Breaking News

Jokowi Nekat Coba LRT yang Salah Design : Nyaman, Tapi Gak Usah Buru-buru Dioperasikan

Presiden Joko Widodo nekat mencoba kembali light rail transit (LRT) di tengah isunya yang salah design. Saat menaikinya, Jokowi menegaskan bahwa LRT t

Tayang:
KOLASE/TRIBUN MEDAN
Presiden Joko Widodo nekat mencoba kembali light rail transit (LRT) di tengah isunya yang salah design. 

Perinciannya, yakni Stasiun Harjamukti, Ciracas, Kampung Rambutan, TMII, Cawang, Ciliwung, Cikoko, Pancoran, Kuningan, Rasuna Said, Setiabudi, dan berakhir di Stasiun Dukuh Atas.

Selama perjalanan, Jokowi didampingi sejumlah pejabat, di antaranya Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi, Menteri BUMN Erick Thohir, Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil, dan Pejabat (PJ) Gubernur DKI Jakarta Heru Budi Hartono.

Presiden duduk di gerbong pertama yang ada di urutan paling depan bersama para pejabat tersebut.

Di gerbong setelahnya, ada para wartawan Istana Kepresidenan dan sejumlah wartawan media nasional.

Kemudian, ada pula sejumlah pegiat media sosial yang ikut dalam rombongan perjalanan. Mereka antara lain Olga Lidya dan Ulin Niam Yusron.

Sebagaimana diketahui, LRT Jabodebek (Jakarta, Bogor, Depok, Bekasi) akan melayani secara penuh pada 18 Agustus 2023 untuk semua rute dengan total 434 perjalanan per hari.

Kepala Divisi LRT Jabodebek Mochamad Purnomosidi mengatakan, perjalanan tersebut akan dibagi untuk melayani dua rute yang ada saat ini.

Sementara itu, waktu operasional LRT Jabodebek mulai pukul 05.30-23.30 WIB setiap harinya.

"Kita merencanakan sekitar 434 perjalanan LRT per hari untuk tahun pertama pengoperasian. Total 434 perjalanan LRT per hari itu akan dibagi dua untuk jalur Dukuh Atas-(Harjamukti) Cibubur dan Dukuh Atas-Jatimulya,” ujarnya, Senin (17/7/2023) lalu.

Di Stasiun Halim, nantinya LRT Jabodebek akan terintegrasi dengan Kereta Cepat Jakarta-Bandung (KCJB).

“Semua jalur akan kita layani dan operasikan, termasuk jalur menuju Stasiun Halim dalam rangka sebagai transportasi pengumpan atau feeder bagi Kereta Cepat Jakarta-Bandung,” kata Purnomosidi.

Baca juga: MARIANA Gadis 41 Tahun Menikahi Remaja 16 Tahun, Anak Tetangga Jadi Suami: Cinta Tak Pandang Umur!

Baca juga: Sosok Marita Sani, Emak-emak yang Ngamuk Anaknya 13 Kali Gagal Ujian SIM, Pernah Masuk Penjara

Kesalahan dan Masalah LRT


Disisi lain, Wakil Menteri BUMN Kartika Wirjoatmodjo buka-bukaan soal proyek LRT Jabodebek yang menurutnya terdapat beberapa kesalahan teknis sejak awal.

Salah satu yang paling ia soroti adalah perbedaan spesifikasi pada setiap rangkaian kereta ringan yang berjumlah 31 unit trainset.

Ia bilang, akibat perbedaan spesifikasi pada trainset ini membuat membuat sistem perangkat lunak (software) harus diperbaiki.

Sumber: Kompas.com
Halaman 2/4
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved