dia (oknum) bilang 'Oh aku tau, kamu kayak gini karena kamu berasal dari keluarga broken home'," jelasnya.

Hal tersebut membuat Sally Giovanny merasa emosi setelah perihal body checking tanpa busana yang mengorbankan 30 finalis Miss Universe Indonesia.

"Itu kan ngamuknya berarti saya double, saya denger gitu setelah grand final," paparnya.

Menurut Sally Giovanny, penghinaan dan cacian tersebut telah melampaui batas wajar dan tak bisa ditoleransi lagi.

"Makanya ini udah nggak bisa ditoleransi lagi, udah kurang ajar," ucapnya.

Meski merasa geram, Sally Giovanny masih berusaha untuk menunggu itikad baik atau permintaan maaf dari oknum terkait.

Namun, hingga berakhirnya babak grand final Miss Universe Indonesia, oknum tersebut tak memberikan respons baik.

"Saya masih menunggu, nggak ada permintaan maaf, nggak ada itikad baik."

"Sampai setelah grand final juga nggak ada, apalagi yang mau ditunggu?" lanjutnya.

Baca juga: SOSOK Poppy Capella, Penyanyi Dangdut yang Ikut Terseret dalam Kontroversi Miss Universe Indonesia

Baca juga: Selengkapnya Daftar Nama 30 Kontestan Miss Universe Indonesia 2023 dan Komite Seleksi Ada Ketua MPR

(*/Tribun-medan.com)

Update berita TRIBUN MEDAN lainnya di Google News

Ikuti juga informasi lainnya di Facebook, Instagram dan Twitter

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved