Breaking News

Berita Viral

Jusuf Kalla Dicueki, Golkar Tegaskan Tak Dukung Anies Baswedan di Pilpres, Ada Dorongan ke Prabowo

Ketua Umum Partai Golkar Airlangga Hartarto menyatakan sikap tegas tidak mendukung Anies Baswedan dalam Pilpres 2024 nanti. 

Tayang:
HO
Ketua Umum Partai Golkar Airlangga Hartarto menyatakan sikap tegas tidak mendukung Anies Baswedan dalam Pilpres 2024 nanti.  

Namun menurutnya keputusan dalam menentukan arah dukungan Pilpres harus dibahas terlebih dahulu.

Sekarang ini tim teknis partai Golkar sedang bekerja untuk mengkaji arah partai Golkar di Pilpres 2024.

"Tapi tentu ada tim yang sedang bekerja," katanya.

Anies Baswedan Tidak Diundang ke Acara HUT ke-58 Golkar: Para pimpinan partai dari Koalisi Indonesia Bersatu (KIB) yaitu Ketum Golkar Airlangga Hartarto, Ketum PAN Zulkifli Hasan dan Wakil Ketua Umum PPP Amir Uskara saat konsolidasi KIB, di JIExpo Kemayoran, Jakarta, Kamis (20/10/2022. (KOMPAS.com/NICHOLAS RYAN ADITYA)
Anies Baswedan Tidak Diundang ke Acara HUT ke-58 Golkar: Para pimpinan partai dari Koalisi Indonesia Bersatu (KIB) yaitu Ketum Golkar Airlangga Hartarto, Ketum PAN Zulkifli Hasan dan Wakil Ketua Umum PPP Amir Uskara saat konsolidasi KIB, di JIExpo Kemayoran, Jakarta, Kamis (20/10/2022. (KOMPAS.com/NICHOLAS RYAN ADITYA) (KOMPAS.com/NICHOLAS RYAN ADITYA)

Jusuf Kalla Samakan Anies dengan Donald Trump 

Jusuf Kalla menanggapi perihal masih rendahnya elektabilitas Bacapres Koalisi Perubahan, Anies Baswedan.

JK menyinggung kemenangan Presiden ke-45 Amerika Serikat (AS) Donald Trump, meski memiliki elektabilitas yang rendah.

"Trump juga rendah sekali elektabilitasnya menurut para peneliti," kata JK di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Senin (31/7/2023).

Dijelaskan mantan Ketua Umum Partai Golkar itu, kalkulasi elektabilitas tersebut kerap terjadi jelang pemilihan umum.

Namun, kata JK, ada tren yang tidak terlalu berpengaruh lantaran hanya ditentukan oleh responden yang terbatas.

"Pilihan dari pada 1.200 orang (responden) pada pemilih 205 juta (pemilih) itu tidak menggambarkan itu. Ada caranya tapi saya kira pasti tidak terlalu akurat. Itu trennya saja seperti itu," ujarnya.

Jusuf Kalla Ingat Heboh Temuan Emas 6.000 Ton. Foto: Mantan Wapres Jusuf Kalla
Jusuf Kalla Ingat Heboh Temuan Emas 6.000 Ton. Foto: Mantan Wapres Jusuf Kalla (Dok Kompas via tribunjogja)

 

Lebih lanjut, JK menyinggung Pilgub DKI Jakarta 2017 lalu, di mana Anies meraih kemenangan meski memiliki elektabilitas rendah.

"Waktu di DKI juga Anies terendah kan posisi tiga tapi kemudian dia terpilih. Itu lebih kecil kurang lebih tujuh juta pemilih diwakili 1.200," ujar JK.

Adapun, elektabilitas Anies berada di posisi ketiga dalam sejumlah hasil survei. Sedangkan, bakal capres Prabowo Subianto atau Ganjar Pranowo saling kejar di posisi satu atau dua.

Misalnya hasil Lembaga survei Indikator Politik Indonesia yang dirilis Minggu (23/7/2023).

Sumber: Tribunnews
Halaman 2/3
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved