Prabowo Sebut Dirinya Pendukung Reformasi, Padahal Pernah Akui Pelaku Penculikan Aktivis 1998

Prabowo Subianto menegaskan bahwa dirinya mendukung reformasi meskipun bagian dari orde baru. Ia juga mengaku bahwa Ketua Umum PBB merupakan saksi dir

Tayang:
HO
Menteri Pertahanan Prabowo Subianto menegaskan bahwa dirinya mendukung reformasi meskipun bagian dari orde baru. 

TRIBUN-MEDAN.COMPrabowo Subianto menegaskan bahwa dirinya mendukung reformasi meskipun bagian dari orde baru.

Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto ini mengaku bahwa dirinya mendukung reformasi yang dilakukan Indonesia usai Orde Baru 'runtuh'.

Prabowo Subianto mengatakan, Ketua Umum Partai Bulan Bintang (PBB) Yusril Ihza Mahendra menjadi saksi betapa dirinya mendukung reformasi kala itu.

Hal tersebut Prabowo sampaikan dalam sambutannya di acara Milad ke-25 PBB di ICE BSD, Tangerang Selatan, Minggu (30/7/2023).

"Saya kenal beliau lama, waktu kita masih muda, waktu reformasi. Mungkin ada cerita-cerita yang tidak diketahui, beliau salah satu orang kunci dalam reformasi,”

“Dan apapun beliau juga saksi Prabowo Subianto, walaupun bagian dari Orde Baru, saya pun mendukung reformasi," ujar Prabowo.

"Dan akhirnya kita lihat dalam sejarah di dunia, saudara-saudara, mungkin satu-satunya tentara yang mundur dari politik secara sukarela adalah Tentara Nasional Indonesia. Kita keluar dari politik dengan sadar karena waktu itu kita mengerti Tentara Nasional Indonesia adalah tentara rakyat," sambungnya.

Baca juga: Ganjar Buka Suara Soal Kedekatan Anies dan Prabowo saat Akrab Bertemu Jelang Pemilu 2024!

Baca juga: Padahal Terang-Terangan Dukung Prabowo, PDIP Tak Beri Hukuman ke Budiman Sudjatmiko

Baca juga: Buntut Ketemu dengan Prabowo, Budiman Sudjatmiko Dipanggil PDIP hingga Diberi Warning Untuk Kembali

Prabowo juga menjelaskan, jika dirinya berhasil menjadi Presiden pada tahun 2024 nanti, dia akan mengumpulkan semua putra putri terbaik di Indonesia.

"Kita harus mempersatukan the best brains, the best and the brightest di republik ini. Yang terbaik, yang terhebat di republik ini, harus kita persatukan," tutur Prabowo.

Di sisi lain, Menteri Pertahanan itu mengaku senang didukung Yusril sebagai Capres 2024, lantaran Yusril memiliki 'insting' kuat.

Menurutnya, Yusril sering mendukung capres, yang ujung-ujungnya pasti capres tersebut berhasil menang.

"PBB dan Prof Yusril sangat berpengalaman mendukung capres yang menang. Saya kira demikian," imbuhnya.

Disisi lain, sebelumnya diberitakan, Politikus PDI-P yang juga aktivis 1998 Budiman Sudjatmiko blak-blakan bahwa Prabowo Subianto pernah mengakui soal penculikan 1998.

Budiman Sudjatmiko membongkar semua ungkapan Prabowo Subianto.

Ia mengatakan bahwa Prabowo Subianto pernah mengaku sudah memulangkan semuanya.

Ia juga menegaskan bahwa kala itu Prabowo Subianto pernah mengaku sudah memulangkan semua aktivis korban penculikan pada tahun 1998 silam.

Pertemuan Politisi PDIP Budiman Sudjatmiko dengan Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto  Selasa (18/7/2023) malam
Pertemuan Politisi PDIP Budiman Sudjatmiko dengan Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto Selasa (18/7/2023) malam (Kompas)

Hanya saja, Prabowo tidak mengetahui nasib korban penculikan.

Yang mana sebagian dari korban penculikan 1998 kala itu tidak pernah kembali ke rumah atau dinyatakan hilang.

Adapun setidaknya ada 13 korban penculikan tahun 1997-1998 yang sampai saat ini masih hilang.

Terkait hal ini, Budiman menyampaikannya dalam program Gaspol!, seperti disiarkan YouTube Kompas.com, Rabu (26/7/2023).

Lanjutnya, Budiman menjelaskan, pada 2002 lalu, ia bersama salah satu korban penculikan yang dipulangkan ke rumah, Nezar Patria mewawancarai Prabowo.

"Ya kenapa tidak? Kenapa tidak kalau suatu saat kita bisa berbicara itu dengan Pak Prabowo? Meskipun saya 2002 sudah tanyakan itu,” katanya.

“Saya lupa menyampaikannya (sekitar) 2002 saat saya sama Nezar mewawancara," ujar Budiman dalam program tersebut.

Baca juga: Gegara Dukung Prabowo, Budiman Sudjatmiko Kini Dikecam Teman Lama di PRD, Dianggap Khianati Aktivis

Baca juga: Prabowo Subianto Akui Penculikan Aktivis 1998 ke Budiman Sudjatmiko : Sudah Dikembalikan Semua

Baca juga: Ngaku Sudah Lepaskan Korban Penculikan 1998, Prabowo Tak Tahu Kenapa Nasib Sebagian Hilang

Budiman pun lalu mengungkapkan jawaban Prabowo kala itu.

Menurutnya, Prabowo mengakui dirinya memang menculik para aktivis.

Akan tetapi, dia (Prabowo) sudah mengembalikan semua korban penculikan ke rumahnya masing-masing.

Sementara, aktivis lain yang hingga saat ini tidak diketahui keberadaannya.

Prabowo mengaku tidak tahu nasib mereka.

"(Prabowo bilang) 'Yang saya ambil sudah kembali semua. Saya kembalikan semua. Saya tidak tahu kenapa sebagian tidak pernah kembali ke rumah,” ujarnya.

“Tapi yang saya ambil saya sudah lepaskan semua'. Itu pengakuannya," tutur dia.

Budiman menyebut pertemuan di tahun 2002 itu adalah kali pertama dirinya bertemu dengan Prabowo.

Adapun, saat peristiwa penculikan terjadi pada tahun 1997-1998, Prabowo masih menjabat sebagai Komandan Jenderal (Danjen) Kopassus.

Kopassus diketahui membentuk tim kecil bernama Tim Mawar, yang melakukan operasi penculikan.

Sebagai informasi, semasa era Orde Baru, Presiden ke-2 Soeharto melakukan segala cara untuk mempertahankan kuasanya.

Ia meredam segala kritik yang ditujukan, bahkan dengan lewat cara kekerasan. Sejumlah aktivis diculik.

Beberapa dilepaskan, namun sebagian tak pernah kembali hingga kini.

Dalam kasus penculikan aktivis 1997/1998, Kopassus membuat tim kecil untuk melakukan operasi penculikan tersebut.

Tim kecil ini disebut Tim Mawar, dibentuk karena peristiwa 27 Juli 1996.

Kala itu, para preman didukung tentara merampas kantor dan menyerang simpatisan yang mendukung Megawati di Jalan Diponegoro, Jakarta Pusat.

Tim Mawar bertugas untuk mendeteksi kelompok radikal, pelaku aksi kerusuhan, dan teror.

Pada 18 Januari 1998, terjadi ledakan di Rusun Tanah Tinggi, Jakarta Pusat.

Kejadian ini membuat Tim Mawar semakin berpengaruh dalam urusan keamanan.

Adapun Tim Mawar menyusun rencana untuk menangkap sejumlah aktivis yang mana juga dicurigai terlibat dalam insiden ledakan bom tersebut.

(*/TRIBUN-MEDAN.COM)

Baca juga: Jawaban Prabowo Soal Penculikan Aktivis dan Mahasiswa : Yang Saya Ambil, Saya Sudah Lepaskan Semua

Baca juga: Prabowo Subianto Akui Penculikan Aktivis 1998 ke Budiman Sudjatmiko : Sudah Dikembalikan Semua

Baca juga: Ganjar Buka Suara Soal Kedekatan Anies dan Prabowo saat Akrab Bertemu Jelang Pemilu 2024!

 

Sumber: Tribun Medan
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved