Berita Viral

VIRAL Polemik Peserta Paskibraka Nasional Mendadak Diganti hingga Saling Lapor,Begini Tanggapan BPIP

Usai masa seleksi calon Paskibraka Nasional, marak beredar calon-calon anggota yang mendadak diganti jelang keberangkatan karantina.

Tayang:
Editor: Liska Rahayu
kolase foto (handover)
Penjelasan BPIP soal kasus calon Paskibraka 2023 Doni Amansa (tengah) di Sulawesi Tenggara (Sultra) dan Nanda Maulidya (kiri) asal Maluku Utara (Malut) yang viral. Badan Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP) juga mengklarifikasi viralnya M Fabian Alvaro (kanan) calon Pasukan Pengibar Bendera Pusaka (Paskibraka) 2023 asal Jawa Tengah (Jateng). 

TRIBUN-MEDAN.com - Usai masa seleksi calon Paskibraka Nasional, marak beredar calon-calon anggota yang mendadak diganti jelang keberangkatan karantina.

Padahal sebelumnya calon Paskibraka Nasional tersebut sudah dinyatakan lolos seleksi.

Badan Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP) pun memberikan penjelasan terkait penggantian mendadak calon anggota Paskibraka Nasional tersebut.

Seperti diketahui, Doni Amansa calon Paskibraka 2023 di Sulawesi Tenggara (Sultra) mendadak diganti jelang karantina.

Tak hanya itu, Nanda Maulidya asal Maluku Utara (Malut) juga digantikan dan viral.

BPIP juga mengklarifikasi viralnya M Fabian Alvaro calon Pasukan Pengibar Bendera Pusaka (Paskibraka) 2023 asal Jawa Tengah (Jateng).

Seperti diketahui, BPIP adalah lembaga yang mengkoordinasikan program Pasukan Pengibar Bendera Pusaka (Paskibraka) tingkat pusat sejak tahun 2022 dari semula oleh Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora).

Dalam perkembangan terbaru terkait polemik sejumlah calon Paskibraka Nasional 2023 yang belakangan ini viral, BPIP pun akhirnya memberikan penjelasan dan klarifikasinya.

Penjelasan terkait viralnya kabar penggantian Doni Amansa asal Kabupaten Konawe, Provinsi Sultra, sebagai calon Pasukan Pengibar Bendera Pusaka pada Upacara Hari Ulang Tahun atau HUT RI ke-78.

Selain itu, Nanda Maulidya dari Kota Ternate Provinsi Malut, serta Muhammad Fabian Alvaro dari Kota Semarang, Provinsi Jateng.

Baik Doni, Nanda, maupun Fabian sebelumnya menyoroti pembatalan dirinya sebagai Paskibraka 2023 pada Upacara Hari Kemerdekaan RI di Istana Negara, Jakarta Pusat, pada 17 Agustus 2023 mendatang.

Penjelasan BPIP soal kasus calon Paskibraka 2023 Doni Amansa (tengah) di Sulawesi Tenggara (Sultra) dan Nanda Maulidya (kiri) asal Maluku Utara (Malut) yang viral. Badan Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP) juga mengklarifikasi viralnya M Fabian Alvaro (kanan) calon Pasukan Pengibar Bendera Pusaka (Paskibraka) 2023 asal Jawa Tengah (Jateng).
Penjelasan BPIP soal kasus calon Paskibraka 2023 Doni Amansa (tengah) di Sulawesi Tenggara (Sultra) dan Nanda Maulidya (kiri) asal Maluku Utara (Malut) yang viral. Badan Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP) juga mengklarifikasi viralnya M Fabian Alvaro (kanan) calon Pasukan Pengibar Bendera Pusaka (Paskibraka) 2023 asal Jawa Tengah (Jateng). (kolase foto (handover))

Para siswa SMA sederajat terpilih dari seluruh Indonesia saat ini sudah mengikuti Pemusatan Pendidikan dan Pelatihan Pasukan Pengibar Bendera Pusaka Tingkat Pusat 2023.

Mereka yang dipersiapkan menjadi Paskibraka Nasional 2023 tersebut mengikuti diklat yang digelar BPIP sejak 18 Juli hingga 15 Agustus 2023 mendatang.

Namun, Doni, Nanda, maupun Fabian, mengungkapkan keikutsertaan dirinya jelang pemberangkatan diklat tersebut tetiba dibatalkan dengan alasan berbeda-beda.

Doni Amansa mengaku dirinya tetiba diganti meski sudah dinyatakan lolos sebagai Paskibraka 2023 mewakili Sulawesi Tenggara (Sultra).

Sumber: Tribun sultra
Halaman 1/4
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved