Berita Viral

SOSOK Uli Silalahi: 'Ibunya Para Buku', Aktvisi Perempuan hingga Jadi Presiden Direktur BBW

Berikut ini sosok Uli Silalahi yang dikenal dengan sebutan Ibu Buku. Perempuan yang gemar membaca buku dan menggelar bazar buku internasional. 

Tayang:
HO
Berikut ini sosok Uli Silalahi yang dikenal dengan sebutan Ibu Buku. Perempuan yang gemar membaca buku dan menggelar bazar buku internasional.  

TRIBUN-MEDAN.com - Berikut ini sosok Uli Silalahi yang dikenal dengan sebutan Ibu Buku. Perempuan yang gemar membaca buku dan menggelar bazar buku internasional. 

Uli Silalahi bernama lengkap Hadriani Uli Silalahi merupakan Presiden Direktur (Presdir) Big Bad Wolf Indonesia.

Big Bad Wolf Indonesia yang punya singkatan "BBW" adalah sebuah pameran bazar buku terbesar dan bertaraf internasional yang ada di Indonesia dan Malaysia.

Uli berhasil menyelenggarakn pameran buku ternama yang telah digelar sebanyak 6 kali di Surabaya dan 7 kali di Jakarta itu.

Uli menceritakan pengalaman pertama kali menggelar bazar buku. 

Sejak akhir 1980-an, wanita yang punya nama lengkap Hadriani Uli Silalahi itu mulai bergabung dengan sebuah organisasi bernama Forum Komunikasi Putra Putri TNI dan Polri (FKPPI) generasi muda.

Dalam organisasi itu, Uli duduk di bagian pemberdayaan perempuan di Generasi Muda FKPPI tingkat DKI.

"Kala itu, saat masih aktif di FKPPI, saya ingat betul, saya masih berusia 23 tahun, saya juga masih menimba ilmu di Universitas Trisakti, Jakarta dengan mengambil jurusan Ekonomi."

"Bahkan pula, saat jadi mahasiswa, saya juga gabung sama BEM," ujar Uli kepada Tribun Jatim Network di hari kedua pameran Buku BBW Surabaya, Sabtu (29/7/23) di Jatim Expo.

Kegemarannya mengikuti organisasi diakui Uli memang sudah ada sejak duduk di bangku Sekolah Menengah Pertama (SMP).

"Sejak SMP, bahkan saat SMA pula, memang saya itu suka ikut organisasi. Saya selalu ikut keanggotaan OSIS," kata Uli.

Baca juga: VIRAL ODGJ Cantik dan Muda Dipasung di Gubuk Kayu, Wajahnya Mirip Pedangdut, Malu-Malu Saat Ngobrol

Baca juga: Pengukuhan STM Fahasaradodo Mado Halawa Ba Sifahato, Kapolres Nisel Tekankan Pentingnya Kerja Sama

Singkat cerita, setelah kenyang dengan pengalaman organisasi dan ilmu yang didapat saat di bangku sekolah maupun saat jadi mahasiswa Trisakti, kemudian Uli melanjutkan menimba ilmu lagi di Sydney.

Di Australia itu, Uli mengambil mata kuliah penjurusan dibidang marketing-advertising.

Puas mendapat pengalaman di negeri kangguru, kemudian Uli memilih untuk kembali ke Indonesia.

Saat kembali di tanah air, usaha yang Uli geluti berbuah manis. Dia berhasil bekerja dibagian agency advertising untuk perusahaan Unilever.

Saat semakin alih dalam bidang advertising, Uli memutuskan tidak ingin menetap di zona nyaman.

Dia lebih memilih untuk keluar dari Unilever dan membentuk sebuah wadah advertising sendiri bersama teman-temannya, bahkan usaha ini dijalankan tidak hanya di Indonesia saja, tetapi juga sampai di Malaysia.

Di Malaysia itulah, kata Uli, merupakan awal dari sebuah awal, dimana merupakan hal yang membuatnya kini bisa meraih nama sebutan 'Ibu Buku', yang tak lain karena adanya peran dari pameran BBW.

"Jadi saat di Malaysia itu kan saya punya kenalan banyak teman-teman entrepreneur. Termasuk berkenalan dengan Pendiri pameran buku internasional Big Bad Wolf (BBW) yaitu Andrew Yap."

"Singkat cerita lagi, setelah dekat dan berkenalan sama Adrew. Saya ditawarin buat ngadain BBW juga di Indonesia."

"Sempat mikir apa bisa ya saya? Soalnya di Malaysia sendiri itu, pengunjung BBW nya bisa tembus 10 ribu setiap harinya."

"Namun karena dapat semangat dari teman-teman dan tekad kuat yang saya miliki, akhirnya saya memutuskan untuk mengiyakan penawaran yang diajukan Andrew," cerita Uli secara jelas tentang awal kisah sejarah BBW.

Niat Baik Mencerdaskan Bangsa Bikin BBW bisa Bertahan dan Sukses

Saat BBW pertama terselenggara, tepatnya pada 2016 dan utamanya dihari awal-awal pameran, merupakan ujian tersendiri bagi Uli.

Entah di Jakarta maupun yang di Surabaya, pengunjung yang hadir tidak sesuai yang diharapkan atau bahkan seuforia yang di Malaysia.

"Saat pertama itu, di hari-hari pertama, tepatnya tiga hari pertama pameran, mental saya sempat down sekali."

"Masih ingat betul saya, saat itu pusing saya. Karena sehari pengunjung hanya mencapai 1000 hingga 2000, padahal saya harapkan bisa sama seperti di Malaysia atau paling tidak 5000 an," ungkap Uli.

Meski begitu, nasib yang kurang beruntung itu ternyata tidak bertahan lama.

Pasalnya, saat hari keempat di tahun pertama pameran (2016), tiba-tiba saja pengunjung membludak sangat pesat.

Bahkan, saking pesatnya, pintu masuk pun terpaksa dibuat sistem buka tutup oleh penyelenggara.

"Iya saat hari keempat pada tahun pertama pameran, di Jakarta maupun Surabaya, pengunjung membludak pesat sekali dan kondisi ini terus berlanjut sampai di hari terakhir pameran," ungkapnya.

Kondisi membludaknya pengunjung BBW di tahun pertama pada hari keempat pameran itu tidak disia-siakan oleh Uli.

Bersama para timnya, dirinya pun menyelidiki atas kesuksesan tersebut. Dan didapati, itu semua adalah berkat dari peran medsos.

"Jadi akhirnya, secara bersamaan pula, ketemulah rahasia strategi terbaik yang pantas diterapkan dalam pameran ini."

"Ya, ternyata saat hari pertama di tahun pertama pameran itu, meski pengunjung cuman seribuan, namun ternyata banyak pengunjung yang melakukan aktivitas selfie dan ngevlog."

"Aktivitas ini ternyata membuat banyak orang diluar sana ngekepoin (mencari tahu) pameran ini, yang hingga pada akhirnya membuat pameran pun ramai dikunjungi pengunjung," ungkap wanita yang punya gaya khas dengan rambut pendeknya itu.

Baca juga: Terungkap Gibran Enggan Disebut Juru Kampanye PDIP Perjuangan untuk Memenangkan Ganjar

Baca juga: Begal Anak Sekolah dan Lukai Korban Pakai Celurit, Satu Pria Babak Belur Dihajar Massa

Selepas itu semua, Ibu dua anak itu juga meyakini, keberhasilan BBW tersebut sejatinya juga karena dasar niatan dirinya dalam melahirkan BBW di Indonesia.

"Niatan pertama saya itu, ini pameran diharapkan bisa menjadi sebuah wadah gemar membaca bagi anak muda. Dan anak muda adalah aset bangsa."

"Jika aset bangsa terbentuk dengan baik, serta cerdas, maka bangsa itu akan baik, kuat dan cerdas pula," kata Uli.

Adapun hingga kini, lanjut Uli, berkaca dari peran medsos dalam mensukseskan BBW, maka pada setiap pameran BBW pun selalu dihadirkan program lomba foto terbaik.

"Iya saat tahun kedua, seterusnya dan hingga di pameran 2023 ini, kami selalu menghadirkan program foto BBW."

"Foto paling menarik dengan penggunaan hastag yang sudah kami tentukan kemudian diunggah di medsos."

"Nantinya unggahan foto ini akan kami nilai dan yang paling keren akan kami berikan sebuah hadiah, biasanya hadiahnya borong buku sepuasnya satu troli dan masih banyak lainnnya lagi," kata Uli.

(*/tribun-medan)

Sumber: Tribunnews
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved