Kapal Tenggelam

Kapal Samudera Wani II Tenggelam di Perairan Tanjung Merun Bangka, 16 Saksi Diperiksa Polisi

“Saat ini para ABK kapal berada di Pos AL desa Sadai. Tidak ada korban jiwa, 13 orang yakni satu kapten dan 12 orang ABK semuanya selamat,” sebutnya.

Tayang:
Editor: Satia
Istimewa
KM Camar yang mengangkut sembako tenggelam di kawasan Perairan Pulau Jemur, Riau pada Selasa (30/6/2020) pagi kemarin. 

TRIBUN-MEDAN.COM, MEDAN - Kapal yang mengangkut bahan bangunan dan pokok tenggelam dihantam ombak tinggi, di Perairan Tanjung Merun, Lepar Pongok, Kabupaten Bangka Selatan, Kepulauan Bangka Belitung, Sabtu (29/7/2023) kemarin.

Saat ini, Satuan Polisi Air dan Udara (Polairud) Polres Bangka Selatan melakukan penyelidikan, terkait karamnya kapal yang mengangkut bahan bangunan dan pokok tersebut. 

Dikutip tribunmedan.com dari posbelitung.com, Kepala Satuan Polisi Air dan Udara (Polairud) Polres Bangka Selatan, Iptu Eddi Suaidi mengatakan, usai peristiwa tersebut pihaknya telah memanggil sejumlah pihak yang mengetahui kejadian itu.

Di mana polisi telah memeriksa 16 orang, mulai dari kapten hingga ABK Samudra Wani II. Hal ini guna mengetahui pasti penyebab karamnya kapal muatan sembako dan bahan bangunan tersebut.

“Saat ini kami sedang memanggil Kapten serta ABK KM Samudra Wani II guna dimintai keterangan,” kata dia di Toboali, Senin (31/7/2023).

Posisi kapal kandas miring kebagian kanan. Tidak ada korban jiwa dalam peristiwa tersebut. Namun sebagian besar muatan kapan terendam air.

Iptu Eddi S. mengatakan, kapal yang kandas tersebut bernama Kapal Motor (KM) Samudra Wani II milik PT Karimun Nahari Sejahtera.

Kapal tersebut karam di titik koordinat 0302500.S.106.48.750.E pada Sabtu (29/7) sekitar pukul 14.30 WIB. Dengan muatan bahan bangunan dan bahan pokok seberat 400 ton.

“Iya benar, KM Samudra Wani II kandas di perairan Tanjung Merun, Kepulauan Lepar,” kata dia di Toboali, Senin (31/7/2023).

Eddi memaparkan, berdasarkan keterangan dari Kapten kapal peristiwa itu bermula ketika KM Samudra Wani II dengan GT 478 berangkat dari Pelabuhan Sunda Kelapa, Jakarta Utara hendak menuju Pelabuhan Tarempa, Kepulauan Anambas, Provinsi Riau pada Rabu (26/7) lalu. Setelah dua hari berlayar, pada hari Jumat (28/7) sekitar pukul 04.00 WIB kapal menerjang cuaca buruk dan gelombang setinggi dua meter di perairan laut Jawa. Akibatnya, air masuk lewat samping kapal atau Gengwe, sehingga menyebabkan kapal miring secara perlahan.

Saat kapal mulai miring, Kapten kapal memerintahkan Anak Buah Kapal (ABK) untuk menutup air yang masuk ke dalam kapal dengan menggunakan majun atau kain lap. Sayangnya air masih tetap masuk ke dalam kapal, hingga akhirnya kapten kapal membawa kapal menuju arah pulau terdekat dengan posisi kapal sudah miring. Sekitar pukul 15.30 WIB Kapten kapal memutuskan untuk berhenti di perairan laut Tanjung Tumong, Pulau Lepar Pongok.

ABK kapal langsung memindahkan barang untuk mengetahui apakah ada kebocoran di kapal. Namun tidak ditemukan adanya kebocoran di bagian kapal yang lain. Selain air masuk lewat samping atas Gengwe.

“Hingga akhirnya kapten kapal kembali membawa kapal menuju arah pulau terdekat,” beber Eddi.

Masih kata dia, sekitar pukul 22.00 WIB kapal berhenti di perairan laut Kecamatan Lepar untuk lego jangkar. Karena air laut masih dalam, kapten kapal memutuskan untuk membawa kapal ke perairan yang dangkal. Hal ini dikarenakan Kapten khawatir kapal dapat tenggelam.

Akhirnya pada hari Sabtu (29/7) sekitar pukul 14.30 WIB kapal kandas di Perairan Laut Lepar. Kemudian sekitar pukul 17.30 WIB datang kapal tugboat untuk mengevakuasi para ABK. Penjemputan dilakukan oleh anggota Pos TNI AL Sadai, anggota Pos Airud Sadai untuk di bawa ke Desa Sadai.

“Saat ini para ABK kapal berada di Pos AL desa Sadai. Tidak ada korban jiwa, 13 orang yakni satu kapten dan 12 orang ABK semuanya selamat,” sebutnya.

Kendati demikian kata Eddi belum diketahui berapa kerugian atas peristiwa tersebut. Saat ini aparat kepolisian telah memanggil beberapa saksi mata untuk dimintai keterangan.

“Saat ini kami masih memeriksa sejumlah saksi, termasuk kapten kapal untuk dimintai keterangan,” pungkas Eddi. 

 

(tribunmedan)

Sumber: Tribun Medan
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved