Viral Medsos
Tangis Pilu Ibunda Anggota Paskibraka Aulia Delfi saat Pemakaman Jenazah Putrinya di Kampung
Tang Aulia Delfi Safitri (16) anggota Pasukan Pengibar Bendera Pusaka (Paskibraka) Gunungkidul, Yogyakarta, mendadak meninggal dunia, pada Rabu.
Bupati Gunungkidul dan jajarannya tampak melayat ke rumah duka.
Sementara, sang ibunda Aulia, Sutinah masih tampak berduka.
Ia sesekali menyeka air mata ketika mendengar nama anak ketiganya itu.
Kata Dispora Gunungkidul
Terkait meninggalnya anggota Paskibraka, Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Gunungkidul, Supriyanto buka suara.
Menurut informasi yang ia terima, TADS sempat sakit sebelum akhirnya meninggal dunia.
Atas kejadian itu, ia berharap kondisi kesehatan para pelajar yang jadi anggota Paskibra dapat diperhatikan lagi.
Termasuk saat skrining kesehatan di awal proses seleksi. "Apalagi skrining di Kapanewon tidak seketat di Kabupaten,"tandasnya.
Ia juga menyarankan agar ada koordinasi dengan petugas kesehatan dari puskesmas setempat. Sebab, kata dia, perlu pengecekan kondisi kesehatan anggota Paskibra secara rutin.
Sosok Aulia
Sosok Tang Aulia Delfi Safitri (16) menurut sang ayah, Sinom, adalah sosok yang lincah dan pandai bergaul. Di tempat ia tinggal, Aulia aktif berorganisasi.
Hal itu diungkapkan saat bupati Gunungkidul Sunaryanta datang ke rumah duka di Dusun Bogem, Desa Bogem, Kecamatan Bayat, Klaten, Jawa Tengah, Sabtu (12/8/2023).
Selama ini, dia aktif dalam kegiatan masyarakat seperti ikut kader Posyandu remaja di desanya.
Selain itu, aktif dalam berolah raga mulai melakukan lari jika waktu senggang, hingga berenang seminggu sekali.
"Anaknya happy, sehat. Tidak banyak keluhan," kata Sinom di rumahnya, dikutip dari TribunJateng.com, Sabtu.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/medan/foto/bank/originals/anggota-paskibraka-aulia-dimakamkan-di-kampung-halaman.jpg)