Sejarah Sodetan Ciliwung, Sempat Mangkak 11 Tahun, Mulai Era Jokowi, Ahok, dan Tak Disentuh Anies
Inilah sejarah Sodetan Ciliwung, yang disebut Presiden Joko Widodo proyek sempat mangkrak 11 tahun. Berikut ini lima perjalanan proyek Sodetan Ciliwun
TRIBUN-MEDAN.COM – Inilah sejarah Sodetan Ciliwung, yang disebut Presiden Joko Widodo proyek sempat mangkrak 11 tahun.
Sodetan Ciliwung atau Sodetan Kali Ciliwung jadi sorotan publik setelah Presiden Joko Widodo (Jokowi) menyebut proyek ini mangkrak selama kurun waktu 11 tahun.
Hal itu disampaikan Presiden Joko Widodo saat meresmikan Sodetan Ciliwung yang berlokasi di Kelurahan Bidara Cina, Jakarta Timur pada Senin (31/7/2023).
Adapun sejarah Sodetan Ciliwung ini cukup panjang.
Mulai dari Jokowi yang saat itu menjabat Gubernur DKI Jakarta pada 2013.
Ia mulai mencanangkan proyek Sodetan Ciliwung.
Lalu pada 2015, Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok membangun sodetan sepanjang 650 meter.
Selanjutnya proyek pun tertunda saat Anies memimpin DKI Jakarta.
Dan pada 2022, Jokowi menunjuk Heru Budi Hartono sebagai penjabat Gubernur DKI Jakarta.
Jokowi pun memerintahkan Heru untuk kembali melanjutkan proyek itu.
Baca juga: Sodetan Ciliwung Akhirnya Diresmikan Jokowi, Mangkrak Era Anies, Kini Digas Lagi setelah Pj Heru
Baca juga: Janji Jokowi Atasi Banjir Jakarta Pakai Sodetan Ciliwung, Kaget Heru Bisa Lanjutkan Mandek 6 Tahun!
Berikut ini sejarah dan perjalanan proyek Sodetan Ciliwung :
1. Era Jokowi
Joko Widodo yang kala itu masih menjabat Gubernur DKI Jakarta mulai mencanangkan proyek Sodetan Ciliwung kala itu.
Proyek ini diinisiasi Jokowi saat masih menjabat sebagai Gubernur DKI Jakarta pada 2012.
Saat itu terjadi banjir besar di Jakarta hingga kawasan Bundaran HI terendam banjir.
Pembangunan Sodetn Ciliwung pun dimulai sejak 2013.
2. Era Ahok
Proyek ini pun telah dimulai pada 2015 lalu.
Penyelenggaranya adalah Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR), namun pembebasan lahan dilakukan Pemerintah Provinsi DKI Jakarta.
Pekerjaan Sodetan Ciliwung berhenti saat Basuki Tjahaja Purnama menjabat sebagai Gubernur DKI Jakarta.
Pasalnya, Pengadilan Tata Usaha Negara (PTUN) mengabulkan gugatan warga Bidara Cina soal Surat Keputusan Gubernur DKI Nomor 2779 Tahun 2015.
Aturan tersebut berbunyi lahan yang dibebaskan hanya 6.095 meter persegi, berkurang dari 10.359 meter persegi dari SK sebelumnya.
Warga protes karena tak ada sosialisasi dari pihak Pemprov terkait pembebasan lahan.
Atas keputusan tersebut, Ahok memutuskan melawan dengan mengajukan kasasi ke Mahkamah Agung.
3. Era Anies
Proyek ini juga tak rampung saat Anies Baswedan pada 2017 hingga 2022.
Masalah lahan yang belum juga usai sejak era Ahok menjadi alasannya.
Namun, pada 2019 Anies sempat mencabut kasasi yang sebelumnya diajukan Ahok.
Alasannya, status hukum yang belum putus hanya membuat proyek ini semakin terbengkalai.
Jokowi bahkan sempat memanggil Anies ke Istana pada 8 Januari 2020, salah satunya meminta pembebasan tanah proyek sodetan Ciliwung diselesaikan.
Anies saat itu berjanji masalah ganti rugi akan beres pada bulan yang sama.
Meski demikian, hingga Anies menyelesaikan jabatannya, proyek tersebut belum juga rampung.
4. Era Heru Budi
Pekerjaan Sodetan Ciliwung berlanjut di masa Penjabat sementara Gubernur DKI Jakarta Heru Budi Hartono.
Heru menargetkan Sodetan Ciliwung dapat segera dijajal dalam waktu dekat usai melanjutkan proyek ini.
Heru mengatakan proyek ini sebelumnya terkendala pekerjaan saluran keluar air atau outlet di kawasan Kebon Nanas, Jakarta Timur.
Pekerjaan outlet itu bermasalah karena adanya pelebaran saluran hingga kendala pembebasan rumah warga.
Padahal, pekerjaan inlet atau saluran masuk penghubung Sungai Ciliwung dan Banjir Kanal Timur telah dikerjakan selama 2013 hingga 2016.
"Secara fisik yang di inlet iya (lancar), tapi secara keseluruhan kan ada beberapa kendala sehingga tidak optimal," kata Heru di Jakarta, Kamis (26/1/2023).
Selain itu, ada pula data yang harus didetailkan Pemerintah Provinsi DKI Jakarta dengan Badan Pertanahan Nasional (BPN).
Meski demikian, seluruh kendala tersebut sudah diselesaikan.
Heru mengatakan, saat ini proyek tersebut akan menjalani tes sebelum mulai beroperasi sesuai jadwal.
Selain itu, penyambungan dan penutupan untuk kontrol sodetan sedang dibangun.
5. Akhirnya Diresmikan
Sodetan Ciliwung akhirnya diresmikan Presiden Joko Widodo hari ini, Senin (31/7/2023).
Adapun Sodetan Ciliwung yang sempat mangkrak di era Gubernur Anies Baswedan, kini digarap lagi setelah Plt Gubernur DKI Jakarta Heru Budi Hartono.
Presiden Joko Widodo meresmikan Sodetan Ciliwung yang berlokasi di Kelurahan Bidara Cina, Jakarta Timur pada Senin (31/7/2023).
"Urusan Sodetan Ciliwung ini sudah bertahun-tahun. Sudah hampir 11 tahun dan alhamdulillah selesai. Ini bisa selesai paling tidak 6 kelurahan enggak banjir lagi," kata Jokowi, Senin (31/7/2023).
Jokowi tidak merinci enam kelurahan yang dimaksud.
Sodetan Ciliwung membentang dari inlet (jalur masuk air) di Bidara Cina dan outlet (jalur keluar air) di Kebon Nanas.
Sodetan Ciliwung berfungsi mengalirkan sebagian air dari Ciliwung ke Kanal Banjir Timur (KBT) saat debit air tinggi.
Dengan demikian, tidak semua air dari Ciliwung mengalir ke daerah hilir yang berujung meluap ke permukiman warga.
Jokowi mengatakan, banjir di Jakarta merupakan masalah sangat kompleks.
Penanganannya pun harus dilakukan bersama-sama termasuk di sisi hulu Jakarta.
Selain membangun Sodetan Ciliwung, upaya penanganan banjir Jakarta yang dilakukan adalah membuat waduk di Bogor, Jawa Barat.
"Ada juga 12 sungai lain yang perlu ditangani secara baik. Mulai Sungai Sunter, lalu Sungai Cipinang, kemudian Sungai Barat, Sungai Timur, Sungai Pesanggrahan dan lainnya," kata Jokowi.
"Belum kita ngurusi yang namanya banjir rob yang naik ke daratan DKI Jakarta. Bagi penanganan banjir di DKI Jakarta itu harus dilakukan dari hulu sampai hilir secara komprehensif," sambung Jokowi.
Menurut Jokowi, seluruh upaya yang dilakukan itu baru sekitar 62 persen untuk mengatasi banjir di Ibu Kota.
Artinya, kata Jokowi, masih ada 38 persen pekerjaan rumah pemerintah untuk mengatasi banjir.
"Untuk 38 persen harus dikerjakan bersama-sama Kementerian PUPR dan Pemprov DKI Jakarta. Ini persoalan yang sangat kompleks dan tidak mudah," ucap Jokowi.
Jokowi pun meresmikan Sodetan Ciliwung dengan memutar tuas pintu air.
Lalu ia menandatangani prasasti pembangunan infrastruktur itu.
Iapun berpesan penanganan banjir di Jakarta harus dilakukan dari hulu sampai hilir.
Penanganan ia meminta anak buahnya tak cepat puas dengan pencapaian saat ini.
"Baik Bendungan Ciawi, Bendungan Sukamahi, Sodetan Ciliwung, normalisasi Ciliwung, Banjir Kanal Timur, bisa menyelesaikan baru kira-kira 62 persen persoalan banjir di Jakarta," ujarnya.
Pada kesempatan itu, Heru mengucap terima kasih atas perhatian Jokowi terhadap banjir Jakarta.
Dia berharap Sodetan Ciliwung bisa menjaga Jakarta dari ancaman banjir.
"Tentunya kami atas nama masyarakat DKI Jakarta terima kasih ke Bapak Presiden dan Menteri PUPR yang membangun ini selama 7 tahun," tukasnya.
(*/TRIBUN-MEDAN.COM)
Baca juga: Mahasiswi Pembuang Bayi Di pinggiran Kali Ciliwung Dinikahkan di Polres Metro Jakarta Timur
Baca juga: Janji Jokowi Atasi Banjir Jakarta Pakai Sodetan Ciliwung, Kaget Heru Bisa Lanjutkan Mandek 6 Tahun!
Baca juga: Sodetan Ciliwung Akhirnya Diresmikan Jokowi, Mangkrak Era Anies, Kini Digas Lagi setelah Pj Heru
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/medan/foto/bank/originals/Sodetan-Ciliwung-yang-disebut-Presiden-Joko-Widodo-proyek-sempat-mangkrak-11-tahun.jpg)