Tinjau Irigasi Presisi di KPT Parbuluan, Bupati Dairi: Saatnya Beralih ke Digitalisasi Pertanian

Eddy Keleng Ate Berutu bersama Kepala Dinas Pertanian, Ketahanan Pangan dan Perikanan Robot Simanullang meninjau pengerjaan irigasi presisi

Tayang:
Editor: Jefri Susetio
Istimewa
Bupati Dairi Eddy Keleng Ate Berutu bersama Kepala Dinas Pertanian, Ketahanan Pangan dan Perikanan Robot Simanullang meninjau pengerjaan irigasi presisi yang berada di Kawasan Pertanian Terpadu (KPT) Desa Parbuluan V, Kecamatan Parbuluan pada Selasa, (8/8/2023). 

TRIBUN-MEDAN.COM, PARBULUAN - Bupati Dairi Eddy Keleng Ate Berutu bersama Kepala Dinas Pertanian, Ketahanan Pangan dan Perikanan Robot Simanullang meninjau pengerjaan irigasi presisi yang berada di Kawasan Pertanian Terpadu (KPT) Desa Parbuluan V, Kecamatan Parbuluan pada Selasa, (8/8/2023).

Dalam peninjauan irigasi presisi, Bupati Dairi Eddy Berutu mendapatkan penjelasan dari Wawan Hermawan, tim teknis dari Netafim yang menjadi perancang irigasi presisi.

"Sistem irigasi presisi akan memperlakukan tanaman dengan sebaik-baik karena irigasi ini memberikan kebutuhan bagi tanaman sesuai dengan peruntukannya yang dilakukan secara digital," ujarnya.

Baca juga: Bupati Eddy Berutu Target Produk UMKM Dairi Bisa Tembus Sarinah Jakarta

 

Ia menambahkan, sangat berbeda dengan pertanian yang masih bersifat tradisional. Lalu kebutuhan untuk tanaman belum sesuai.

“Hadirnya irigasi ini untuk memangkas biaya produksi petani serta mengurangi jumlah tenaga kerja karena prosesnya dilakukan secara digital. Ini juga diharapkan akan dapat meningkatkan jumlah produksi petani saat panen nantinya. Irigasi presisi ini akan di-uji coba untuk 4 komoditi, yakni kentang, bawang merah, cabai merah, dan kubis,” kata Bupati Dairi.

Sedangkan, Kepala Dinas Pertanian, Ketahanan Pangan dan Perikanan, Robot Simanullang menyampaikan, teknologi pertanian dengan menggunakan digitalisasi.

"Dimana kebutuhan tanaman baik air, pupuk dan pestisida secara tepat digunakan serta diaplikasikan secara digital," ujarnya.

Baca juga: Bupati Dairi Bergerak Cepat Peduli Pedagang Korban Kebakaran Pasar Sidikalang: Saya Prihatin

 

Ia menuturkan, membuat petani tidak lagi membutuhkan tenaga kerja yang banyak serta produktivitas dari hasil pertanian bisa mencapai tiga sampai empat kali lipat.

"Irigasi yang menjadi percontohan ini seluas 1 hektar dengan 4 komoditi, yakni kentang, bawang merah, cabai merah, dan kubis. Ini akan menjadi irigasi yang pertama dikelola oleh Pemkab Dairi dengan melibatkan kelompok tani di wilayah Sumatera Utara,” kata Robot.

Diharapkan dengan hadirnya irigasi tersebut, Kawasan Pertanian Terpadu Desa Parbuluan V akan menjadi kawasan pertanian yang terintegrasi dengan sistem integrated farming estate.

(Cr7/tribun-medan.com)

Sumber: Tribun Medan
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved