Viral Medsos

Anaknya Hajar Siswa hingga Tewas, Gaya Hidup Elly Toisuta Ketua DPRD Ambon Disorot, Ini Kekayaannya

Anaknya Aniaya Siswa SMP hingga Tewas, Gaya Hidup Elly Toisuta Ketua DPRD Ambon Disorot, Ini Harta Kekayaannya

Tayang: | Diperbarui:
Penulis: AbdiTumanggor | Editor: AbdiTumanggor
ho
Anak Pejabat Arogan Lagi, Anak Ketua DPRD Aniaya Pelajar hingga Tewas karena Tak Disapa. Setelah kasus Mario Dandy, kini muncul lagi seorang anak pejabat menganiaya pelajar hingga tewas. Pelaku adalah Abdi Toisuta (25), putra dari Ketua DPRD Kota Ambon, Ely Toisuta yang kini ditetapkan sebagai tersangka. Ia menganiaya hingga menewaskan seorang pelajar berusia 15 tahun bernama RSS. Sang ibu pelaku, Ketua DPRD tampak santai saat menyampaikan bela sungkawa. (HO). 

TRIBUN-MEDAN.COM - Anaknya Hajar/Aniaya Siswa SMP hingga Tewas, Gaya Hidup Elly Toisuta Ketua DPRD Ambon Disorot, Ini Harta Kekayaannya.

Gaya hidup Elly Toisuta Ketua DPRD Ambon ikut disorot usai sang anak, Abdi Toisuta alias AT (25) menganiaya remaja berinisial RRS (15) anak juru parkir hingga tewas.

AT Sendiri kini sudah ditahan di polresta pulau Ambon atas tindakannya tersebut.

Terpantau dalam media sosial miliknya, Elly Toisuta yang kerap bergaya modis bahkan menggunakan barang branded.

Elly Toisuta terpantau memiliki akun TikTok yang kerap membagikan kegiatannya bersama teman-teman dan suami.

Dalam potretnya yang dibagikan di media sosial, ia tak pernah ketinggalan mengenakan kacamata hitam, jam tangan, perhiasan emas hingga mengenakan tas branded. Namun, Ely Toisuta memiliki harta kekayaan minus Rp 11 juta. Bahkan, Ely juga juga tercatat memiliki utang Rp 450 jutaan.

Gaya hidup Ketua DPRD Kota Ambon Disorot
Anaknya Hajar/Aniaya Siswa SMP hingga Tewas, Gaya Hidup Elly Toisuta Ketua DPRD Ambon Disorot, Ini Harta Kekayaannya. Gaya hidup Elly Toisuta Ketua DPRD Ambon ikut disorot usai sang anak, Abdi Toisuta alias AT (25) menganiaya remaja berinisial RRS (15) anak juru parkir hingga tewas. (TikTok)

Berikut Rincian Harta Kekayaan Ely Toisuta yang dilaporkan ke LHKPN KPK yang dikutip Tribun-medan.com dari TribunSumsel.com, Kamis (3)8/2023).

TANAH DAN BANGUNAN Rp. 250.000.000

Tanah dan Bangunan Seluas 119 m2/50 m2 di KAB / KOTA KOTA AMBON , WARISAN Rp. 250.000.000

ALAT TRANSPORTASI DAN MESIN Rp. 14.500.000

MOTOR, SUZUKI FL 125 RCMD Tahun 2010, HASIL SENDIRI Rp. 4.500.000

MOTOR, SUZUKI RV 125 Tahun 2014, HASIL SENDIRI Rp. 10.000.000

HARTA BERGERAK LAINNYA Rp. 112.000.000

SURAT BERHARGA Rp. ----

Sub Total Rp. 446.446.861

HUTANG Rp. 458.446.617

TOTAL HARTA KEKAYAAN (II-III) Rp. -11.999.756

Ely Toisuta, Ketua DPRD Ambon mendapatkan hujatan dari netizen setelah anaknya menganiaya remaja 15 tahun hingga tewas.
Ely Toisuta, Ketua DPRD Ambon mendapatkan hujatan dari netizen setelah anaknya menganiaya remaja 15 tahun hingga tewas. (HO)

Ketua DPRD Ambon Tak Ada Minta Maaf kepada Keluarga Korban

Seperti diketahui, anak ketua DPRD Ambon berisial AT menganiaya remaja berinisial RRS (15) hingga tewas. Adapun pemicu kejadian ini lantaran hal sepele.

Saat itu RSS dan temannya tersebut nyaris bersenggolan dengan pelakut AT. Tak disangka AT dinilai tak terima mengikuti RSS dan temannya tersebut.

Pelaku lantas memukul korban menggunakan helm hingga pingsan ditempat.

Atas kejadian itu, ketua DPRD Kota Ambon, Elly Toisuta akhirnya buka suara.

Hal itu disampaikan dalam video yang beredar di sosial media, Selasa (1/8/2023).

Elly Toisuta menyampaikan turut berduka atas tewasnya remaja yang dianiaya sang anak.

"Saya yang itu kita atas nama keluarga dengan segala kerendahan hati dan dengan senantiasa bertawakal kepada Allah Subhanahu wa ta'ala, dengan ini kami menyampaikan turut berbelasungkawa yang ke dalam-dalamnya atas meninggalnya Ananda Rafi Rahman. Semoga Allah Subhanahu Wa Ta'ala Azza Wa Jalla rahmati almarhum Husnul Khatimah, serta mendapatkan tempat yang paling indah di sisi allah subhanahu wa ta'ala Amin ya robbal alamin," ucap Elly yang dilansir Tribun-medan.com dari TribunAmbon.com, Kamis (3/8/2023).

Kendati begitu, dalam video tersebut, tak ada kata permintaan maaf dari ibu terduga pelaku kepada keluarga korban.

Politisi Golkar itu hanya menyerahkan penanganan proses perkara dimaksud kepada aparat penegak hukum.

"Kami menghormati dan menyerahkan penanganan proses dan perkara ini kepada aparat penegak hukum," terangnya.

Gaya hidup Ketua DPRD Ambon Disorot
Anaknya Hajar/Aniaya Siswa SMP hingga Tewas, Gaya Hidup Elly Toisuta Ketua DPRD Ambon Disorot, Ini Harta Kekayaannya. Gaya hidup Elly Toisuta Ketua DPRD Ambon ikut disorot usai sang anak, Abdi Toisuta alias AT (25) menganiaya remaja berinisial RRS (15) anak juru parkir hingga tewas. (TikTok)

Baca juga: KETUA DPRD Ambon Minta Maaf Anaknya Aniaya Remaja 15 Tahun Hingga Tewas, Tak Ingin Bela Sang Anak

Baca juga: Anaknya Sudah Menganiaya Pelajar SMP hingga Tewas, Sang Ibu Ketua DPRD Santai Ucapkan Bela Sungkawa

Berikut Kronologisnya

Kasi Humas Polresta Pulau Ambon, Ipda Janete Luhukay mengatakan, penganiayaan ini terjadi di Asrama Polisi Kecamatan Nusaniwe, Kota Ambon, Minggu (30/7/2023), pukul 21.00 WIT.

Kejadian ini bermula saat RRS dan temannya, MFS (16), pergi ke rumah saudara di kawasan Talake untuk mengembalikan jaket.

Namun saat keduanya memasuki Gapura Lorong Masjid Talake, ternyata keduanya hampir bersenggolan dengan pelaku.

"Dalam perjalanan keduanya ke arah rumah saudara, ternyata pelaku Abdi Toisuta mengikuti mereka."

"Lalu tiba-tiba pelaku datang dan memukul korban sebanyak tiga kali," ucap Ipda Janete Luhukay dalam keterangan tertulisnya pada Senin (31/7/2023).

Korban dipukul saat masih menggunakan helm dan membuatnya langsung pingsan di tempat. "Saat melakukan penganiayaan, pelaku sempat mengoceh kepada korban bahwa kalau masuk di kompleks itu suara abang-abang dan bawa motor pelan-pelan karena pelaku juga masuk kompleks melakukan hal serupa," ujar Ipda Janete Luhukay.

Berselang beberapa menit kemudian, saudara korban keluar dari dalam rumah dan melihat korban telah tertunduk di atas setir motornya.

"Saudara korban sempat meneriaki pelaku bahwa kalau terjadi hal tak diinginkan kepada korban maka pelaku harus tanggung jawab," tutur Ipda Janete Luhukay lagi.

Pelaku pergi usai menganiaya korban

Usai melihat pelaku pergi, saudara korban dibantu saksi MFS mengangkat korban masuk ke dalam rumah dengan tujuan membuat korban siuman.

Setelah itu korban langsung dibawa ke rumah sakit RST guna mendapatkan perawatan medis.

Namun setelah mendapatkan perawatan medis, korban dinyatakan meninggal dunia.

Jenazah RRS korban penganiyaan anak Ketua DPRD Kota Ambon, Abdi Toisuta, dikebumikan sekitar pukul 16.50 WIT, Senin (31/7/2023).

Sementara itu Abdi Toisuta kini sudah ditahan di rumah tahanan Polresta Ambon untuk menjalani proses hukum.

"Saat ini pelaku sudah diamankan Polresta Pulau Ambon dan menjalani proses pemeriksaan," kata Ipda Janete Luhukay.

"Pelaku sudah ditetapkan sebagai tersangka dan sudah ditahan di rumah tahanan Polresta Ambon," ujar Kapolda Maluku, Irjen Pol Lotharia Latif, Senin (31/7/2023).

Tidak akan pandang bulu

Irjen Pol Lotharia Latif menegaskan, kepolisian tidak pandang bulu dalam penegakan hukum.

"Saya sudah perintahkan Kapolresta Ambon untuk proses hukum pelaku sesuai prosedur hukum yang berlaku."

"Tidak ada tebang pilih dalam penegakan hukum, dan semua sama di depan hukum," tegas Kapolda.

Untuk mengungkap kasus tersebut, sejumlah langkah telah diambil penyidik.

Di antaranya melakukan pemeriksaan terhadap sejumlah saksi hingga proses autopsi jenazah korban.

Kapolda mengimbau masyarakat agar tetap tenang dan tidak melakukan perbuatan yang tidak diinginkan.

"Kami mengimbau masyarakat tetap tenang dan menyerahkan sepenuhnya kepada Polri untuk diproses hukum," tegasnya.

Sang Ibu Ketua DPRD, Santai Ucapkan Bela Sungkawa

Ely Toisuta ibu pelaku yang juga Ketua DPRD Kota Ambon, menyerahkan semua proses hukum kasus yang menjerat putranya itu kepada aparat penegak hukum.

Ely Toisuta juga menyampaikan belasungkawa atas meninggalnya pelajar RRS. "Saya kita atas nama keluarga dengan segala kerendahan hati dan dengan senantiasa bertawakal kepada Allah subhanahu wa ta'ala, dengan ini kami menyampaikan turut berbelasungkawa yang sedalam-dalamnya atas meninggalnya Ananda Rafi Rahman."

"Semoga Allah Subhanahu Wa Ta'ala awzza wa jalla rahmati almarhum husnul khatimah, serta mendapatkan tempat yang paling indah di sisi allah subhanahu wa ta'ala Amin ya robbal alamin," kata Ely Toisuta, dikutip dari video yang beredar di sosial media, Selasa (1/8/2023).

Ely Toisuta menyatakan, ia turut prihatin atas musibah yang menimpa korban dan keluarga, serta melibatkan anak kandungnya sebagai pelaku penganiayaan.

"Atas nama keluarga pula, kami sangat prihatin atas peristiwa dan musibah yang terjadi," lanjutnya.

Ely Toisuta dan keluarga menyerahkan sepenuhnya proses hukum kasus penganiayaan ini kepada penyidik.

"Kami menghormati serta menyerahkan penanganan proses dan perkara ini kepada aparat penegak hukum," ujarnya.

Keluarga korban histeris

Tak seperti ibu pelaku yang santai ucapkan belasungkawa, ibu RRS menangis histeris setelah anaknya dimakamkan.

Ia tak terima pelaku dijerat hanya dijerat Pasal 351 ayat 3 tentang penganiayaan yang mengakibatkan kematian.

Pelaku yang ditetapkan tersangka pun hanca terancam hukuman paling lama tujuh tahun penjara.

Mendengar hukuman bagi pelaku, ibu RRS menangis histeris.

Ia merasa tak terima atas hukuman yang diberikan pada Abdi Toisuta anak Ketua DPRD Ambon.

"Pulang ade, pulang," kata sang ibu sembari menangis.

Seorang wanita pun mencoba menenangkan tangis histeris ibu Rafli Rahman Sie.

Selain keluarga dan kerabat, tampak teman-teman sekolah korban juga mendatangi rumah duka.

Diketahui bahwa RRS masih duduk di bangku kelas 12 MA Al-Fatah Ambon.

Ia dikenal baik dan ramah oleh teman-temannya.

"Dia di sekolah dikenal baik, alim dan tidak pernah buat kegaduhan," kata teman RRS.

Sementara itu keluarga korban menyesali tindak kekerasan yang dilakukan Abdi Toisuta hingga berujung tewasnya RSS.

Keluarga korban sangat terpukul dengan kejadian tersebut.

"Kami sangat terpukul atas kejadian yang merenggut nyawa saudara kami, dia sangat ramah dengan semua orang, bahkan tidak pernah memiliki musuh," ucap sepupu korban, Nur.

(*tribun-medan.com)

Baca berita TRIBUN MEDAN lainnya di Google News

Ikuti juga informasi lainnya di Facebook, Instagram dan Twitter

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved