Alasan Wanita Maksa Minta Dinikahi Kades Beristri di Sragen, Ada Pengorbanan Tak Bisa Dibayar Uang

Meskipun wanita A dan Kades di Sragen sudah sama-sama sudah berkeluarga, namun A ngotot memaksa pak Kades untuk menikahinya. Ia bahkan rela menceraika

Tayang:
HO
(Kiri) Warga berinisial A melaporkan Kades di Kecamatan Kedawung ke Inspektorat Kabupaten Sragen karena urung dinikahi dan (Kanan) Ilustrasi kepala desa. 

TRIBUN-MEDAN.COM – Alasan wanita berinisial A (42) maksa minta dinikahi Kades beristri di Sragen terungkap.

Meskipun wanita A dan Kades di Sragen sudah sama-sama sudah berkeluarga, namun A ngotot memaksa pak Kades untuk menikahinya.

Terkuak, ternyata ada pengorbanan wanita A yang tidak bisa dibayar dengan uang.

Adapun kisah cinta antara A dan kades Sragen, Jawa Tengah, viral lantaran wanita tersebut sudah melaporkan Kades ke Inspektorat Kabupaten Sragen.

Hal itu karena A belum juga dinikahi oleh kades.

'

Baca juga: Sosok Kades Termiskin, Warganya tak Percaya Kades Korupsi Sampai Geruduk Kejari Minta Dibebaskan

Baca juga: Video CCTV-nya Viral, Rekaman Pak Kades Selingkuh di Warung, Warga Geram Sampai Demo Kantornya

Adapun cinta terlarang antara A dan kades sudah berlangsung sejak 2018.

Buntut perselingkuhannya, A bahkan rela menceraikan suami sahnya.

Ia pun kemudian meminta pak kades menikahinya karena merasa telah banyak berkorban.

Hubungan terlarang itu memang dikabarkan hampir menuju jenjang yang lebih serius.

Sehingga A pun kemudian menggugat cerai suaminya pada November 2018.

A menceraikan sang suami dengan harapan bisa menikah dengan pak kades setelah berpisah dari pasangan sebelumnya.

Warga berinisial A melaporkan Kades di Kecamatan Kedawung ke Inspektorat Kabupaten
Warga berinisial A melaporkan Kades di Kecamatan Kedawung ke Inspektorat Kabupaten Sragen karena urung dinikahi

Namun harapan itu kandas setelah pak kades tiba-tiba menghilang pada Januari 2019.

Berbulan-bulan A mencoba mengubungi pak kades akan, tetapi tidak membuahkan hasil.


Hingga akhirnya, A menikah dengan pria lain pada September 2019.

A selanjutnya secara perlahan-lahan mencoba melupakan pak kades.

Ia memblokir komunikasinya dengan pria yang pernah ada di hidupnya itu.

Seiring berjalannya waktu, belakangan pak kades justru mencari-cari A setelah lama menghilang.

Pak kades menghubungi teman dan keluarga A agar bisa bertemu dengan A kembali.

Baca juga: Viral Kisah Galuh Firmansyah, Dibui Curi Indomie Karena Kelaparan, Kini Minta Ampun ke Kapolri

Baca juga: KPK Desak Kementerian Kesehatan Tutup RS Bina Kasih Diduga Lakukan Malapraktik Anak Anggota TNI

Perjalanan cinta antara A dan pak kades menjadi rumit.

Keluarga A meminta A untuk melupakan pak kades selama-lamanya dan berfokus kepada suaminya yang sekarang.

Namun, ternyata benih cinta dalam hati A masih ada untuk sang kades.


Pada akhirnya, A dan pak kades melakukan mediasi guna mencari jalan keluar.

Pak kades dalam pertemuan berjanji menikahi A, dengan syarat A harus menceraikan suaminya sekarang.

A yang ingin bersama pak kades kemudian mulai mengurus perceraian.

Akan tetapi, pak kades lagi-lagi kembali menghilang tanpa kabar.

"Aku curiga, kok ini ada tanda-tanda mau menghilang lagi seperti tahun 2018,” ujar A.

Baca juga: Jawaban Menohok Ketua DPD PDIP DKI Jakarta Usai Pecat Cinta Mega : Tegas Kan Partai Saya?

Baca juga: Dua Keluarga di Nias Selatan Bertikai, Damai Pakai Babi, Kapolda Sumut: Alhamdulillah


"Saya telepon pengacara, gugatan cerai saya dipending dulu, jangan dimasukkan ke pengadilan dulu," jelas A, dikutip Tribun-Medan.com dari TribunSolo.com.

A melanjutkan ceritanya, mediasi kedua kemudian diadakan lagi untuk mencari kejelasan.

Pertemuan digelar di Kantor Kecamatan Kedawung, Kabupaten Sragen pada 10 Juli 2023 lalu.


Harapan A harus kandas karena mediasi gagal dengan alasan pak kades melanggar komitmennya.

A kemudian melaporkan pak kades ke Inspektorat buntut kekecewaannya.

"Intinya saya selaku korban yang kedua kalinya, misalnya diajak kekeluargaan lagi sudah tidak bisa, karena sampai detik ini tidak ada respons sama sekali, maunya tetap dinikahi," ucap A.

A mengaku sempat ditawari pak kades uang agar keduanya tidak menikah.

Namun bagi A, uang bukan hal penting dalam permasalahan asmara dengan pak kades.

"Pihak Pak Kades akan memberikan ganti berupa materiil, tapi saya tidak mau, saya mau diberi uang berapa, berapapun saya sudah punya," tegas A.

Baca juga: Sosok Indah Aprianti, Kades Cantik Ngegas dan Tantang Preman Ternyata Lulusan Hukum UI

Baca juga: Sosok Kades di Demak Pakai Dana Desa Rp 220 Juta Demi Karaoke Bareng 4 Wanita, Kini Ditahan

Disisi lain, Camat Kedawung Endang Widayanti mengatakan, pihaknya sudah mencoba melakukan mediasi terhadap A dan pak kades.

Turut dihadirkan pula Kapolsek Kedawung.

"Intinya Bu A minta dimediasi dengan salah satu kepala desa kami, kaitannya hubungan asmara," ucap Endang, dikutip dari TribunSolo.com.

Endang melanjutkan, mediasi berjalan buntut, tidak ada hal yang disepakati antara A dan pak kades.

A tetap ngotot ingin dinikahi oleh pak kades.

Endang mengaku tidak bisa berbuat banyak dalam masalah asmara A dan pak kades.

(*/TRIBUN-MEDAN.COM)

Baca juga: Sosok Kades di Demak Pakai Dana Desa Rp 220 Juta Demi Karaoke Bareng 4 Wanita, Kini Ditahan

Baca juga: Diduga Salah Operasi Tangan Anak Personel Kodam I Bukit Barisan, Dokter RS Bina Kasih akan Diperiksa

Baca juga: Viral Kisah Galuh Firmansyah, Dibui Curi Indomie Karena Kelaparan, Kini Minta Ampun ke Kapolri

 


 

 

Sumber: Tribunnews
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved