KISAH Pengemis Kaya Tajir Melintir, Ternyata Punya Harga 1,6 Miliar, Ada lagi Pura-pura Lumpuh

Bahkan Dia punya apartemen senilah Rp 1,6 miliar. Inilah kisah pengemis kaya raya Tajir Melintir. Ada lagi Pura-pura Lumpuh

Tayang:
Editor: Salomo Tarigan
Ilustrasi HO via Tribunnews
Pengemis 

TRIBUN-MEDAN.com - Tak disangka, pengemis yang selama ini dikasihani banyak orang, ternyata tahjir.

Dia punya kekayaan fantastis. 

Bahkan Dia punya apartemen senilah Rp 1,6 miliar.

Inilah kisah pengemis kaya raya Tajir Melintir. Ada lagi Pura-pura Lumpuh

Kisah pengemis di India bernama Bharat Jain jadi sorotan.

Kisahnya viral lantaran Bharat Jain mampu meraup untung belasan juta per bulan dengan menjadi seorang pengemis.

Baca juga: KEKAYAAN Menpora Dito Capai Rp 282 M, Disebut Hadiah dari Orangtua, Ini Sosok Ayah dan Mertua Dito


Tak heran jika Bharat Jain kini dijuluki sebagai pengemis tajir.

Layaknya pengusaha sukses, Bharat Jain pun memiliki aset seharga fantastis.

Baca juga: SOSOK Bambang Kristiono Anggota DPR yang Meninggal Ternyata Kepercayaan Prabowo, Jebolan Akmil 1985

Diketahui, dirinya memiliki sebuah apartemen dengan harga yang bikin kepala geleng-geleng.

Bharat Jain mempunyai apartemen senilai Rp 1,6 miliar. Lantas, bagaimana kisahnya? 

Bharat Jain pengemis terkaya di dunia
Bharat Jain pengemis terkaya di dunia (HO)

Diketahui, ia merupakan seorang pengemis di India.

Dikutip TRIBUN-MEDAN.com dari Intisari sebagaimana dikutip dari allindiaaroundup, Bharat Jain memiliki aset yang bejibun.

 
Dia tinggal di apartemen mewah di India yang terletak di tengah kota Mumbai.

Menurut keterangan, Bharat Jain adalah pengemis yang biasa beroperasi di Chhatrapati Shivaji Terminus atau Azad Maidan.

Menekuni profesi sebagai seorang pengemis, Bharat Jain menghasilkan 2.000 hingga 2.500 rupee (Rp400-500 ribu) hanya dalam 8-10 jam tanpa melakukan apapun.

Dia hanya duduk di pinggiran jalan, berpenampilan lusuh sambil memelas minta duit.

Selama sebulang penghasilannya bahkan tembus 75.000 Rs atau sekitar Rp14 juta.

Menurut keterangan, penghasilan itu setara dengan gaji Ketua Menteri di India, namun itu hanya segelintir fakta umumnya.

Karena dikatakan Bharat Jain masih memiliki aset dalam jumlah bejibun yang membuatnya tergolong sebagai seorang milyuner.

Bharat sendiri dikatakan memiliki apartemen BHK 1 yang berdekatan di tengah kota dengan nilai 80 lakh, atau sekitar Rp1,6 miliar.

Setelah sukses menjadi seorang pengemis, dia juga melebarkan sayap usahanya dengan memiliki sebuah kios pertokoan.

Dari hasil persewaaan itu, Bharat Jain menghasilkan 10.000 Rupee dalam waktu satu bulan (Rp1,9 juta).

Meskipun sudah menjadi milyuner dari hasil mengemis dan memiliki beberapa aset yang menghasilkan uang Bharat masih bekerja sebagai pengemis.


Keluarga yang menjalankan bisnisnya telah meminta Bharat berhenti menjadi pengemis, namun dia tidak mau mendengarkan nasihat itu.

Bharat sendiri adalah seorang pria yang kini usianya sekitar 50 tahun.

Dia masih memiliki anggota keluarga lengkap seperti ayah, istri, saudara laki-laki dan dua putra yang ditampung di apartemennya.

Terlepas dari fakta tersebut, ternyata Bharat Jain bukanlah satu-satunya di India sebagai pengemis kaya.

Faktanya, banyak ditemukan di India bahwa pengemis memilik harta yang cukup besar, seperti halnya Bharat Jain.

Beberapa tahun lalu, seorang pengemis bernama Kumar Gite yang sering mengemis di Charni Road, Mumbai memiliki apartemen senilai Rp80 juta yang tinggal bersama saudaranya di Nallasopara.

Memberi uang pada pengemis mungkin adalah hal yang baik, namun bisa jadi orang yang Anda beri mungkin lebih kaya daripada Anda.

Pengemis Pura-pura Lumpuh

Sementara itu, dikutip Surya.co.id dari TribunTernate.com, kelakuan pengemis yang tega menipu warga dengan berpura-pura tak bisa berjalan terekam kamera dan videonya viral di media sosial.

Pengemis pria itu diduga menjalankan aksi pura-pura lumpuh di area Stasiun Tugu Yogyakarta.

Dalam video yang beredar, tampak pria tersebut berjalan dan menyeberangi jalan raya untuk menuju lokasi mengemis di trotoar Stasiun Tugu Yogyakarta.

Saat mengemis, pria itu tampak duduk mengesot seperti cacat dan tidak bisa berjalan.

Aksinya itu pun sukses mengelabui warga.

Beberapa pejalan kaki yang melewati trotoar itu tampak memberinya uang.

Salah satu akun yang mengunggah video itu adalah akun Twitter @merapi_uncover.

Masih dalam video yang sama, pria itu kemudian berjalan menjauhi lokasi saat sedang hujan dan kembali lagi ketika hujan sudah reda.

"Teman ada yg penasaran gimana cara berangkat dan pulang pengemis di stasiun tugu yg terkesan susah untuk jalan kaki, ternyata begini," tulis dalam unggahan tersebut.

Dikutip dari TribunJogja, polisi telah mengamankan oknum pengemis yang viral melalui video yang beredar di media sosial.

Diketahui kejadian tersebut tepatnya berada di sebelah Barat Loco Cafe, Jalan Pasar Kembang, Kemantren Gedongtengen, Kota Yogyakarta.

Setelah berjalan tiba-tiba sosok pria tersebut meringkuk dan berpura-pura lumpuh dan meminta belas kasihan kepada masyarakat yang melintas di pedestrian kawasan Stasiun Tugu.

Kapolsek Gedongtengen Kompol Wahyono Heru Susapto mengatakan pada Minggu (9/7/2023) pihaknya telah menindaklanjuti oknum pengemis yang viral karena berpura-pura lumpuh.

"Iya, sudah kami amankan kemarin sebagai tindak lanjut viralnya pengemis yang pura-pura lumpuh di Barat Loco Cafe Jalan Pasar Kembang, dan setelah pelaku ditemukan kemudian di amankan ke Polsek untuk pendataan lebih lanjut," katanya, saat dihubungi Senin (10/7/2023).

Dijelaskan Heru, oknum pengemis tersebut bernama Agus Prasetyo (53) warga Ngipik, Kapanewon Banguntapan, Kabupaten Bantul.

Setelah yang bersangkutan diamankan ke Polsek Gedongtengen, Agus Prasetyo diberikan arahan serta pengertian.

Selanjutnya, Agus diminta membuat surat pernyataan, mengingat pelaku tidak ditemukan Identitas diri (KTP) pelaku disarankan agar tidak mengulangi perbuatanya kembali dan mengamankan kaos yang dikenakan saat mengemis sebagai Barang Bukti.

Pengamanan oknum pengemis yang viral tersebut berlangsung kondusif dan tidak ada warga sekitar yang kesal atas perbuatan pelaku.

"Itu termasuk tindakan menggelandang, sanksinya tindak pidana ringan (Tipiring). Semoga dengan pembinaan ini yang bersangkutan bisa sadar," tutup Kapolsek. 

Pengemis Bawa 18 Juta

Pengemis berusia 72 tahun ditangkap dan diamankan petugas Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) saat penertiban pemerlu pelayanan kesejahteraan sosial (PPKS).

Viral pengemis berusia 72 tahun kedapatan membawa uang tunai sekitar Rp18 juta
Viral pengemis berusia 72 tahun kedapatan membawa uang tunai sekitar Rp18 juta (Instagram.com/@merekamjakarta.)

Saat ditangkap, pengemis berusia 72 tahun tersebut kedapatan membawa uang tunai sekitar Rp18 juta rupiah di kawasan Senayan.

Petugas Satpol PP mengamankan pengemis berusia 72 tahun tersebut saat sedang mengemis di sekitar jembatan penyeberangan orang (JPO) di Jalan Sudirman, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Minggu (16/7/2023).

Aksi petugas Satpol PP saat mengamankan pengemis berusia 72 tahun tersebut kini beredar luas di media sosial, salah satunya akun Instagram @merekamjakarta.

"Anggota Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Jakarta Selatan mengamankan seorang pengemis berinisial Y (72) di jembatan penyeberangan orang (JPO) Senayan, Jalan Jenderal Sudirman, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Minggu (16/7/2023) pagi," isi narasi dalam keterangan unggahan @merekamjakarta.

Tampak dalam video itu, pengemis yang mengenakan kaos berwarna biru tersebut diamankan petugas saat tengah duduk mengemis di JPO.

Terlihat pula di dalam video itu para petugas menghitung uang yang dihasilkan pengemis tersebut.

Dilansir dari Tribun Jakarta, Kepala Suku Dinas Sosial Jakarta Selatan, Bernard Tambunan, mengatakan, uang tersebut didapatkan pengemis berinisial Y dari hasil mengemis selama dua tahun.

"Tadinya receh, namun sudah ditukarkan ke bank, dan katanya dikumpulkan selama dua tahun," kata Bernard saat dikonfirmasi, Senin (17/7/2023).

Bernard mengatakan, saat ini uang tersebut dititipkan di Panti Sosial Bina Insan Bangun Daya I, Kedoya, Kembangan, Jakarta Barat.

Y juga sudah dibawa ke panti sosial tersebut untuk mendapatkan bimbingan.

Bernard menyatakan bahwa Bapak Y berjanji tidak akan mengulangi perbuatannya setelah selesai mendapatkan bimbingan dari panti.

"Bapak Y berjanji tidak akan mengulangi lagi setelah selesai pembinaan dari panti," ujar Bernard.

Bernard juga mengungkapkan bahwa uang sebesar 18 juta rupiah yang dimiliki oleh pemulung itu diperoleh melalui mengemis.

"Yang bersangkutan mengemis dengan cara memelas cari perhatian pengguna JPO," ungkapnya.

Saat penangkapan, petugas belum menemukan uang sebesar belasan juta rupiah tersebut.

Hal ini dikarenakan pemulung tersebut menyembunyikan uangnya di sebuah kain yang dililitkan di sekitar perut.

Petugas berhasil menemukan uang tunai sebesar belasan juta rupiah tersebut setelah melakukan penggeledahan dan pemeriksaan terhadap Y.

"Kami geledah di tubuhnya ternyata didapatkan uang pecahan ratusan ribu Rupiah hasil mengemis diikat atau dililitkan di perut menggunakan kain," ujar Bernard.

(cr31/tribun-medan.com)/Surya/Intisari/tribunstyle)

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved