Update Penganiayaan Alumni IPDN, Kabid Deny Rolind Dicopot, Diduga Ikut Terlibat

Alumni IPDN yang perempuan diminta untuk pulang, sementara kelima laki-laki ditahan dalam

Tayang:
Editor: Dedy Kurniawan
Instagram.com/@kabarnegri
Sejumlah alumni IPDN yang tengah magang di kantor Badan Kepegawaian Daerah (BKD) Lampung dianiaya seorang ASN. 

Alumni IPDN yang perempuan diminta untuk pulang, sementara kelima laki-laki ditahan dalam ruangan.

Pada saat penahanan tersebut, diduga terjadi penganiayaan oleh oknum ASN.

Ia membeberkan bahwa kelima alumni IPDN tersebut mendapat hantaman di bagian dada.

"Jadi lima orang ini dihajar. Tetapi keponakan saya paling parah karena dadanya dihantam sampai pingsan," ungkapnya.

"Pengakuannya dikeroyok. Pakai tangan, kaki posisinya itu pakai sepatu," imbuhnya.

Lebih lanjut, Edi mengungkap bahwa keponakannya mendapat penganiayaan dengan kondisi mata tertutup.

Bahkan saat itu, kata Edi, keponakannya kehabisan nafas tak henti dihajar seniornya.

"Matanya ditutup. Korban sudah angkat tangan karena nafasnya habis, tetapi masih dihajar 8-10 orang," jelasnya.

Edi Sahri mengungkap keponakannya baru lulus dari IPDN dan mendapat tugas magang di kantor BKD Lampung.

Namun tak menyangka, baru satu pekan menjalankan proses magang, keponakannya babak belur dihajar oknum ASN.

"Jadi keponakan saya ini lagi magang lebih kurang baru satu minggu," ungkapnya.

Kini Edi Sahri mengaku sudah membuat laporan ke Polresta Bandar Lampung.

Kabar alumni IPDN yang diduga mendapat penganiayaan oleh oknum ASN viral di media sosial.

Salah satu akun Instagram @lambe_turah menguak insiden alumni IPDN diduga dikeroyok oknum ASN.

(*/Tribun-Medan.com) 

Update berita TRIBUN MEDAN lainnya di Google News

Ikuti juga informasi lainnya di Facebook, Instagram dan Twitter  

Sumber: Sriwijaya Post
Halaman 3/3
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved