TRIBUNWIKI
Perlanja Sira, Sosok yang Miliki Andil Besar dalam Sejarah Perdagangan di Kabupaten Karo
Salah satu sejarah perdagangan yang tidak bisa lepas dari Kabupaten Karo, ialah adanya sosok yang disebut dengan Perlanja Sira.
Penulis: Muhammad Nasrul | Editor: Ayu Prasandi
Bahkan, perjalanan bisa semakin lama karena tak jarang ada sosok Perlanja Sira yang tersesat di hutan, mengingat jalan yang ditempuh hanya berupa jalan setapak.
"Makanya sosok Perlanja Sira ini juga selain berperan dalam sejarah perdagangan, sosok ini juga berperan dalam pembangunan jalan yang ada sekarang ini. Jalan utama dari Kabupaten Karo menuju Medan ini, dulunya yang selalu dilintasi oleh Perlanja Sira," Katanya.
Bagi masyarakat Kabupaten Karo, sosok Perlanja Sira ini biasanya diajarkan sebagai pengajaran akan kebijakan, kesabaran, kegigihan, sopan santun, dan sikap tolong menolong.
Diperkirakan, profesi Perlanja Sira ini sudah jarang hingga tidak lagi muncul sekitar tahun 1930-an.
Dimana, pada tahun tersebut pemerintah kolonial Belanda sudah mulai membangun akses jalan dari Kabupaten Karo menuju Kota Medan.
Dengan adanya akses jalan ini, kedua daerah tersebut sudah bisa ditempuh menggunakan moda transportasi tradisional maupun modern.
(mns/tribun-medan.com)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/medan/foto/bank/originals/Patung-sosok-Perlanja-Sira-yang-memiliki-andil-besar-dalam-sejarah-perdagangan-di-Kabupaten-Karo.jpg)