Berita Viral

VIRAL Gara-gara Catur, Oknum Dokter Bentak dan Tampar Balita 3 Tahun Sampai Jatuh di Depan Ayahnya

Hanya gara-gara bidak caturnya rusak karena dipegang, seorang oknum dokter tega menampar dan membentak balita berusia 3 tahun di depan ayahnya.

Tayang:
Editor: Liska Rahayu
Kolase Surya.co.id
Seorang oknum dokter di Makassar tampar balita 3 tahun di depan ayahnya lantaran papan caturnya rusak dipegang si anak. 

TRIBUN-MEDAN.com - Hanya gara-gara bidak caturnya rusak karena dipegang, seorang oknum dokter tega menampar dan membentak balita berusia 3 tahun di depan ayahnya.

Diketahui, oknum dokter tersebut berinisial MR.

Balita yang ditampar oknum dokter tersebut pun ternyata adalah anak pemilik warung tempat si oknum dokter tersebut bermain catur.

Diketahui, beberapa hari lalu, sebuah video yang menunjukkan seorang pria menampar anak kecil, viral di media sosial.

Pria yang disebut sebagai oknum pejabat di sebuah rumah sakit di Makassar.

Akibat hal itu, ayah anak yang ditampar oleh oknum dokter tersebut melaporkan kejadian itu ke pihak kepolisian.

Melansir Kompas, berikut kisah lengkap soal oknum dokter yang menampar anak pemilik warung.

Dalam video yang beredar, tampak dua orang pria sedang asyik duduk sambil bermain catur. Tak lama, muncul seorang pria bersama anak laki-laki.

Saat itu, sang anak laki-laki mendekati meja pria berbaju putih yang tengah bermain catur tersebut.

Tanpa disangka, sang anak menyentuh papan catur yang membuat bidak catur terjatuh.

Lalu, pria berbaju putih itu langsung melayangkan tamparan keras ke arah kepala sang anak laki-laki itu hingga badan kecilnya terhempas ke lantai warkop.

Seorang oknum dokter di Makassar tampar balita 3 tahun di depan ayahnya lantaran papan caturnya rusak dipegang si anak.
Seorang oknum dokter di Makassar tampar balita 3 tahun di depan ayahnya lantaran papan caturnya rusak dipegang si anak. (Kolase Surya.co.id)

Sementara Kasat Reskrim Polrestabes Makassar AKBP Ridwan JM Hutagaol mengatakan bahwa pihaknya sementara melakukan penyelidikan terkait kasus video viral dan laporan korban.

"Iya (kita lakukan penyelidikan)," singkatnya.

Ayah Laporkan Polisi

Ayah korban, Agung (27), melaporkan kejadian tersebut ke pihak kepolisian.

Dugaan penganiayaan tersebut terekam CCTV dan beredar di media sosial.

MR menampar A (3), anak Agung, setelah merasa terganggu saat sedang bermain catur. Laporan tersebut dilayangkan Agung dengan bukti registrasi laporan STBL/1560/VII/2023/POLDA SULSEL/ RESTABES MKSR.

Pada Jumat (28/7/2023) kemarin. Agung mengatakan, A mengalami luka di bagian bibirnya akibat terbentur kursi warkop usai ditampar MR.

"Luka di anak saya sedikit lecet di bagian bibir gara-gara terbentur di kursi, saya sudah melapor di Polrestabes Kejadiannya hari Kamis malam," jelas Agung kepada awak media yang ditemui di kediamannya, Sabtu (29/7/2023) siang.

Agung menceritakan, kasus dugaan penganiayaan ini berawal saat sang anak tidak sengaja menyentuh papan catur terlapor MR.

Sentuhan A mengakibatkan bidak catur yang sudah tersusun berjatuhan. MR naik pitam dan spontan melayangkan tamparan ke arah kepala korban.

"Awalnya anak saya sentuh itu meja catur, langsung ditampar hingga ke lantai, pas jatuh saya minta maaf. Saya perbaiki catur, tapi ini bapak membentak terus, sembarang dia bilang segala macam," ucapnya.

Agung yang juga pemilik warkop tersebut mengaku bahwa MR merupakan pengunjung yang kerap datang di warkop miliknya. Pasca kejadian itu kata Agung mengatakan MR sudah meminta maaf.

"Sudah minta maaf, pas saya sudah melapor. Saya memang sudah maafkan, tapi proses hukum tetap berjalan," ucapnya.

Menurut Agung, A sempat mengalami trauma usai peristiwa itu. Putranya, kata dia, tak hentinya menangis usai dipukul.

"Waktu kejadian menangis terus subuh baru tidur, ada traumanya," tandasnya.

Pelaku Sempat Ancam Ayah Korban

Agung mengaku sempat mendapat ancaman dari pelaku.

Pelaku berinisial M, yang merupakan oknum dokter di salah satu rumah sakit swasta di Makassar.

Agung menjelaskan awalnya dirinya ditelepon N setelah video pemukulan anaknya itu viral di media.

"Pertama dia (M) telponka, pagi-pagi. Kan dia lihat mi itu video yang beredar, dia bilang eh jangan kau edit-edit itu video nah," ucap Agung ditemui di warkopnya.

Setelah itu, lanjut Agung, M pun melontarkan nada ancaman akan melapor balik ke polisi.

"Setelah bicara segala macam, disitu dia (M) bilang lagi, pokoknya saya akan laporkanko juga mengenai pencemaran nama baik," ujarnya menirukan percakapan dengan M.

"Jadi saya bilang, laporma pak. Karena saya mau melapor juga ini," sambungnya.

Jumat pagi, sehari pasca kejadian di Kamis malam, Agung pun mendatangi Mapolrestabes Makassar untuk melaporkan penganiayaan terhadap anaknya.

"Pas saya sudah melapor, dia (M) telpon lagi minta maaf. Jadi saya bilang dari tadi pagi saya tunggu permintaan maafta tapi tidak ada," bebernya.

Pihak Rumah Sakit Angkat Bicara

Konsultan hukum RS Bahagia, Muhammad Fakhruddin, membenarkan status Makmur di RS Bahagia.

"Jabatannya wakil direktur, M ini pensiunan dokter PNS, tapi kejadian ini terjadi di luar jam dinas dan tidak berada di rumah sakit," kata Muhammad Fakhruddin kepada wartawan, Sabtu (29/7/2023) malam.

"Kami sudah ketemu bapaknya korban dan terlapor ini memang dia bekerja di Rumah Sakit Bahagia sebagai dia pensiunan PNS dokter," sambungnya.

Muhammad Fakhruddin juga menyesalkan adanya insiden kekerasan terhadap anak itu.

Ia pun menegaskan, apa yang dilakukan M adalah perbuatan individual.

"Tindakan terlapor itu tidak ada hubungannya dengan rumah sakit cuman secara kebetulan dia bekerja di rumah sakit," tegasnya.

(*/Tribun-Medan.com)

Artikel ini telah tayang di Surya.co.id

Sumber: Surya
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved