Jambret

Seorang Warga Singapura Dijambret di Batam, Badan Berlumuran Darah Usai Kepala Koyak Dipukul Pelaku

Ia mendapat 17 jahitan pada bagian belakang kepalanya setelah pergi ke rumah sakit yang berjarak sekitar 10 menit.

Tayang: | Diperbarui:
Editor: Satia
Shutterstock
Ilustrasi 

TRIBUN-MEDAN.COM, MEDAN - Seorang warga Singapura dijambret di Batam. 

Penjambretan ini terjadi pada 26 Juli 2023 sekira pukul 03:00 WIB dini hari. 

Korban saat itu dipukul dari belakang oleh pelaku. 

Akibatnya, korban mengalami luka jahitan di kepala. 

Dikutip dari Tribunbatam.com, korban bernama Bahara, mengaku jika ia merupakan orang Indonesia namun berstatus permanent resident (PR) di Singapura.

Baca juga: Dua Kurir Bawa Puluhan Kilogram Ganja dari Aceh, Kasat Narkoba Irit Bicara

Ia memiliki seorang istri warga negara Singapura.

Ia datang ke Batam selama beberapa pekan terakhir karena ada urusan bisnis.

Aksi jambret di Batam itu terjadi saat ia berada di Foodcourt Nagoya.

Saat itu, Bahara hendak menunggu taksi yang mengantarnya kembali ke hotel tempat ia menginap.

Ia melaporkan jika kondisi daerah saat itu sepi dengan sedikit orang di sekitarnya.

Saat sedang menonton YouTube dari ponselnya, tiba-tiba ia merasakan benturan keras pada bagian belakang kepalanya.

Baca juga: FULL Mahfud MD Puji Pengadilan Militer soal Ketegasan Kasus Korupsi Kabasarnas di Depan Panglima TNI

Ia juga merasa ada yang memukulnya.

"Setidaknya enam atau tujuh kali. Saya merasa mati rasa tetapi masih sadar akan apa yang terjadi," katanya seperti melansir mothership.

Bahara yang terbaring di tanah masih sempat melihat ada dua pria kemudian mengambil sejumlah barang miliknya serta melarikan diri dengan berjalan kaki.

Bahara yang terbaring di tanah masih sempat melihat ada dua pria kemudian mengambil sejumlah barang miliknya serta melarikan diri dengan berjalan kaki.

Baca juga: Informasi Terkait Kanwil Kemenkumham Sumut Semakin Mudah Lewat SIPPN, Begini Penjelasannya

Dia menceritakan bahwa orang-orang itu telah mencuri semua barang miliknya, termasuk dompetnya yang berisi NRIC, uang tunai dan kartu kredit serta ponsel dan paspornya.

Kacamatanya juga rusak akibat aksi jambret di Batam itu.

Setelah beberapa menit, dia berhasil berdiri dalam keadaan linglung dan sakit.

Kemejanya berlumuran darah dan berjalan ke pusat makanan terdekat untuk mencari bantuan dari beberapa petugas kebersihan dan asisten kios yang masih ada di sana.

Baca juga: Diduga Korupsi Dana Hibah, Mantan Ketua KPU Bengkalis Riau Fadhillah Al Mausuly Ditangkap

Ia mendapat 17 jahitan pada bagian belakang kepalanya setelah pergi ke rumah sakit yang berjarak sekitar 10 menit.

Bahara mengaku telah membuat laporan polisi.

Namun ia mengaku pesimistis ponselnya dapat terlacak.

Sebab ia tidak mengetahui nomor IMEI perangkat elektroniknya.

Baca juga: Media Malaysia Iri, Elkan Baggott Bisa Ukir Sejarah Masuk Tim Ipswich Town, Hadapi Striker Inggris

Bahara dilaporkan masih berada di Batam untuk proses pemulihan.

Keluarganya juga sudah mengetahui apa yang terjadi.

Tetapi Bahara tidak "ingin mereka terlalu khawatir". Seorang temannya sedang membantu merawatnya saat ini, kata korban.

Di tempat terpisah, Kanit Reskrim Polsek Lubuk Baja, Ipda Jonathan Reinhard Pakpahan saat dikonfirmasi TribunBatam.id tengah mencari tahu kasus tersebut.

"Saat ini kami cek terlebih dahulu, kami monitor," ungkapnya.

 

Berita ini tayang di Tribunbatam.id

 

Baca Juga Berita Tribun Medan lainnya di Google News

 

(tribunmedan)

Sumber: Tribunnews
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved